Fenomena Kemunculan Buaya Muara di Timur Surabaya: Menguak Ekosistem Alami yang Bertahan di Tengah Urbanisasi

- Redaksi

Sunday, 3 November 2024 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan bahwa belakangan ini, warga di kawasan Medokan Semampir dan di Sungai Gunung Anyar, dekat kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dikejutkan dengan penemuan buaya muara.

Fenomena buaya muara ini menjadi sorotan, karena menunjukkan bahwa wilayah timur Surabaya yang semakin berkembang masih menyimpan habitat alami yang menjadi tempat hidup bagi satwa liar seperti buaya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alaika Rahmatullah, seorang peneliti dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), menyatakan bahwa pihaknya tidak sepenuhnya terkejut dengan temuan buaya muara ini.

Alaika menjelaskan bahwa keberadaan buaya di wilayah tersebut sesuai dengan ekosistem alami buaya yang memang berada di perairan tenang, seperti sungai dan rawa yang sering ditemukan di daerah hulu atau dekat hutan mangrove.

Baca Juga :  Pengakuan Ibu Korban yang anaknya Tewas dalam Kecelakaan Bus SMK Depok

Menurutnya, hal ini menandakan bahwa meskipun urbanisasi terus berlangsung, masih ada kawasan perkotaan yang berbatasan langsung atau bahkan berintegrasi dengan ekosistem alami.

Penemuan buaya ini dianggap Alaika sebagai tanda bahwa masih ada bagian dari Surabaya yang mempertahankan kelestarian lingkungan alaminya.

Dia juga mengungkapkan bahwa daerah tersebut dahulu memang merupakan kawasan rawa yang dekat dengan hutan mangrove.

Buaya cenderung memilih habitat perairan yang tenang seperti ini, sehingga keberadaan mereka di sekitar Sungai Gunung Anyar masih cukup wajar.

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran buaya di kawasan ini menandakan ekosistem mangrove masih berfungsi dengan baik, yang berarti kawasan ini cukup sehat untuk mendukung kehidupan satwa liar yang kompleks seperti buaya.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Himbau Tempat Hiburan Malam Agar Tutup di Bulan Ramadhan

Lebih lanjut, Alaika menjelaskan bahwa dari perspektif ekologi, buaya adalah bagian integral dari ekosistem mangrove.

Menurutnya, sebagai predator puncak, buaya berperan dalam menjaga keseimbangan populasi spesies mangsa, termasuk ikan dan spesies air lainnya.

Fungsi buaya sebagai pengendali populasi di ekosistem mangrove ini mencerminkan keseimbangan alami yang masih terjaga di wilayah tersebut.

Namun, Alaika juga menyoroti bahwa area penemuan buaya ini dekat dengan permukiman dan aktivitas masyarakat. Ia menilai perlu adanya tindakan antisipasi agar potensi konflik antara manusia dan buaya dapat dihindari.

Menurut Alaika, diperlukan pemasangan papan peringatan di sekitar area tersebut, serta edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami bahaya yang mungkin timbul.

Dia menyarankan agar masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara hidup aman berdampingan dengan satwa liar ini, dan tetap mengutamakan tindakan pencegahan saat beraktivitas di dekat sungai.

Baca Juga :  GIZ Park: Wahana Baru di KBS yang Interaktif dan Penuh Sensasi

Ecoton juga berharap agar temuan buaya muara ini bisa mendorong para pemangku kepentingan setempat untuk mengambil langkah-langkah penataan kawasan yang lebih baik, dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem di sekitarnya.

Mereka berpendapat bahwa pemerintah daerah dapat mengelola wilayah di sekitar sungai dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan yang ada.

Alaika juga menegaskan bahwa peristiwa ini bisa menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pihak berwenang akan pentingnya menjaga ekosistem alami di sekitar kawasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa mangrove, sungai, dan satwa liar adalah aset lingkungan yang harus dilindungi untuk memastikan keberlanjutan ekologi dalam jangka panjang.***

Berita Terkait

Kapan Sholat Ied 2026? Jadwal Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Terungkap
Pencairan TPG di Bulan Maret 2026 Semakin Dekat, Cek Status SKTP Anda!
7 Jenis Sembako Termurah yang Wajib Dibeli, Nomor 3 Paling Dicari Saat Harga Naik!
Heboh Ojol Bali Viral Video, Benarkah Ada Aksi Dewasa Bule dengan Driver Ojol Ini Fakta Sebenarnya Bikin Kaget Warganet
Pegadaian Tutup Lebaran 2026? Catat Tanggal Libur dan Jadwal Buka Kembali agar Tidak Salah Datang
Geger! Video Ojol Bali Viral Diduga Libatkan WNA Australia, Ini Fakta yang Bikin Warganet Heboh
TERUNGKAP! 2 Isi Video Maureen Worth Viral di TikTok dan X Disorot Netizen, Kolom Komentar Mendadak Banjir
Pantauan Arus Mudik Hari Ini: Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Hadapi Puncak Kedua

Berita Terkait

Wednesday, 18 March 2026 - 16:22 WIB

Kapan Sholat Ied 2026? Jadwal Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Terungkap

Wednesday, 18 March 2026 - 13:13 WIB

Pencairan TPG di Bulan Maret 2026 Semakin Dekat, Cek Status SKTP Anda!

Wednesday, 18 March 2026 - 12:36 WIB

7 Jenis Sembako Termurah yang Wajib Dibeli, Nomor 3 Paling Dicari Saat Harga Naik!

Wednesday, 18 March 2026 - 12:12 WIB

Heboh Ojol Bali Viral Video, Benarkah Ada Aksi Dewasa Bule dengan Driver Ojol Ini Fakta Sebenarnya Bikin Kaget Warganet

Tuesday, 17 March 2026 - 14:24 WIB

Pegadaian Tutup Lebaran 2026? Catat Tanggal Libur dan Jadwal Buka Kembali agar Tidak Salah Datang

Berita Terbaru

Cara Bikin Ketupat untuk Pemula

Lifestyle

Cara Bikin Ketupat untuk Pemula: Anti Gagal, Padat, dan Tahan Lama

Wednesday, 18 Mar 2026 - 13:31 WIB