Muncul Dokumenter ‘Dirty Vote’, TKN Prabowo-Gibran Buka Suara

- Redaksi

Sunday, 11 February 2024 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Wakil ketua TKN Prabowo Gibran
( Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Ada sebuah film dokumenter yang beredar dengan judul ‘Dirty Vote’ yang mengatakan adanya kecurangan dalam Pemilu 2024. 

Namun, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, telah memberikan pernyataan bahwa sebagian besar isi film tersebut adalah fitnah. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu kami sampaikan bahwa sebagian besar yang disampaikan film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang bernada asumtif dan sangat tidak ilmiah. Saya mempertanyakan kapasitas tokoh-tokoh yang ada di film tersebut, di rekaman tersebut,” ujar Habiburokhman dalam konferensi pers di Media Center TKN, Jakarta Selatan, Minggu (11/2).

Ia mengatakan bahwa narasi-narasi dalam film tersebut tidak argumentatif dan tendensius, dan meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh film tersebut.

Baca Juga :  Pencarian Wisatawan Hilang di Pantai Karang Papak, Cikelet - Garut

“Ini tindakan-tindakan mereka yang menyampaikan informasi yang sangat tidak argumentatif, tetapi tendensius untuk menyudutkan pihak tertentu,” kata dia.

“Intinya kami menyarankan kepada rakyat, tidak terhasut, serta tidak memprovokasi narasi kebohongan dalam film tersebut,” tambahnya

Dalam konferensi pers di Media Center TKN, Jakarta Selatan, Minggu (11/2/2024), Habiburokhman menjelaskan ada tiga hal yang disorot dalam film tersebut. 

Pertama, terkait dengan penunjukan Penjabat Kepala Daerah yang dikaitkan dengan suara dalam pilpres. 

Habiburokhman mengatakan bahwa hal ini tidak ilmiah dan sulit dicerna. Kedua, ucapan dari beberapa tokoh di dalam film tersebut yang menyebutkan bahwa banyak terjadi kecurangan dalam pemilu kali ini. 

“Narasi ini sangat tak ilmiah ya dan sangat tak masuk akal. Susah sekali kita mencernanya. Bagaimana misalnya disebut Pak Jokowi menunjuk 20 Pj kepala daerah, jumlah penduduknya katanya lebih dari 50 persen lalu dikaitkan dengan istilahnya orkestrasi pemenangan salah satu paslon,” katanya

Baca Juga :  kontigen Indonesia Berhasil Membuat Bangga Raih Banyak Juara untuk Bangsa.

Ini dianggap tidak berdasar karena tidak disebutkan peristiwa kecurangannya di mana. Ketiga, tudingan APDESI yang dikatakan digunakan untuk memenangkan paslon tertentu, yang menurutnya juga tidak mendasar.

Habiburokhman berpikir bahwa film itu disengaja diluncurkan pada masa tenang untuk menyudutkan paslon nomor 2. Namun, ia yakin bahwa film tersebut tidak akan sukses di hati rakyat.

Dalam film tersebut terdapat pernyataan dari 3 pakar hukum, Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari, yang menguraikan dugaan kecurangan dalam pemilu kali ini. 

Termasuk di dalamnya adalah pengangkatan Pj kepala daerah untuk urusan elektoral, sorotan terhadap netralitasnya, dan tudingan adanya menteri di sejumlah paslon yang dikaitkan dengan dugaan kampanye terselubung.

Baca Juga :  PT. KAI Siapkan Dua Kereta Eksekutif pada Masa Liburan Natal dan Tahun Baru 2024

Berita Terkait

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?
Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya
Update Terbaru! Isi Lengkap Putusan Mahkamah Agung Soal Suket Gibran yang Bikin Geger
Heboh! Judol Dianggap Tak Mendesak, tapi Konten “Meresahkan” Wajib Takedown 4 Jam, Warganet Murka!
Viral! Politikus Singapura Ancam Putus Internet 90 Persen ke Indonesia, Kini Klarifikasi

Berita Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 10:07 WIB

Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi

Sunday, 1 November 2026 - 09:45 WIB

Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!

Sunday, 1 November 2026 - 09:13 WIB

Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?

Saturday, 31 October 2026 - 08:35 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Pembalut di Indonesia Kena Pajak DJP, Segini Efektifnya

Berita Terbaru