Sistem Pendidikan di Tiap Negara

- Redaksi

Saturday, 2 November 2024 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Sumber Foto: Freepik @pch.vector


ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Swarawarta.co.id –  Setiap negara tentu saja memiliki konsep atau sistem pendidikan yang diterapkan kepada para siswanya. Banyak hal yang mempengaruhi sistem pendidikan di setiap negara berbeda.


Perbedaan sistem yang dimaksud bisa dikarenakan faktor-faktor yang memengaruhi sistem pendidikan tersebut semisal kondisi lingkungan, tingkat ekonomi, pemahaman budaya yang berlaku, serta hal lainnya.


Bukan hanya itu saja, pengaruh kemajuan tingkat teknologi setiap negara yang berbeda satu sama lainnya, juga bisa memengaruhi sistem pendidikan yang dipakai tiap negara.


Perbedaan sistem pendidikan yang mencolok antara dunia Barat dan Timur tentu saja bukan hal yang tidak wajar, pakem budaya ikut berperang penting dalam sistem pendidikan.


Berikut beberapa negara yang menggunakan sistem pendidikan berbeda dari negara lainnya, yang bisa jadi disesuasaikan dengan tingkat kebutuhan tiap negara.

Baca Juga :  JAWABAN Kemukakan Isi dari 4 (Empat) Kali Perubahan Rumusan Tujuan Pendidikan Nasional Tersebut

1. Finlandia

Menurut informasi yang tersebar, negara Finlandia merupakan negara dengan sistem pendidikan paling baik di dunia, yang mampu menciptakan lulusan siswa yang sangat unggul dalam kualitas.


Dalam sistem pendidikan di Finlandia, tidak dikenal pembagian raport yang dilakukan tiap akhir tahun ajaran baru seperti di Indonesia.


Di negara ini juga, tidak ada sistem ujian nasional pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama.


Tetapi diberlakukan sistem ujian nasional di jenjang sekolah menengah atas sebagai sarana ujian untuk masuk ke perguruan tinggi yang diminati.


Tidak ada sistem pendidikan anak usia dini. Para siswa mulai mengenyam pendidikan harus dimulai sejak usia 7 tahun saja.


Di Finlandia, biaya sekolah dibuat gratis dari mulai jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, juga ada banyak bantuan pembiayaan lainnya untuk para siswa.


Meski begitu, untuk urusan fasilitas pendidikan serta buku atau media penunjang lainnya tetap harus mengeluarkan biaya pribadi.


Kompetensi gurunya harus benar-benar teruji. Di Finlandia, guru-guru pendidik wajib punya titel S2. Bukan hanya itu, kesejahteraan guru di negara ini sangat diperhatikan.


Baca Juga :  Mengapa Ibadah Haji Diwajibkan Hanya untuk Orang yang Sudah Mampu?

2. Korea Selatan

Di Korea Selatan jam pelajaran sekolah sangatlah panjang, berangkat sepagi mungkin dan pulang larut malam. Mereka bukan hanja belajar mata pelajaran, juga melakukan kegiatan ekstra kurikuler secara langsung tanpa perlu pulang dulu ke rumah.


Jam pelajaran semakin sibuk ketika menjelang akhir tahun ajaran bagi murid di kelas 3 sekolah menengah pertama dan kelas 3 di sekolah menengah atas.


Siswa-siswa sekolah di Korea Selatan dituntut untuk berkualitas mengingat persaingan di sana sangat ketat. Ini tentu saja membuat tekanan mental bagi para siswa yang terkadang bisa membuat mereka stress.


Pemberlakuan hukuman fisik bagi siswa atau siswi yang melanggar aturan masih diberlakukan.


Baca Juga :  Apa Makna Kemerdekaan Bagi Kehidupan yang Perlu Kamu Ketahui? Berikut Pembahasannya!

3. Bangladesh

Pada sebagian daerah yang rawan terkena bencana banjir, pihak pemerintah membangun sekolah-sekolah terapung dengan fasilitas lengkap, tak kalah dari sekolah normal pada umumnya.


4. Korea Utara

Negara ini memang tertutup dari pengaruh dunia luar, akan tetapi kewajiban sekolah 11 tahun yang ditetapkan oleh pemerintah sangguh membuat negara ini terbebas dari buta huruf.


Presenrasinya warganya yang tidak buta huruf hampir menyentuh angka sempuran 100 %.


Semua fasilitas pembelajaran dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan dunia pendidikan seratus persen menjadi tanggung jawab negara.


Beberapa sistem pendidikan di atas, tentu saja hanya contoh kecil dari perbedaan setiap negara.

Pewarta: Utep 
Editor: Galih Sandy
COPYRIGHT © Swarawarta
Sumber: sohib.indonesiabaik.id

Berita Terkait

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945
Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?
Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Wednesday, 7 October 2026 - 15:39 WIB

Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sunday, 4 October 2026 - 13:42 WIB

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?

Berita Terbaru