Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Vulkanik Meningkat dengan Kolom Abu Capai 600 Meter

- Redaksi

Sunday, 11 August 2024 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Dari Lumajang diberitakan bahwa Gunung Semeru, yang juga berbatasan dengan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik-nya dengan serangkaian erupsi yang terjadi pada Minggu, 11 Agustus 2024.

Erupsi yang disertai letusan dan semburan abu vulkanik ini terjadi beberapa kali sejak dini hari.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erupsi pertama pada hari itu terjadi pada pukul 05.42 WIB, di mana kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Abu vulkanik yang dikeluarkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara.

Data dari seismograf menunjukkan amplitudo maksimum sebesar 23 mm dengan durasi erupsi selama 162 detik.

Sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 06.12 WIB, Semeru kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 mdpl.

Baca Juga :  Kapan Pencairan THR PNS 2025? Ini Perkiraan Jadwal dan Komponennya

Serupa dengan erupsi sebelumnya, abu yang dikeluarkan berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan kembali bergerak ke arah utara.

Erupsi kali ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 100 detik.

Tidak berselang lama, pukul 06.43 WIB, erupsi ketiga terjadi dengan kolom abu setinggi 500 meter yang teramati di atas puncak atau setinggi 4.176 mdpl.

Seperti dua erupsi sebelumnya, kolom abu bergerak ke arah utara dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal.

Durasi erupsi ini tercatat selama 99 detik dengan amplitudo maksimum 22 mm.

Puncaknya, pada pukul 06.49 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi yang lebih signifikan. Kolom abu yang dihasilkan mencapai ketinggian 600 meter di atas puncak atau sekitar 4.276 mdpl.

Kolom abu yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, dan kembali bergerak ke arah utara.

Baca Juga :  Helmi Budiman Hadiri Halaqah Kyai dan Santri Dalam Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2023 Kabupaten Garut

Seismograf mencatat amplitudo maksimum sebesar 22 mm dengan durasi erupsi selama 120 detik.

Menurut keterangan tertulis dari Yadi Yuliandi, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang, Gunung Semeru saat ini berada pada status Level II atau Waspada.

Hal ini berarti aktivitas vulkanik masih berlangsung dan potensi bahaya bagi masyarakat di sekitar gunung masih tinggi.

Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi penting kepada masyarakat.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh delapan kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena wilayah ini berpotensi terkena dampak awan panas dan aliran lahar.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Santri Asal Rembang Ditemukan Tewas Tersengat Listrik

Masyarakat juga disarankan untuk tidak beraktivitas pada radius 3 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap lontaran batu pijar yang bisa membahayakan keselamatan orang-orang.

Di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar.

Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Dengan kondisi yang terus berkembang, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari otoritas terkait untuk menghindari potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik ini.***

Berita Terkait

Menjawab Penasaran: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR di Tahun 2026?
Panduan Lengkap! Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax dengan Mudah
20 Tema Buka Puasa Bersama Perusahaan 2026 yang Kreatif, Kekinian & Berkesan
Momen Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo: “Saya Tidak Berani untuk Melawan Dia”
Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”
5 Adegan Video Amalia Mutya yang Viral di TikTok, Nomor 3 Bikin Netizen Tak Bisa Berkedip
Heboh! Isi Link Video Cukur Kumis 3 Menit 51 Detik yang Viral di TikTok, Ternyata Isinya Mengejutkan!
Full Video Nay TikTok Diduga Bocor! Netizen Heboh Sebut Isinya Pink Banget, Benarkah Ada Versi Lengkapnya?

Berita Terkait

Monday, 23 February 2026 - 11:05 WIB

Menjawab Penasaran: Apakah PPPK Paruh Waktu Dapat THR di Tahun 2026?

Monday, 23 February 2026 - 09:23 WIB

Panduan Lengkap! Cara Lapor SPT Tahunan PNS di Coretax dengan Mudah

Sunday, 22 February 2026 - 17:14 WIB

20 Tema Buka Puasa Bersama Perusahaan 2026 yang Kreatif, Kekinian & Berkesan

Sunday, 22 February 2026 - 14:34 WIB

Momen Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo: “Saya Tidak Berani untuk Melawan Dia”

Friday, 20 February 2026 - 21:43 WIB

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”

Berita Terbaru