Berita

Usai Ditahan Imbang oleh Laos dengan Skor 3-3, Shin Tae-yong Malu dengan Gaya Penampilan Anak Asuhnya

SwaraWarta.co.id – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang 3-3 melawan Laos pada laga lanjutan Grup B Piala AFF 2024.

Menurutnya, penampilan anak asuhnya jauh dari harapan, terutama dalam hal penguasaan bola dan akurasi passing.

“Saya merasa malu dengan penampilan tim hari ini. Kami seharusnya bisa menang dengan mudah melawan Laos. Namun, terlalu banyak kesalahan individu, terutama dalam hal passing. Kami kehilangan bola terlalu sering dan tidak bisa membangun serangan yang efektif,” ujar Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai pertandingan.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Marselino Ferdinan menjadi salah satu pemain yang mendapat sorotan tajam dari Shin Tae-yong. Pemain muda ini dinilai tampil jauh di bawah performa terbaiknya. Bahkan, ia harus mengakhiri pertandingan lebih awal setelah mendapat kartu merah.

“Ini adalah penampilan terburuk Marselino selama saya melatihnya. Dia terlalu sering kehilangan bola dan melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Kartu merah yang ia dapatkan sangat merugikan tim,” tegas Shin Tae-yong.

Hasil imbang ini tentu menjadi pukulan telak bagi ambisi Timnas Indonesia untuk lolos ke babak berikutnya. Shin Tae-yong pun meminta maaf kepada para suporter atas hasil yang mengecewakan ini.

“Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas hasil ini. Kami akan melakukan evaluasi yang menyeluruh dan berusaha memperbaiki semua kekurangan yang ada. Target kami tetap lolos ke babak selanjutnya, dan kami akan berjuang keras untuk mencapai target tersebut,” pungkasnya.

Hasil imbang ini menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Masalah dalam hal penguasaan bola dan akurasi passing menjadi sorotan utama. Shin Tae-yong harus segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini agar Timnas Indonesia bisa tampil lebih konsisten dan meraih hasil yang lebih baik.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

SwaraWarta.co.id - Bagaimana rincian penyaluran dana daerah Rp599 triliun oleh pemerintah? Pemerintah melalui Kementerian Keuangan…

7 hours ago

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?

SwaraWarta.co.id - Siswa yang memiliki jumlah kosakata sedikit biasanya akan kesulitan memahami isi buku bacaan…

13 hours ago

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…

13 hours ago

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…

14 hours ago

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…

14 hours ago

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

1 day ago