Pendidikan Budi Pekerti Harus Seleras dengan Nilai-nilai Pancasila, Bagaimana Ki Hadjar Dewantara Menjelaskan Tentang Budi Pekerti?

- Redaksi

Friday, 10 July 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Pendidikan budi pekerti harus selaras dengan nilai-nilai pancasila. bagaimana Ki Hadjar Dewantara menjelaskan tentang budi pekerti?

Di tengah gempuran era digital, tantangan terbesar dunia pendidikan bukan lagi sekadar mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, melainkan bagaimana menjaga moralitas bangsa.

Di sinilah pentingnya pendidikan budi pekerti yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai dasar negara, Pancasila bukan sekadar hafalan pajangan dinding kelas, melainkan kompas moral yang harus dihidupkan dalam keseharian setiap peserta didik.

Lantas, bagaimana kita memahami esensi dari karakter ini? Kita perlu menengok kembali pemikiran sang Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara (KHD).

Makna Budi Pekerti Menurut Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa budi pekerti atau yang sering disebut watak dan karakter merupakan bersatunya (perpaduan harmonis) antara Pikiran, Perasaan, dan Kehendak/Kemauan, yang kemudian melahirkan Tenaga atau Perilaku.

Baca Juga :  Dayyuts Adalah: Pengertian, Ciri, dan Dampaknya dalam Islam

Secara harfiah, KHD membaginya menjadi dua kata:

  • Budi: Meliputi ranah jiwa manusia, yaitu cipta (kognitif/pikiran) dan rasa (afektif/perasaan).
  • Pekerti: Meliputi ranah jasmani, yaitu karsa (kemauan) yang mewujud menjadi karya (tindakan/tenaga).

Bagi KHD, pendidikan budi pekerti tidak boleh dilakukan dengan paksaan (regeering). Pendidikan harus menggunakan sistem “Among” (menuntun), di mana pendidik berperan sebagai teladan (Ing Ngarsa Sung Tuladha), pembangun semangat (Ing Madya Mangun Karsa), dan pendorong kemandirian (Tut Wuri Handayani). Sekolah harus menjadi “taman” yang menyenangkan bagi tumbuh kembangnya potensi anak secara alami.

Keselarasan dengan Nilai-Nilai Pancasila

Konsep cipta, rasa, karsa, dan karya milik Ki Hadjar Dewantara ini sangat sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila. Ketika pikiran dan perasaan seorang anak dituntun dengan benar, mereka akan melahirkan tindakan yang mencerminkan lima sila Pancasila:

  1. Sila 1 (Ketuhanan): Menumbuhkan rasa syukur dan moralitas spiritual religius.
  2. Sila 2 & 3 (Kemanusiaan & Persatuan): Melatih empati, menghargai perbedaan, dan gotong royong dalam kebinikaan global.
  3. Sila 4 & 5 (Kerakyatan & Keadilan): Membentuk karakter yang demokratis, kritis, bersikap adil, dan bertanggung jawab.
Baca Juga :  Jelaskan Sistem Pengolahan Tepat Waktu dengan Melihat Unsur-unsur yang Harus Dipertimbangkan!

Pendidikan budi pekerti bukanlah mata pelajaran hafalan yang diuji di atas kertas. Menyelaraskan budi pekerti dengan Pancasila berarti melatih anak untuk murni berpendirian, peka secara sosial, dan merdeka secara batin.

Dengan meneladani konsep Ki Hadjar Dewantara, kita sedang menyiapkan generasi emas yang cerdas akalnya, sekaligus mulia perilakunya.

 

Berita Terkait

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!
Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!
Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 16:48 WIB

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

Friday, 9 October 2026 - 10:23 WIB

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Berita Terbaru