Hal Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran

- Redaksi

Saturday, 20 January 2024 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran.

SwaraWarta.co.idAlur tujuan pembelajaran (ATP) bagaikan
peta bagi petualangan belajar. Merancangnya dengan baik memastikan siswa
mencapai tujuan akhir, bukan tersesat di belantara materi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sebelum terjun ke penyusunan ATP, ada langkah
persiapan penting yang perlu dijalani.

Mari simak empat langkah untuk membangun landasan kokoh
sebelum memvisualisasikan alur pembelajaran siswa:

1. Mengenali dan Pahami Siswa Anda

Bayangkan peta dibuat tanpa mempertimbangkan kemampuan navigator.
Begitu pula dengan ATP. Sebelum merancangnya, kenali dulu siswa Anda.
Identifikasi latar belakang, gaya belajar, dan pengetahuan awal mereka terhadap
materi.

Pertimbangkan juga kebutuhan dan minat mereka. Apakah mereka
membutuhkan pendekatan visual? Apakah mereka cenderung belajar mandiri atau
kolaboratif? Pemahaman ini membantu Anda merancang ATP yang mengakomodasi
kebutuhan individual dan memicu semangat belajar.

Baca Juga :  Bagaimana Refleksi Anda Tentang Praktik Kinerja Anda Selama Observasi Praktik Kinerja?

2. Analisis Capaian Pembelajaran

Setiap petualangan memiliki tujuan akhir. Begitu pula dengan
pembelajaran. Pelajari capaian pembelajaran (CP) yang ingin dicapai siswa.

CP biasanya tertuang dalam kurikulum dan memuat kompetensi
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan dikuasai. Analisis CP
secara mendalam untuk memahami esensi dan kedalaman kompetensi yang harus
diraih. Ini menjadi panduan untuk menentukan tujuan pembelajaran tiap tahap
dalam ATP.

3. Identifikasi Kompetensi Prasyarat

Perjalanan yang lancar mengharuskan jalan bebas rintangan.
Begitu pula dengan ATP, pastikan siswa memiliki kompetensi prasyarat sebelum
melangkah ke tujuan pembelajaran berikutnya.

Identifikasi kompetensi yang dikuasai dari fase sebelumnya
atau pembelajaran lain yang berkaitan. Kenali kesenjangan kompetensi yang
mungkin ada dan persiapkan strategi untuk mengatasinya. Ini bisa berupa
kegiatan remedial, pengantar singkat, atau penyesuaian alur pembelajaran.

Baca Juga :  Pelajar Wajib Tahu!Inilah Doa Sebelum dan Sesudah Belajar

4. Menyesuaikan dengan Profil Pelajar Pancasila

Tidak lengkap perjalanan tanpa pengalaman mengesankan.
Begitu pula dengan ATP, jangan lupa bumbui pembelajaran dengan nilai-nilai
Profil Pelajar Pancasila.

Analisa CP dan cari kaitannya dengan elemen Profil Pelajar
Pancasila, seperti bernalar kritis, kreatif, mandiri, gotong royong, dan
berkebinekaan global. Jalin nilai-nilai ini dalam aktivitas pembelajaran,
tugas, dan penilaian. 

ATP yang kaya nilai bukan hanya menuntun siswa mencapai
tujuan, tapi juga membentuk karakter dan jati diri mereka.

Dengan menjalani langkah-langkah persiapan ini, Anda telah
membangun landasan kokoh untuk menyusun ATP yang efektif dan inovatif.
Ingatlah, peta yang baik tidak hanya menunjukkan arah, tetapi juga memicu rasa
ingin tahu dan semangat berpetualang. Jadi, buatlah ATP yang mengantarkan siswa
ke tujuan pembelajaran sambil menghadirkan petualangan belajar yang bermakna!

Baca Juga :  Misalkan dalam Suatu Perekonomian Diketahui Pendapatan Y = 200, Penawaran Uang M = 100, dan Laju Peredaran uang V = 8

 

Berita Terkait

Mengapa Laksamana Muda Tadashi Maeda Mengizinkan Kediamannya Dijadikan Tempat Pertemuan dan Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?
BAGAIMANA ANDA MENERAPKAN INSPIRASI TERSEBUT UNTUK KEMAJUAN PENGUASAAN KOMPETENSI? SIMAK PEMBAHASANNYA DENGAN LENGKAP!
Jelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ketuhanan Serta Perbedaannya dengan Pendekatan Teologis-Dogmatis? Bagaimana Peran Akal dalam Memahami
APA DUKUNGAN YANG ANDA BUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN UPAYA TINDAK LANJUT KETERATURAN SUASANA KELAS?
Apakah yang Dimaksud dengan Fungsi Transaksional dalam Bahasa Menurut Gillian Brown dan George Yule?
Menurut Saudara, Mengapa Fungsi Pengorganisasian Dianggap Sebagai Fungsi yang Penting dalam Manajemen?
Dalam Situasi Kelas yang Dinamis, Mana yang Lebih Menjaga Ketertiban atau Mendorong Diskusi yang Aktif? Bagaimana Guru Bisa Menyeimbangkan Keduanya?
Bagaimana Peran Akal dalam Memahami Keberadaan Tuhan Menurut Perspektif Filsafat? Berikut Penjelasannya!

Berita Terkait

Wednesday, 6 May 2026 - 09:53 WIB

Mengapa Laksamana Muda Tadashi Maeda Mengizinkan Kediamannya Dijadikan Tempat Pertemuan dan Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

Wednesday, 6 May 2026 - 09:13 WIB

BAGAIMANA ANDA MENERAPKAN INSPIRASI TERSEBUT UNTUK KEMAJUAN PENGUASAAN KOMPETENSI? SIMAK PEMBAHASANNYA DENGAN LENGKAP!

Tuesday, 5 May 2026 - 16:57 WIB

Jelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat Ketuhanan Serta Perbedaannya dengan Pendekatan Teologis-Dogmatis? Bagaimana Peran Akal dalam Memahami

Monday, 4 May 2026 - 17:46 WIB

Apakah yang Dimaksud dengan Fungsi Transaksional dalam Bahasa Menurut Gillian Brown dan George Yule?

Monday, 4 May 2026 - 10:42 WIB

Menurut Saudara, Mengapa Fungsi Pengorganisasian Dianggap Sebagai Fungsi yang Penting dalam Manajemen?

Berita Terbaru