Berita

Rusia Berencana Ingin Menempatkan 2 Pesawat Pengebom Strategis di Bandara Biak, Kemhan: Tegas Bantah Laporan Itu

SwaraWarta.co.id – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa Rusia berencana menempatkan dua pesawat pengebom strategis di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua.

Juru Bicara Kemhan RI, Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak ada pembicaraan maupun kesepakatan terkait hal tersebut antara Indonesia dan Rusia.

Klarifikasi ini disampaikan Kemhan menyusul pemberitaan yang ramai di media asing, terutama di Australia, yang mengutip laporan dari media pertahanan Janes.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Rusia telah meminta izin untuk menempatkan sejumlah pesawat jarak jauhnya, termasuk kemungkinan pesawat pembom Tupolev Tu-95 “Bear”, di Biak.

Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menegaskan bahwa kedaulatan wilayah udara Indonesia tetap terjaga dan tidak ada pangkalan militer asing yang didirikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami ingin meluruskan pemberitaan tersebut. Tidak ada rencana, pembicaraan, apalagi kesepakatan mengenai penempatan pesawat pembom Rusia di Biak,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Lebih lanjut, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kebijakan pertahanan yangNon-Blok dan aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.

Kerja sama pertahanan dengan negara lain, termasuk Rusia, selalu didasarkan pada prinsip saling menghormati kedaulatan dan tidak mengganggu stabilitas regional.

Isu ini mencuat di tengah meningkatnya perhatian terhadap aktivitas militer di kawasan Indo-Pasifik. Letak geografis Biak yang strategis, dekat dengan Darwin, Australia, tempat pasukan rotasi Korps Marinir AS bermarkas, menambah sensitivitas isu ini.

Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese juga telah menyatakan pihaknya sedang mencari klarifikasi terkait laporan tersebut.

Kemhan RI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan selalu mengedepankan informasi resmi dari pemerintah.

Kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara manapun akan selalu transparan dan sesuai dengan kepentingan nasional.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

SwaraWarta.co.id - Bagaimana rincian penyaluran dana daerah Rp599 triliun oleh pemerintah? Pemerintah melalui Kementerian Keuangan…

10 hours ago

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?

SwaraWarta.co.id - Siswa yang memiliki jumlah kosakata sedikit biasanya akan kesulitan memahami isi buku bacaan…

15 hours ago

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…

16 hours ago

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…

16 hours ago

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…

16 hours ago

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

1 day ago