Dituntut 14 Tahun Penjara, Rafael Alun Hanya Tertunduk Lesu

- Redaksi

Tuesday, 12 December 2023 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rafael Alun, Terduga Kasus Gratifikasi Dituntut 14 Tahun Penjara-SwaraWarta.co.id (Sumber: DetikNews.com)

SwaraWarta.co.id – Dari lanjutan sidang yang melibatkan tersangka kasus gratifikasi, Rafael Alun Trisambodo, Jaksa Penuntut membacakan tuntutannya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal ini, Rafael Alun Trisambodo, sebagai terdakwa dalam kasus gratifikasi dan pencucian uang, dihadapkan pada tuntutan hukuman 14 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat pada Senin, kemarin (11/12).

“Jaksa, Wawan Yunarwanto, menuntut pidana penjara 14 tahun dan denda Rp 1 miliar, dengan ancaman pidana kurungan pengganti selama 6 bulan,” ungkapnya pada saat tuntutan dibacakan.

Jaksa mendakwa bekas pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ini terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Sejalan dengan ketentuan pasal 12 huruf b bersama pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah oleh UU Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta berkaitan dengan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana tercantum dalam dakwaan kesatu.

Jaksa menyatakan bahwa Rafael Alun Trisambodo terbukti secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah atas pelanggaran Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga :  Pemerintah Tengah Menggenjot Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur

Seiring dengan ketentuan pasal 3 ayat 1 huruf a dan c UU Nomor 15/2002 tentang TPPU yang telah diubah oleh UU Nomor 25/2003 tentang perubahan atas UU Nomor 15/2002 tentang TPPU, bersamaan dengan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 64 ayat 1 KUHP seperti yang tertera dalam dakwaan kedua.

Jaksa juga menginformasikan bahwa Rafael Alun Trisambodo akan dikenakan denda sejumlah Rp 18.994.806.137.

Jika dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap Rafael tidak membayar uang pengganti, harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh jaksa.

Rafael dijadwalkan untuk memberikan pembelaan bersama kuasa hukumnya dalam sidang pada Rabu (27/12) pekan depan.

Sebelumnya, Jaksa KPK menuduh Rafael Alun Trisambodo menerima gratifikasi senilai Rp 16,6 miliar.

Dalam pembacaan surat dakwaan, disebutkan bahwa terdakwa melakukan perbuatan tersebut karena asal usul perolehan hartanya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara sah, dikarenakan adanya penyimpangan dari profil penghasilan terdakwa sebagai pegawai negeri di instansi pemerintahan yakni, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a dan c UU Nomor 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca Juga :  Kembali Maju dalam Pilkada Ponorogo 2024, Ini Prestasi Sugiri Sancoko: Akses Jalan Mulus hingga Kemiskinan Mulai Minus

Yang telah diubah oleh UU Nomor 25/2003 tentang Perubahan Atas UU Nomor 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, bersamaan dengan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 64 ayat (1) KUHP.

Rafael Alun melakukan pencucian uang dengan menerima gratifikasi sebesar Rp5.101.503.466 (Rp5,1 miliar) dan penerimaan lainnya sejumlah Rp31.727.322.416 (Rp31,7 miliar). Sementara itu, asal-usul uang sebesar Rp31,7 miliar masih belum dijelaskan.

JPU KPK menjelaskan bahwa uang sebesar Rp5,1 miliar merupakan bagian dari total gratifikasi senilai Rp16,6 miliar, yang merupakan bagian dari dakwaan pertama Rafael terkait penerimaan gratifikasi.

Rafael dan istrinya juga didakwa melakukan TPPU dengan menginvestasikan uang tersebut dalam pembelian tanah, bangunan, dan kendaraan.

Investasi tersebut mencakup tanah seluas 800 meter persegi di Kembangan, Jakarta Barat, pembelian satu unit ruko di Jalan Meruya Utara, Jakarta Barat pada tahun 2003, serta akuisisi satu bidang tanah juga termasuk di dalamnya sebuah bangunan di Perumahan Taman Kebon Jeruk Blok G1 Kav 112, Jakarta Barat.

Baca Juga :  Pengangkatan CPNS Diundur ke Oktober 2025 untuk Penataan ASN yang Lebih Optimal

Kemudian, Rafael juga didakwa memiliki satu bidang tanah dan bangunan di Simprug Golf XV Nomor 29, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan; satu bidang tanah di Jalan Bukit Zaitun Nomor 117 Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, Manado; serta satu bidang tanah dan bangunan di Jalan Wijaya IV Nomor 11A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Rafael juga didakwa memiliki satu bidang tanah di Jalan IPDA Tut Harsono Yogyakarta; satu bidang tanah di Jalan Bukit Zaitun Nomor 116 Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang, Manado; serta satu unit Mobil Toyota New Camry 2.4 V A/T berwarna perak metalik dengan pelat nomor B 808 ET.

Selain itu, terdakwa juga dimiliki satu bidang tanah dan bangunan di Jalan Santan 1 Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dan dua bidang tanah di Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta.

Aset hasil pencucian uang Rafael Alun dari tahun 2011 hingga 2023 mencakup sebidang tanah dengan luas 1.019 meter persegi di Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, dan satu bidang tanah di Jalan Ganesha II Nomor 12 Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta.***

Berita Terkait

Cara Melihat Pengumuman SPAN PTKIN 2026 Jalur Prestasi Tanpa Ribet
Cara Cek Plat Mobil Milik Siapa? Panduan Lengkap dan Mudah
Cara Mengecek Bansos 2026 Terbaru, Bisa Dilakukan dengan Lewat HP
UPDATE Gaji Pensiunan PNS 2026: Resmi Naik atau Tetap? Cek Nominal & Rinciannya
Cara Membayar UTBK 2026 Terbaru: Panduan Lengkap Berbagai Bank agar Bebas Kendala
Cara Mengecek Apakah Kita Mendapatkan Bantuan 600 Ribu dari Pemerintah Secara Online dengan Mudah
Cara Aktivasi NIK Jadi NPWP Online 2026 dengan Cepat Agar Pajak Beres!
Gempa M 7,3 Guncang Bitung Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Berita Terkait

Tuesday, 7 April 2026 - 17:08 WIB

Cara Melihat Pengumuman SPAN PTKIN 2026 Jalur Prestasi Tanpa Ribet

Monday, 6 April 2026 - 09:50 WIB

Cara Cek Plat Mobil Milik Siapa? Panduan Lengkap dan Mudah

Sunday, 5 April 2026 - 16:32 WIB

Cara Mengecek Bansos 2026 Terbaru, Bisa Dilakukan dengan Lewat HP

Sunday, 5 April 2026 - 12:57 WIB

UPDATE Gaji Pensiunan PNS 2026: Resmi Naik atau Tetap? Cek Nominal & Rinciannya

Saturday, 4 April 2026 - 09:35 WIB

Cara Membayar UTBK 2026 Terbaru: Panduan Lengkap Berbagai Bank agar Bebas Kendala

Berita Terbaru

Cara Melakukan Diet Sehat

Kesehatan

Cara Melakukan Diet Sehat Khusus untuk Pemula

Wednesday, 8 Apr 2026 - 08:19 WIB