Categories: Berita

Dandim Boyolali Beberkan Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI Terhadap Relawan Ganjar-Mahfud yang Tewas

Dandim Boyolali Beberkan Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI Terhadap Relawan Ganjar-Mahfud yang Tewas.

SwaraWarta.co.id – Suasana Pilpres 2024 dipenuhi ketegangan
dengan para pengamat memperkirakan bahwa gelombang kekerasan akan melanda
kalangan pendukung dan relawan capres-cawapres.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prediksi ini mengemuka dengan kekhawatiran terhadap
lambannya tindakan polisi dalam menindak pelaku kekerasan dan mengungkap motif
di baliknya.

Pengamat politik menyoroti potensi eskalasi kekerasan,
terutama di daerah rawan dengan kantong suara besar dan persaingan politik yang
memanas.

 Contohnya, kejadian
baru-baru ini di Sleman, Yogyakarta, di mana seorang simpatisan Ganjar-Mahfud
tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh pendukung pasangan calon nomor
urut 2.

Polres Sleman telah berhasil menangkap dua pelaku
penyerangan terhadap kader Repdem Yogyakarta, Muhandi Mawanto, sementara dua
pelaku lainnya masih buron.

Kejadian serupa terjadi di Boyolali, Jawa Tengah, di mana
relawan Ganjar-Mahfud menjadi korban penganiayaan oleh aparat TNI AD.

Dalam sepekan terakhir, tiga peristiwa kekerasan mencuat,
meruncing pada kekhawatiran akan ketidakamanan di tengah kampanye. Kasus ini
melibatkan pendukung capres Prabowo-Gibran di Sampang, Madura, serta simpatisan
nomor urut 2 di Boyolali dan Sleman.

Ketua Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Boyolali,
Susetya Kusuma Dewi, mengungkapkan kronologi insiden di Boyolali, di mana para
relawan yang sedang konvoi menuju acara kampanye dihadiri oleh Ganjar Pranowo,
tiba-tiba diserang oleh aparat TNI AD.

Perlakuan tidak menyenangkan, pelemparan batu, dan
penyerangan menggunakan bambu menjadi bagian dari insiden tersebut.

Dandim Boyolali Membeberkan atas Peristiwa Kejadian
Penganiayaan

Dandim 0724/Boyolali, Letkol (Inf) Wiweko Wulang Wiwoho,
mengakui terjadinya penganiayaan oleh anggotanya, namun menyatakan bahwa
tindakan tersebut terjadi secara spontan akibat kesalahpahaman.

Menurutnya, kebisingan dari sepeda motor dengan knalpot
brong yang melintas di depan markas Yonif 408/Suhbrastha memicu reaksi anggota
TNI AD.

Proses penyelidikan dan tindakan disiplin terhadap anggota
yang terlibat sedang berlangsung. Pihak TNI menyesalkan kejadian tersebut dan
berkomitmen untuk menegakkan aturan hukum, sambil menjamin biaya perawatan
korban luka akan ditanggung oleh institusi tersebut.

Ketegangan politik yang merajalela, pertarungan suara yang
sengit, dan insiden kekerasan yang menyentak—semua elemen ini menjadi bagian
dari narasi dramatis Pilpres 2024, menciptakan pemandangan politik yang sulit
dilupakan

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Build Item Hanabi Tersakit 2026: Dominasi Late Game dengan Damage Maksimal

SwaraWarta.co.id – Apa sajakah build item Hanabi tersakit 2026? Sebagai Marksman dengan mekanik unik dan…

20 hours ago

Bagaimana Cara Memberikan Bantuan pada Teman Saat Melakukan Headstand? Berikut ini Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara memberikan bantuan pada teman saat melakukan headstand? Melakukan headstand atau Sirsasana…

20 hours ago

Panduan Lengkap Cara Memberikan Akses Google Drive untuk Kolaborasi Tim

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara memberikan akses Google Drive. Di era digital saat ini, kemampuan…

22 hours ago

Apakah Difusi Terjadi Lebih Cepat dalam Cairan atau Gas? Jelaskan Alasannya!

SwaraWarta.co.id - Dalam studi ilmu kimia dan fisika, kita sering mendengar istilah difusi. Namun, muncul…

22 hours ago

5 Cara Mengatasi Live IG yang Error agar Lancar dan Jernih

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara mengatasi live IG yang error? Pernahkah Anda sudah bersiap untuk menyapa…

24 hours ago

Cek BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Kapan Cair? Simak Info Resmi dan Cara Ceknya

SwaraWarta.co.id - Memasuki awal tahun, banyak pekerja mulai bertanya-tanya mengenai keberlanjutan bantuan pemerintah, terutama terkait…

2 days ago