Jelaskan Salah Satu Cara Mengamalkan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Sehari-hari?

- Redaksi

Sunday, 30 November 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Cara Mengamalkan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Sehari-hari

Cara Mengamalkan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Sehari-hari

SwaraWarta.co.id – Disimak jelaskan salah satu mengamalkan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat sehari-hari? Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang memuat nilai-nilai luhur.

Mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan masyarakat, adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan adil.

Salah satu cara yang paling fundamental dan sering kita jumpai dalam mengamalkan nilai Pancasila adalah melalui Musyawarah untuk Mufakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inti Nilai Pancasila dalam Musyawarah

Musyawarah untuk mufakat merupakan perwujudan nyata dari sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Prinsip ini mengajarkan bahwa dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama, kita harus melakukannya dengan cara bermusyawarah (berdiskusi dan bertukar pikiran) untuk mencapai mufakat (kesepakatan bulat). Proses ini sangat penting karena:

  1. Menghargai Pendapat: Setiap warga memiliki hak untuk menyampaikan pandangannya, sesuai dengan nilai demokrasi.
  2. Mengutamakan Kepentingan Bersama: Hasil keputusan yang dicapai adalah demi kebaikan seluruh anggota masyarakat, bukan hanya segelintir orang.
  3. Wujud Kekeluargaan: Musyawarah dilakukan dalam semangat kekeluargaan dan persatuan, jauh dari sifat individualistis.
Baca Juga :  Bagaimana Makhluk Hidup dapat Muncul pada Masa Awal Pembentukan Bumi

Penerapan Musyawarah Mufakat di Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana cara kita mengamalkan musyawarah mufakat di lingkungan masyarakat? Contoh penerapannya sangat beragam, antara lain:

  • Rapat RT/RW: Ketika membahas jadwal kerja bakti, penentuan iuran kas RT, atau pembangunan fasilitas umum seperti pos kamling. Daripada memutuskan sendiri, ketua RT/RW mengajak seluruh warga berdiskusi hingga tercapai kesepakatan terbaik.
  • Pemilihan Pengurus: Saat memilih ketua lingkungan atau perwakilan warga, prosesnya harus melalui musyawarah agar terpilih pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi mayoritas.
  • Penyelesaian Masalah: Jika terjadi konflik antarwarga atau masalah sosial di lingkungan, penyelesaiannya dilakukan melalui mediasi dan musyawarah agar kedua belah pihak merasa dihargai dan solusi yang diambil bersifat adil.
Baca Juga :  Jika Pengadilan Memutuskan Bahwa PT Inovasi Tidak Melanggar Hak Cipta Maupun Hak Merek, Langkah Hukum Apa Yang Masih Bisa Diambil Oleh PT Kreasi

Dengan mengedepankan musyawarah mufakat, kita tidak hanya mengamalkan sila keempat, tetapi juga sekaligus mengamalkan nilai-nilai dari sila-sila lainnya:

  • Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Mufakat yang dicapai memperkuat persatuan dan kesatuan warga.
  • Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Adanya kesadaran bahwa setiap orang memiliki martabat yang sama dan hak untuk berpendapat.

Mengamalkan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat tidak harus dengan tindakan besar. Tindakan sederhana seperti ikut aktif dalam musyawarah, mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada, dan menerima hasil mufakat dengan ikhlas adalah wujud nyata dari warga negara yang Pancasilais.

Dengan musyawarah mufakat, kita menciptakan lingkungan yang demokratis, adil, dan rukun. Mari jadikan musyawarah sebagai budaya dalam setiap pengambilan keputusan komunal demi terciptanya masyarakat Indonesia yang berlandaskan Pancasila.

Baca Juga :  Menurut Kalian, Bagaimana Cara Museum Beradaptasi di Era Digital agar Tetap Menarik Bagi Generasi Muda?

 

Berita Terkait

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini
Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!
BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!
Mengapa Urban Farming Cocok Sebagai Awal Karier Green Jobs Bagi Milenial Kota? Begini Penjelasannya!
Mengapa Kalian Harus Memiliki Jiwa Toleran Terhadap Orang Lain? Begini Alasannya!
Mengapa Manusia Bisa Tergelincir ke Tempat yang Serendah-rendahnya? Berikut Penjelasannya!

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 09:42 WIB

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Thursday, 19 February 2026 - 15:10 WIB

130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini

Thursday, 19 February 2026 - 15:03 WIB

Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!

Sunday, 15 February 2026 - 11:49 WIB

BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!

Saturday, 14 February 2026 - 10:32 WIB

Mengapa Urban Farming Cocok Sebagai Awal Karier Green Jobs Bagi Milenial Kota? Begini Penjelasannya!

Berita Terbaru