Dampak Pergerakan Tanah di Tasikmalaya: 81 Keluarga Mengungsi

- Redaksi

Sunday, 23 February 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan tanah di Tasikmalaya  (Dok. Ist)

Pergerakan tanah di Tasikmalaya (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Pergerakan tanah kembali terjadi di Dusun Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kejadian ini berdampak pada 81 kepala keluarga atau sekitar 201 jiwa.

Kepala Desa Cikondang, Rosita, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah di wilayahnya bukanlah hal baru. Namun, kali ini dampaknya jauh lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya.

“Pergerakan tanah sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Ini yang paling berdampak, ada 40 rumah lebih rusak,” katanya, Sabtu (22/2/25) malam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, jumlah rumah yang terdampak kemungkinan masih akan bertambah karena pergerakan tanah masih terus berlangsung.

Bahkan, jalan utama yang menghubungkan dua desa serta jalur ke Pangandaran mulai rusak dan terancam putus. “Retakan di rumah-rumah yang awalnya hanya 1 cm kini bertambah menjadi 2 hingga 3 cm,” ujarnya.

Baca Juga :  Hubungan Psikologi dan Komunikasi: Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain rumah warga, beberapa sarana ibadah seperti masjid dan pondok pesantren juga mengalami kerusakan parah dan harus segera dirobohkan.

Pemerintah Desa telah menyediakan tempat pengungsian, tetapi kebanyakan warga memilih mengungsi ke rumah kerabat di luar Desa Cikondang.Rosita menjelaskan bahwa hujan deras menjadi pemicu utama pergerakan tanah kali ini.

“Setelah hujan sehari semalam, baru banyak warga yang melapor karena perubahan pergerakan tanah dan retakannya cukup cepat,” katanya.

Desa Cikondang berjarak sekitar 800 meter dari pusat retakan tanah. Rosita berharap pemerintah segera memberikan perhatian khusus agar bencana ini bisa ditangani dengan cepat.

Saat ini, petugas gabungan terus bersiaga di lokasi untuk memastikan keselamatan warga. Sementara itu, pemerintah daerah bersama BPBD masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Baca Juga :  KPU Malut Tunggu Usulan Pengganti Cagub Benny Laos yang Meninggal Kecelakaan Speedboat

Secara umum, pergerakan tanah adalah pergeseran massa tanah atau batuan yang bisa terjadi ke berbagai arah, baik mendatar, miring, maupun vertikal.

Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk gravitasi, arus air, dan tekanan dari beban di permukaan tanah.

Bencana ini perlu mendapat perhatian serius agar dampaknya bisa diminimalkan dan warga terdampak segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Berita Terkait

Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Panduan Lengkap untuk Desa dan Kelurahan
Apakah Hari Ini Ada Gerhana? Cek Faktanya di Sini!
Kapal Tanker Malaysia Dapat Izin Lewat Selat Hormuz dari Iran, Bagaimana Nasib Indonesia?
VIRAL! Ribuan Burung Gagak Berputar-Putar di Kota Israel, Apa Maknanya?
Panduan Lengkap Cara Bayar UTBK-SNBT 2026: Anti Ribet dan Cepat!
Pembelajaran Daring Batal: Dampak dan Solusi bagi Dunia Pendidikan
Apakah Samsat Buka Hari Ini? Cek Jadwal Terbaru dan Cara Mudah Bayar Pajak
Cara Bikin SKCK Via Online Terbaru 2026: Syarat dan Prosedur Lengkap

Berita Terkait

Saturday, 28 March 2026 - 11:22 WIB

Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Panduan Lengkap untuk Desa dan Kelurahan

Saturday, 28 March 2026 - 08:47 WIB

Apakah Hari Ini Ada Gerhana? Cek Faktanya di Sini!

Friday, 27 March 2026 - 15:34 WIB

Kapal Tanker Malaysia Dapat Izin Lewat Selat Hormuz dari Iran, Bagaimana Nasib Indonesia?

Thursday, 26 March 2026 - 14:56 WIB

VIRAL! Ribuan Burung Gagak Berputar-Putar di Kota Israel, Apa Maknanya?

Thursday, 26 March 2026 - 05:58 WIB

Panduan Lengkap Cara Bayar UTBK-SNBT 2026: Anti Ribet dan Cepat!

Berita Terbaru

Apakah Hari Ini Ada Gerhana

Berita

Apakah Hari Ini Ada Gerhana? Cek Faktanya di Sini!

Saturday, 28 Mar 2026 - 08:47 WIB