Koalisi Prabowo Subianto Gemuk, Yakin Menang di Pemilu 2024?

- Redaksi

Thursday, 28 September 2023 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden Prabowo Subianto (Dok. Humas Prabowo)

SwaraWarta.co.id – Pasca bergabungnya partai Demokrat di koalisi Prabowo Subianto, membuat dukungan untuk Prabowo sebagai Capres semakin menguat.

Dukungan suara yang berasal dari simpatisan Partai Demokrat ini setidaknya akan menambah amunisi koalisi Prabowo Subianto untuk menang dalam perolehan suara.

Koalisi Prabowo Subianto di Pemenangan Capres ini semakin membuka peluang besar, pasalnya partai pendukung koalisi ini menjadi 4 partai.

Ini tentu saja membuat koalisi Prabowo Subianto menjadi sangat gemuk bila dibandingkan dengan para pesaingnya.

Sebelumnya, Capres Prabowo Subianto didukung oleh koalisi empat partai besar di Koalisi Indonesia Maju atau KIM.

Koalisi Indonesia Maju terdiri dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Golongan Karya (Golkar), serta Partai Gerakan Indonesia Raya atau Gerindra.

Dengan masuknya Partai Demokrat tentu saja membuat Prabowo Subianto mendapatkan suntikan kekuatan baru.

Dengan bergabungnya partai-partai besar di kubu Prabowo, maka diperkirakan kursi parlemen akan dikuasai minimal sebanyak 45% atau sebanyak 264 kursi.

Akan tetapi dengan gemuknya koalisi yang mendukung Prabowo tidak serta menjadi jaminan kalau Prabowo bisa menang di pemilihan Capres 2024.

Belajar dari sejarah Pemilu sebelumnya, Prabowo Subianto harus kalah di Pemilu 2014 meskipun di dalam koalisinya tergabung lima partai besar.

Kala itu koalisi pendukung Prabowo terdiri atas Partai Amanat Nasional, Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Golkar, serta Partai Bulan Bintang.

Prabowo harus kalah dari Joko Widodo yang hanya memiliki koalisi yang berisi empat partai saja, yakni: PKPI, Hanura, NasDem, PKB, serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Dengan fakta ini, tentu saja Prabowo Subianto belum bisa terlalu yakin untuk bisa menang, karena pada saat Pemilu 2024 nanti, apa pun bisa terjadi dan mengubah segalanya.

Prediksi, elektabilitas, koalisi yang gemuk, tidak bisa menjamin kalau yang bersangkutan bisa naik di Pemilihan Presiden nantinya.

Pada tahun 2014 itu pula, meski koalisi Prabowo Subianto meraih banyak kursi di parlemen, tidak serta merta membuat Prabowo bisa menang dan menjadi presiden kala itu.

Koalisi Prabowo Subianto belum bisa jadi rujukan kalau di pemilihan nanti, Prabowo bisa menang di pemilihan presiden. Kita lihat saja pas harinya.

Berita Terkait

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!
Cek Fakta Terbaru: Apakah Rhoma Irama Meninggal Dunia atau Hanya Hoaks?
Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026: Langkah Lengkap, Syarat, dan Tips Lolos Seleksi
Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Kenaikan Gaji PNS: Ini Fakta Lengkapnya
Cara Cek Desil Berapa: Panduan Lengkap untuk Mengetahui Status Kesejahteraan
Perkembangan Terbaru Pemeriksaan Febrie Adriansyah Terkait Dugaan Pencucian Uang
Apakah 18 Agustus 2026 Libur? Cek Faktanya Menurut SKB 3 Menteri
Cara Menurunkan Desil: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Bansos

Berita Terkait

Monday, 17 August 2026 - 13:13 WIB

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!

Monday, 17 August 2026 - 09:45 WIB

Cek Fakta Terbaru: Apakah Rhoma Irama Meninggal Dunia atau Hanya Hoaks?

Sunday, 16 August 2026 - 07:10 WIB

Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026: Langkah Lengkap, Syarat, dan Tips Lolos Seleksi

Sunday, 16 August 2026 - 05:45 WIB

Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Kenaikan Gaji PNS: Ini Fakta Lengkapnya

Saturday, 15 August 2026 - 05:18 WIB

Cara Cek Desil Berapa: Panduan Lengkap untuk Mengetahui Status Kesejahteraan

Berita Terbaru

Kenapa Upacara tidak di IKN

Berita

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!

Monday, 17 Aug 2026 - 13:13 WIB