Imbas Cuaca Buruk, Turis Batal Ke Labuhan Bajo

- Redaksi

Saturday, 16 March 2024 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Pesona Labuhan Bajo (Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.idLiburan yang direncanakan ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tidak berjalan seperti yang diharapkan karena cuaca buruk yang berlangsung selama lebih dari satu minggu terakhir. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak turis yang membatalkan kunjungan mereka. Kebanyakan dari mereka adalah wisatawan nusantara (wisnus), sementara sisanya adalah wisatawan mancanegara (wisman). 

Meskipun banyak wisatawan yang telah merencanakan untuk mengunjungi Labuan Bajo, situasi buruk di sana membuat mereka memilih untuk menunda kunjungannya.

Cuaca buruk di Labuan Bajo juga memengaruhi kunjungan ke Taman Nasional Komodo karena kapal wisata tidak diizinkan berlayar akibat gelombang tinggi dan angin kencang. 

Baca Juga :  Update Harga Beras dan Bawang di Jawa Timur pada Senin, 11 September 2023

Beberapa wisatawan yang sudah tiba di Labuan Bajo membatalkan rencana mereka untuk mengunjungi pulau-pulau di Taman Nasional Komodo dan hanya dapat menikmati beberapa objek wisata di darat.

Kndisi yang sulit ini menyebabkan pembatalan kunjungan ke banyak pulau dan mengalihkan perhatian wisatawan ke objek wisata di darat.

Wisatawan bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di Labuan Bajo seperti Gua Rangko dan objek wisata dalam kota seperti Gua Batu Cermin hingga Puncak Waringin. 

Namun, beberapa spot wisata seperti air terjun di beberapa desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat sulit dijangkau terutama saat cuaca buruk seperti yang terjadi saat ini.

Ignas, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Kabupaten Manggarai Barat, mengatakan bahwa tingkat kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. 

Baca Juga :  MediaTek Luncurkan Cip Dimensity 8400 untuk Ponsel Premium dengan Performa AI dan Gaming Terbaik

“Ada penundaan ke Labuan Bajo. Kebanyakan Wisnus,” ungkap Ignas di Labuan Bajo, Jumat (15/3). 

Pada awal tahun, jumlah wisatawan yang datang ke tempat ini biasanya kurang karena cuaca buruk. 

Larangan kapal wisata untuk berlayar ke Pulau Komodo dan sekitarnya di Taman Nasional Komodo juga memengaruhi bisnis pariwisata di daerah tersebut dan membuat wisatawan menunda kunjungan mereka ke Labuan Bajo.

“Pembatalan lebih banyak ke pulau dan dialihkan wisata darat,” ujar Ignas.

Ignas berharap kondisi cuaca kembali membaik, sehingga aktivitas wisata bisa pulih seperti biasanya. 

Ia mengatakan bahwa wisatawan bisa menikmati keindahan spot wisata air terjun di sejumlah desa wisata di Kabupaten Manggarai Barat ketika kondisi cuaca membaik.

Berita Terkait

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!
Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 15:56 WIB

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara pengkinian data JMO

Teknologi

6 Cara Pengkinian Data JMO dengan Mudah dan Cepat Tanpa Ribet

Friday, 11 Sep 2026 - 15:43 WIB