Dianggap Memberatkan, Karyawan Swasta di Surabaya Tolak Tapera

- Redaksi

Thursday, 30 May 2024 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret perumahan (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan regulasi tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2024. Aturan ini menuai respon beragam dari masyarakat.

Menurut regulasi tersebut, setiap peserta Tapera harus membayar iuran sebesar 3% dari total gaji atau upah yang diterima. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi peserta yang bekerja di sebuah perusahaan, iuran ini dibagi antara pemberi kerja sebesar 0,5% dan peserta sebesar 2,5%. 

Namun, bagi peserta yang bekerja secara mandiri, mereka bertanggung jawab atas seluruh simpanan tersebut sebesar 3%.

Baca Juga:

Ketentuan Terbaru dalam Peraturan Pemerintah tentang Tapera Tahun 2024

Manfaat dari Tapera adalah memastikan ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta. Peserta juga dapat menarik dana tersebut ketika kepesertaannya berakhir.

Baca Juga :  Ibu Sambung Tega Menganiaya Anak Tirinya Hingga Meninggal Dunia, Motif Kebencian Terungkap

Beberapa karyawan di Surabaya tidak setuju dengan aturan ini, terutama mereka yang sudah memiliki rumah. 

Mereka tidak senang dengan besaran iuran dan regulasi penarikan dana Tapera. Selain itu, masyarakat khawatir akan adanya tindakan korupsi dalam pengelolaan dana publik.

Sukma Jenny, seorang karyawan swasta di bidang keuangan, mengatakan bahwa gaji bulanannya saat ini Rp 5.000.000. 

Oleh karena itu, iuran Tapera yang harus dibayarnya sebesar 2,5% dari gaji tersebut atau sekitar Rp 125.000. 

Meskipun skema Tapera ini seolah memaksa masyarakat untuk menabung, Sukma menyadari bahwa ini dapat membantu mereka yang kesulitan membeli rumah dengan harga terjangkau

Namun Sukma khawatir bahwa kebijakan ini dapat berubah sewaktu-waktu dan tidak yakin bahwa uang yang dikumpulkan dari iuran tersebut akan digunakan dengan baik. 

Baca Juga :  Kapolda Papua Pastikan Pilot yang Disandera KKB Keadaannya Baik-Baik Saja

Sukma tidak percaya bahwa kebijakan Tapera ini akan bertahan sampai semua peserta yang terlibat bisa menerima manfaat dari program tersebut.

“Secara konsep programnya mungkin bagus, tapi saya pribadi kurang percaya dengan para pejabat publik. Nanti tiba-tiba 2035 misal muncul headline berita ‘KPK menangkap pejabat x korupsi uang Tapera, negara rugi Rp 10 T’. Selain itu tidak ada jaminan apakah kebijakan Tapera ini akan bertahan setidaknya sampai seluruh peserta yang terlibat bisa menerima manfaat dari Taperanya,” jelas Sukma, Kamis (30/5)

Aditya Dwi, karyawan di bidang ritel, juga menolak Tapera, menganalisis bahwa tidak ada akuntabilitas dalam pengelolaan dana Tapera dan outputnya belum tentu sesuai harapan. 

Ia juga tidak yakin bahwa seluruh peserta Tapera dapat menerima manfaat sesuai dengan prinsip keadilan.

Seorang karyawan swasta di bidang FnB bernama Yulia juga tidak setuju dengan iuran Tapera. Ia juga memiliki rumah dan merasa bahwa iuran ini dapat memotong uang bulanannya, terutama untuk kebutuhan anak-anaknya. 

Baca Juga :  Ahli Perkirakan Kerugian Raja Ampat Akibat Tambang Melampaui Kasus Timah 270T

Gaji Yulia sekitar Rp 4.500.000 per bulan, sedangkan iuran Tapera yang harus dibayarnya sekitar Rp 112.000. 

Yulia kesulitan menyisihkan uang untuk menabung setiap bulannya karena banyak kebutuhan rumah tangga yang cukup mendesak.

Baca Juga:

Efektivitas Iuran Tapera dalam Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia Masih Dipertanyakan

Meskipun menuai beragam tanggapan dari masyarakat, regulasi tentang Tapera ini telah resmi diberlakukan sejak tanggal 20 Mei 2024. 

Pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya ke Badan Pengelola Tapera selambat-lambatnya 7 tahun setelah tanggal penetapan regulasi ini. Oleh karena itu, pendaftaran keanggotaan Tapera wajib dilakukan sebelum tahun 2027.

Berita Terkait

Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!
Apa Alasan Presiden Prabowo Meresmikan Ratusan Satuan Militer dan Enam Kodam Baru pada HUT ke-81 TNI?
2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi
Mengenal Sosok Angkasawan Malaysia: Apakah Nama Penuh Sheikh Muszaphar?
PENGUMUMAN KSR RUANGGURU 2026: Berikut Jadwal Lengkapnya yang Wajib Kamu Catat!
Saat Hutan Kita Terbakar, Siapa yang Sebenarnya Memanen Keuntungan?
Kenapa AI Menghabiskan Air dalam Jumlah Fantastis? Ini Alasan di Baliknya
Cara Merubah Desil Secara Online Tanpa ke Kantor? Ternyata Bisa, Tapi Jangan Salah Langkah!

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 09:47 WIB

Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!

Tuesday, 6 October 2026 - 16:42 WIB

2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi

Tuesday, 6 October 2026 - 13:00 WIB

Mengenal Sosok Angkasawan Malaysia: Apakah Nama Penuh Sheikh Muszaphar?

Tuesday, 6 October 2026 - 12:04 WIB

PENGUMUMAN KSR RUANGGURU 2026: Berikut Jadwal Lengkapnya yang Wajib Kamu Catat!

Tuesday, 6 October 2026 - 11:04 WIB

Saat Hutan Kita Terbakar, Siapa yang Sebenarnya Memanen Keuntungan?

Berita Terbaru