Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

- Redaksi

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi

SwaraWarta.co.id – Apakah gunung Anak Krakatau masih erupsi? Gunung Anak Krakatau, gunung api aktif di Selat Sunda, hingga saat ini masih mengalami erupsi.

Berdasarkan pantauan terbaru Badan Geologi pada Senin (7/9/2026), aktivitas erupsi masih berlangsung meskipun intensitasnya telah mengalami perubahan.

Status Terkini: Level III (Siaga)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III atau Siaga.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Status ini berarti aktivitas vulkanik masih cukup tinggi dengan potensi bahaya yang perlu diwaspadai. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Kronologi Erupsi Terkini

Erupsi signifikan mulai terjadi pada Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.07 WIB. Saat itu, gunung memuntahkan lava fountain (air mancur lava) dengan intensitas letusan tertinggi sepanjang tahun 2026. Episode erupsi menerus ini berlangsung sekitar 25 jam hingga berakhir pada Minggu (6/9/2026) dini hari.

Baca Juga :  China Hentikan Pinjaman Baru ke Kamboja pada 2024, Ada Apa?

Setelah erupsi menerus berakhir, gunung masih menunjukkan aktivitas berupa erupsi Strombolian yaitu letusan kecil dengan lontaran material pijar dan abu vulkanik. Badan Geologi mencatat tiga kali erupsi Strombolian pada periode 6-7 September 2026.

Dampak dan Imbauan

Abu vulkanik dari erupsi terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah.

PVMBG memastikan erupsi saat ini tidak berpotensi memicu tsunami. Pertumbuhan tubuh gunung pasca longsor Desember 2018 masih relatif kecil sehingga tidak berisiko mengalami keruntuhan massif. Namun, potensi bahaya tetap ada berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.

Baca Juga :  PPP Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2024: Melanjutkan Kepemimpinan untuk Jawa Timur yang Lebih Baik

Pantauan dan Evaluasi

Badan Geologi terus memantau perkembangan gunung melalui alat seismik dan CCTV. Pada periode 6-7 September tercatat 3 kali gempa erupsi, 9 kali gempa hembusan, 93 kali gempa Low Frequency, dan 98 kali gempa Hybrid. Meski aktivitas seismik cenderung menurun, probabilitas terjadinya letusan susulan masih tinggi.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta Badan Geologi. Pantau terus perkembangan Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi pemerintah untuk informasi terkini.

 

Berita Terkait

2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi
Mengenal Sosok Angkasawan Malaysia: Apakah Nama Penuh Sheikh Muszaphar?
PENGUMUMAN KSR RUANGGURU 2026: Berikut Jadwal Lengkapnya yang Wajib Kamu Catat!
Saat Hutan Kita Terbakar, Siapa yang Sebenarnya Memanen Keuntungan?
Kenapa AI Menghabiskan Air dalam Jumlah Fantastis? Ini Alasan di Baliknya
Cara Merubah Desil Secara Online Tanpa ke Kantor? Ternyata Bisa, Tapi Jangan Salah Langkah!
Terungkap! Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Luky Alfirman Dicopot Purbaya Bukan Sekadar Rotasi?
Inilah Deretan Penyebab Kebakaran Trans Home Jogja yang Bikin Geger!

Berita Terkait

Tuesday, 6 October 2026 - 16:42 WIB

2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi

Tuesday, 6 October 2026 - 13:00 WIB

Mengenal Sosok Angkasawan Malaysia: Apakah Nama Penuh Sheikh Muszaphar?

Tuesday, 6 October 2026 - 12:04 WIB

PENGUMUMAN KSR RUANGGURU 2026: Berikut Jadwal Lengkapnya yang Wajib Kamu Catat!

Tuesday, 6 October 2026 - 11:04 WIB

Saat Hutan Kita Terbakar, Siapa yang Sebenarnya Memanen Keuntungan?

Monday, 5 October 2026 - 15:28 WIB

Kenapa AI Menghabiskan Air dalam Jumlah Fantastis? Ini Alasan di Baliknya

Berita Terbaru