Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPKI? Simak Pembahasannya!

- Redaksi

Sunday, 14 September 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPKI?

Bagaimana Proses Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPKI?

SwaraWarta.co.id – Bagaimana proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang PPKI? Proses penetapan Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Proses ini merupakan kelanjutan dari perdebatan panjang yang telah dimulai sejak masa Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengenai dasar negara.

Keputusan ini sangat penting karena menetapkan fondasi ideologis bagi bangsa Indonesia yang baru merdeka.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latar Belakang dan Perdebatan BPUPKI

Sebelum PPKI, perumusan dasar negara sudah menjadi topik utama dalam sidang-sidang BPUPKI. Ada tiga tokoh yang menyampaikan gagasannya tentang dasar negara, yaitu Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Baca Juga :  2 Tahun Putus Masih Gamon? Ini Doa Islam Agar Mantan Kembali

Soekarno, pada 1 Juni 1945, mengemukakan lima prinsip yang ia sebut Pancasila, yaitu: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. Kelima prinsip ini kemudian menjadi cikal bakal dari Pancasila yang kita kenal sekarang.

Perdebatan ini berlanjut hingga BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan dasar negara.

Panitia ini menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, yang di dalamnya terdapat rumusan dasar negara yang hampir sama dengan Pancasila, namun dengan sila pertama yang berbunyi: “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” .

Perubahan Krusial dalam Sidang PPKI

Setelah proklamasi kemerdekaan, isu mengenai rumusan sila pertama Piagam Jakarta kembali mencuat.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Sederhana Anda Bisa Mulai Menerapkan Profil Pelajar Pancasila di Kelas? Disimak Pembahasannya!

Beberapa tokoh dari perwakilan wilayah Indonesia Timur menyampaikan keberatan, karena rumusan tersebut dianggap tidak mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang beragam keyakinannya. Mereka khawatir, jika rumusan itu dipertahankan, akan terjadi perpecahan dan ketidakstabilan di awal kemerdekaan.

Menanggapi kekhawatiran ini, Mohammad Hatta mengadakan pertemuan informal dengan beberapa tokoh Islam, seperti Ki Bagus Hadikusumo dan Wahid Hasyim, untuk mencari solusi. Setelah melalui diskusi yang alot, akhirnya disepakati untuk mengubah rumusan sila pertama.

Perubahan ini dilakukan demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Frasa “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dihilangkan dan diganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Penetapan dan Makna Penting

Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Sembilan melaporkan hasil revisi Piagam Jakarta. Dengan persetujuan para anggota PPKI, Pancasila ditetapkan secara resmi sebagai dasar negara Republik Indonesia. Keputusan ini juga sekaligus mengesahkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Baca Juga :  Bagaimana Kalian Mengamalkan Pancasila Sebagai Dasar Negara Pandangan Hidup Bangsa dan Ideologi Negara?

Proses penetapan Pancasila menunjukkan bahwa para pendiri bangsa mengutamakan semangat musyawarah dan kompromi untuk mencapai kesepakatan.

Perubahan sila pertama adalah bukti nyata bahwa persatuan dan kesatuan bangsa lebih diutamakan daripada kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Hal ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi yang inklusif dan mampu merangkul seluruh keberagaman yang ada di Indonesia. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Berita Terkait

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945
Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?
Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia
Mengenal Silsilah Keluarga: Apa yang Kamu Ketahui tentang Silsilah? Berikan Contoh Lengkapnya!
Bagaimana Kondisi Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Sepanjang Tahun 2025, Serta Faktor Apa yang Memengaruhi Pergerakan Indikator-indikator Tersebut?
Bagaimana Kecerdikan Nu’aim bin Mas’ud Berperan dalam Membantu Kemenangan Kaum Muslimin pada Perang Khandaq? Simak Penjelasannya!
JELASKAN HAKIKAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) DAN PERANNYA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA YANG BERKUALITAS?

Berita Terkait

Sunday, 4 October 2026 - 13:42 WIB

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?

Saturday, 3 October 2026 - 14:55 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945

Saturday, 3 October 2026 - 14:29 WIB

Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?

Saturday, 3 October 2026 - 07:24 WIB

Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia

Friday, 2 October 2026 - 08:35 WIB

Mengenal Silsilah Keluarga: Apa yang Kamu Ketahui tentang Silsilah? Berikan Contoh Lengkapnya!

Berita Terbaru