SwaraWarta.co.id – Apa penyebab BBM langka di Bali? Kelangkaan BBM di Bali kembali terjadi dan membuat masyarakat panik.
Antrean panjang kendaraan mengular di sejumlah SPBU Denpasar, Badung, hingga Tabanan. Tapi apa sebenarnya penyebab BBM langka di Bali? Simak ulasan lengkapnya!
Penyebab Utama: Keterlambatan Pasokan Kapal
Faktor dominan penyebab BBM langka di Bali adalah belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran. Keterlambatan ini memicu efek domino pada distribusi Pertalite ke seluruh SPBU. Akibatnya, jatah pasokan ke setiap SPBU berkurang drastis hingga 30-40 persen.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak heran jika stok di beberapa SPBU cepat habis dan antrean pun tak terhindarkan.
Faktor Pendukung Kelangkaan
Selain masalah kapal, penyebab BBM langka di Bali juga diperparah oleh keterlambatan armada truk tangki. Kemacetan lalu lintas dan proyek perbaikan infrastruktur di jalur distribusi membuat pengiriman BBM tidak tepat waktu. Alhasil, pasokan ke SPBU semakin tersendat dan memperparah kelangkaan.
Dampak yang Dirasakan Masyarakat
Kelangkaan BBM di Bali menimbulkan kerugian nyata. Warga harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain demi mendapatkan Pertalite.
Antrean panjang membuang waktu, meningkatkan biaya operasional, dan menurunkan produktivitas. Pelaku UMKM, pengemudi transportasi, hingga sektor pariwisata ikut terdampak.
Langkah Cepat Pemerintah dan Pertamina
Gubernur Bali Wayan Koster langsung memanggil Pertamina dan Hiswana Migas untuk mencari solusi-. Pertamina telah menambah pasokan 26.200 kiloliter BBM secara bertahap mulai 12 Oktober 2026-. Kapal pengangkut BBM juga sudah bersandar pada 11 Oktober, dan distribusi ke seluruh pelosok Bali terus dipercepat.
Pemerintah dan Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Dengan percepatan distribusi, situasi diperkirakan kembali normal dalam 1-2 hari ke depan.
Kesimpulan
Penyebab BBM langka di Bali didominasi oleh keterlambatan pasokan kapal, pengurangan jatah SPBU, dan hambatan distribusi. Meski demikian, pemerintah dan Pertamina bergerak cepat mengatasi masalah ini. Tetap bijak dalam membeli BBM dan pantau informasi resmi agar tidak terpengaruh hoaks!

















