OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

- Redaksi

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

perkembangan terbaru kasus OTT kpk terkait DANA bencana di BNPB

perkembangan terbaru kasus OTT kpk terkait DANA bencana di BNPB

SwaraWarta.co.id – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus bergulir dan menjadi sorotan publik.

Dugaan korupsi dana siap pakai (DSP) atau dana darurat bencana ini bukan sekadar suap biasa, melainkan melibatkan konflik kepentingan hingga aliran dana ke aset pribadi para tersangka.

Kronologi OTT dan Penetapan Tersangka

Peristiwa bermula pada Selasa, 13 Oktober 2026, ketika tim KPK melakukan OTT di lingkungan BNPB dan mengamankan 15 orang. Sehari kemudian, KPK resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka adalah Bima Setiawan (adik mantan Kepala BNPB Suharyanto), Richard Erlangga (Tenaga Ahli Kepala BNPB), Gabriel Purwaka Sigit (Pejabat Pembuat Komitmen), serta dua pihak swasta, Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan.

Baca Juga :  Dilaporkan ke Bawaslu, Mahfud MD Mengaku Enggak Peduli

Barang Bukti Mencengangkan

Dalam OTT tersebut, KPK menyita barang bukti senilai total Rp5,47 miliar. Rinciannya mencakup uang tunai dalam berbagai mata uang, 56 keping emas seberat 133 gram, tabungan emas 192 gram, hingga aset kripto senilai Rp1,10 miliar. Penyidik juga menelusuri dugaan penggunaan dana bencana untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian saham perusahaan yang terafiliasi dengan tersangka.

Modus dan Nilai Kerugian Negara

Praktik korupsi ini diduga berlangsung sejak 2024 hingga 2026. BNPB disebut bermitra dengan sejumlah penyedia melalui metode penunjukan langsung untuk pengadaan barang dan jasa kebencanaan. Total nilai pengadaan yang diduga diselewengkan mencapai sekitar Rp148 miliar, dengan rincian Rp45,76 miliar (2024), Rp52,27 miliar (2025), dan Rp50 miliar (2026). Dana tersebut seharusnya digunakan untuk penanganan darurat bencana seperti karhutla, gempa NTT, hingga banjir di Sumatra.

Baca Juga :  OJK Selidiki Nasabah AdaKami yang Diduga Bunuh Diri Akibat Teror DC

Langkah Lanjutan KPK

KPK tidak berhenti di lima tersangka. Lembaga antirasuah itu akan bersurat kepada Panglima TNI terkait keterlibatan prajurit aktif dalam kasus ini, serta menjalin sinergi agar penyidikan berjalan kolaboratif. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah mengganti jabatan Kepala BNPB dari Letjen Suharyanto kepada Letjen Kristomei Sianturi, langkah yang dinilai KPK sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pemberantasan korupsi.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa dana kemanusiaan yang seharusnya menyelamatkan korban bencana justru berpotensi disalahgunakan. Publik kini menanti bagaimana KPK mengusut tuntas aliran dana dan menyeret semua pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan tersangka baru di masa mendatang.

 

Berita Terkait

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!
Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!
Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya
Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran
Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!
BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!
VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!

Berita Terkait

Monday, 19 October 2026 - 10:19 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

Monday, 19 October 2026 - 09:47 WIB

Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!

Saturday, 17 October 2026 - 11:36 WIB

IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Saturday, 17 October 2026 - 08:12 WIB

Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran

Berita Terbaru