Bagaimana Cara Mensucikan Najis Anjing? Ini Prosedurnya Menurut Hukum Islam

- Redaksi

Saturday, 7 September 2024 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara mensucikan najis anjing (Dok. Ist)

Cara mensucikan najis anjing (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan atau thaharah adalah hal yang sangat penting. Salah satu topik yang sering dipertanyakan terkait hal ini adalah bagaimana cara mensucikan najis anjing.

Anjing, sebagai hewan yang sering berinteraksi dengan manusia, dianggap memiliki najis yang berat (najis mughaladhah) menurut sebagian besar ulama.

Oleh karena itu, jika seseorang terkena air liur atau bagian tubuh anjing, ada prosedur tertentu yang harus diikuti untuk mensucikan najis tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artikel ini akan membahas secara rinci tentang apa itu najis anjing, bagaimana cara mensucikannya, dan landasan hukumnya menurut syariat Islam.

Pengertian Najis dalam Islam

Sebelum masuk ke dalam detail tentang cara mensucikan najis anjing, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu najis dalam konteks Islam.

Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor menurut syariat dan harus dibersihkan agar ibadah seperti shalat menjadi sah. Najis dibagi menjadi tiga kategori:

Baca Juga :  APA SAJA UPAYA YANG AKAN ANDA LAKUKAN UNTUK MEMPELAJARI TARGET PRILAKU? YUK MARI KITA BAHAS!

1. Najis Ringan (Najis Mukhaffafah) – Seperti air kencing bayi laki-laki yang masih menyusu.

2. Najis Sedang (Najis Mutawassitah) – Seperti kotoran manusia dan darah.

3. Najis Berat (Najis Mughaladhah) – Seperti najis dari anjing dan babi.

Najis anjing termasuk dalam kategori najis mughaladhah, yang memerlukan prosedur khusus untuk mensucikannya.

 Cara Mensucikan Najis Anjing Menurut Agama Islam

Menurut syariat Islam, mensucikan najis anjing tidak bisa dilakukan dengan cara biasa seperti membersihkan najis ringan atau sedang.

Ada prosedur khusus yang harus diikuti, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi bersabda:

“Apabila anjing menjilat wadah salah seorang di antara kalian, maka cucilah wadah itu tujuh kali, dan salah satunya harus dengan tanah.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Doa agar Allah SWT Menutup Aib Kita, Amalkan Pagi dan Sore Hari

Dari hadis ini, dapat diambil kesimpulan bahwa mensucikan najis anjing memerlukan langkah-langkah khusus, yaitu mencuci bagian yang terkena najis tujuh kali, dengan salah satunya menggunakan tanah. Berikut adalah langkah-langkahnya:

 1. Mengidentifikasi Bagian yang Terkontaminasi

Langkah pertama adalah memastikan bagian tubuh atau benda apa yang terkena najis anjing, biasanya air liur atau kontak langsung dengan kulit atau bulu anjing. Bagian ini harus dibersihkan segera untuk mencegah penyebaran najis.

 2. Mencuci dengan Air Bersih Tujuh Kali

Setelah bagian yang terkena najis diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mencucinya dengan air bersih sebanyak tujuh kali.

Penggunaan air adalah salah satu syarat utama dalam proses penyucian ini, sesuai dengan ketentuan syariat. Pastikan air yang digunakan bersih dan suci.

 3. Menggunakan Tanah pada Salah Satu Cucian

Dari tujuh kali pencucian, salah satunya harus dilakukan dengan tanah. Tanah dianggap sebagai media yang mampu menyucikan najis mughaladhah karena kandungan mineral dan kemampuannya untuk menghilangkan bakteri dan kotoran yang menempel pada permukaan yang terkontaminasi.

Baca Juga :  Jelaskan Bagaimana Agama dapat Menjadi Sumber Akhlak Bagi Individu dan Masyarakat Berikan Sumbernya: Persepektif dari Berbagai Kepercayaan

Cara yang umum adalah mencampurkan tanah dengan air hingga menjadi seperti pasta, kemudian digunakan untuk mencuci bagian yang terkena najis. Setelah itu, bagian tersebut dibilas dengan air bersih.

 4. Bilasan Terakhir dengan Air Bersih

Setelah tanah digunakan, langkah terakhir adalah membilas area yang terkena najis dengan air bersih untuk memastikan semua kotoran telah hilang dan area tersebut menjadi suci.

Mensucikan najis anjing memerlukan perhatian khusus karena termasuk dalam kategori najis berat menurut hukum Islam.

Prosedur yang harus diikuti meliputi mencuci bagian yang terkena najis sebanyak tujuh kali, dengan salah satunya menggunakan tanah.

Berita Terkait

Menurut Pendapat Anda, Bagaimana Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Jaringan dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar?
Mengapa ASN Perlu Memahami Konsep Kotak Sembilan untuk Pengembangan Karier? Simak Penjelasannya!
Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Bakteri? Begini Pembahasannya Secara Lengkap!
Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Dilaksanakan Secara Seimbang? Mari Kita Bahas!
Mengapa Siswa SD Sering Mengalami Kesulitan Memahami Hubungan antara Persen dan Perbandingan? Jelaskan Analisis Anda!
Bagaimana Kesadaran Guru Ketika Berefleksi? Simak Pembahasannya!
Jelaskan Makna Hadis Riwayat Ibnu Majah yang Menyatakan Bahwa Setiap Anak Itu Tergadai dengan Aqiqahnya? Yuk Mari Kita Bahas!
Jelaskan Definisi Administrasi dan Fungsi-fungsi Administrasi Bagi Dunia Usaha? Simak Pembahasannya dengan Lengkap!

Berita Terkait

Saturday, 7 November 2026 - 06:12 WIB

Menurut Pendapat Anda, Bagaimana Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Jaringan dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar?

Friday, 6 November 2026 - 13:29 WIB

Mengapa ASN Perlu Memahami Konsep Kotak Sembilan untuk Pengembangan Karier? Simak Penjelasannya!

Friday, 6 November 2026 - 11:13 WIB

Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Bakteri? Begini Pembahasannya Secara Lengkap!

Friday, 6 November 2026 - 09:22 WIB

Mengapa Hak dan Kewajiban Harus Dilaksanakan Secara Seimbang? Mari Kita Bahas!

Monday, 2 November 2026 - 11:00 WIB

Mengapa Siswa SD Sering Mengalami Kesulitan Memahami Hubungan antara Persen dan Perbandingan? Jelaskan Analisis Anda!

Berita Terbaru