Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Dugaan Puluhan Pegawai KPK Terlibat Pungutan Liar di Rutan KPK

Dugaan Puluhan Pegawai KPK Terlibat Pungutan Liar di Rutan KPK

Dugaan Puluhan Pegawai KPK Terlibat Pungutan Liar di Rutan KPK.



SwaraWarta.co.id - Pengamat antikorupsi menyatakan bahwa dugaan keterlibatan puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam skandal pungutan liar di rutan KPK menunjukkan “pengeroposan nilai integritas yang sangat serius di tubuh KPK”.

KPK menegaskan bahwa dugaan tindak pidana dan penegakan etik berjalan secara terpisah.

Zaenur Rohman, seorang peneliti dari Pusat Kajian Anti-Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PUKAT UGM), mengatakan bahwa pelanggaran yang terjadi di lembaga anti-rasuah telah merambat dari tingkat pimpinan hingga tingkat staf.

Ia berbicara tentang kasus yang menjerat Firli Bahuri, ketua KPK nonaktif yang menjadi tersangka dugaan pemerasan.

Zaenur mengatakan pada Minggu (14/01/2024), "Anak buah, pegawai, dan bawahan itu akan berlaku lebih beringas lagi jika pimpinan tidak memberikan keteladanan bahkan menerjang nilai-nilai integritas yang selama ini dijunjung tinggi."

Namun, Ali Fikri yang merupakan juru bicara KPK, menyatakan bahwa praktik pungutan liar dalam rutan tahanan KPK diduga terjadi sejak 2018, sebelum Firli menjabat sebagai presiden. Jadi, keduanya tidak ada hubungannya.

Ia juga menyatakan bahwa penegakan etik, dugaan tindak pidana, dan penegakan disiplin masih digunakan untuk menangani pelanggaran internal, dan sidang etik akan segera dilakukan.

“Dewan pengawas pastinya akan memutus dugaan pelanggaran ini secara independen dalam sidang etik nanti, sebagaimana tugas dan kewenangannya yang diatur dalam UU 19 Tahun 2019,” kata Ali.

Skandal pungli di rutan KPK kembali muncul baru-baru ini setelah Dewan Pengawas KPK mengumumkan bahwa sidang dugaan pelanggaran kode etik terkait pungutan liar yang dilakukan oleh 93 pegawai di rutan KPK akan segera dimulai bulan ini.

Puluhan karyawan tersebut berhasil mengumpulkan setidaknya Rp4 miliar dalam waktu tiga bulan, yaitu dari Desember 2021 hingga Maret 2022, menurut data Dewas KPK.

Menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), angka ini diperkirakan akan terus meningkat karena perkembangan lebih lanjut, menunjukkan adanya "guncangan krisis integritas yang luar biasa" yang sedang melanda KPK.

 



Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.

Ketik kata kunci lalu Enter