Penetapan Tersangka Baru dalam Kasus Kecelakaan Bus Study Tour di Subang: Pengusaha dan Operator Terjerat Hukum

- Redaksi

Wednesday, 29 May 2024 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Tersangka Baru Kecelakaan Study Tour Ciater – SwaraWarta.co.id (Sumber: Tribun Jabar)

SwaraWarta.co.id – Dari lanjutan kasus kecelakaan maut yang melibatkan bus rombongan Study Tour di Ciater, Subang, Ditlantas Polda Jawa Barat menetapkan dua Tersangka baru, berinisial AI dan A.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, tersangka AI merupakan seorang pengusaha yang juga sebagai pemilik bengkel bus naas Trans Putera Fajar yang mengalami kecelakaan.

Sementara itu, tersangka A merupakan pihak yang ditunjuk untuk mengoperasionalkan bus naas tersebut.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, kedua tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum yang disebabkan oleh kelalaian dan kesengajaan.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan seorang tersangka, yakni sopir bus pariwisata rombongan SMK Lingga Kencana Depok yang berinisial S.

Korban meninggal dalam Kecelakaan tersebut mencapai 11 orang dengan puluhan orang lainnya luka-luka.

Tersangka A diketahui sengaja mengubah rancang bangun bus Trans Putera Fajar menggunakan surat keputusan rancang bangun karoseri yang tidak berizin.

BACA JUGA: Krisis Kesehatan di Rafah: Rumah Sakit Lumpuh Akibat Serangan Israel

Baca Juga :  Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih Sesuai dengan Sunah Rasulullah SAW

Hal lain yang memberatkan adalah bengkel yang dikelola tersangka A tidak mengantongi izin untuk mengubah dimensi kendaraan bus yang mengalami kecelakaan.

Tersangka A dipercaya oleh AI untuk mengoperasionalkan bus tersebut dan bertanggung jawab menyuruh sopir S membawa kendaraan bus yang membawa rombongan pelajar asal Depok.

Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa bus tersebut tidak laik jalan karena tidak memiliki surat izin operasional (KIR) yang masih berlaku.

Masa berlaku KIR bus tersebut telah kedaluwarsa sejak 6 Desember 2023. Tidak adanya ikatan kerja atau kontrak formal antara tersangka A dan sopir S memperburuk situasi, mengingat S hanya bekerja secara lepas (freelance) dan dihubungi oleh A saat dibutuhkan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 311 Undang-Undang Lalu Lintas juncto Pasal 55 KUHP subsider dan/atau Pasal 359 KUHP.

Hukuman yang dihadapi oleh para tersangka adalah pidana penjara selama 12 tahun atau denda sebesar Rp24 juta, serta pidana penjara tambahan selama 5 tahun.

Kecelakaan bus pariwisata ini memicu perhatian publik dan menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Polisi Grebek Warung Esek esek di Tangsel hingga Amankan 27 Orang

Kejadian ini juga menyoroti praktik ilegal yang melibatkan modifikasi kendaraan tanpa izin yang sah serta pengoperasian kendaraan yang tidak laik jalan.

Pelanggaran tersebut bukan hanya membahayakan nyawa penumpang, tetapi juga masyarakat umum yang berada di sekitar area kejadian.

Peran penting pemilik usaha dan operator kendaraan dalam memastikan keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas tidak boleh diabaikan.

BACA JUGA: Seorang Oknum PNS diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur


Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa kelalaian dan kesengajaan dalam aspek tersebut dapat berujung pada konsekuensi tragis dan penegakan hukum yang tegas.

Pihak berwenang, dalam hal ini Ditlantas Polda Jawa Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam menindaklanjuti setiap pelanggaran hukum yang terkait dengan keselamatan di jalan raya.

Diharapkan, kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pemilik usaha transportasi dan operator kendaraan untuk lebih bertanggung jawab dalam menjalankan bisnis mereka.

Pemerintah dan instansi terkait juga perlu memperketat pengawasan serta penegakan regulasi yang ada untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Baca Juga :  Semburan Air Setinggi 20 Meter di Sampang, Polisi Pasang Garis untuk Keamanan

Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam industri transportasi.

Upaya pencegahan melalui edukasi, pelatihan, dan inspeksi berkala harus ditingkatkan untuk memastikan bahwa semua kendaraan yang beroperasi di jalan raya memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

Dalam hal ini, koordinasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan teratur.

Penegakan hukum yang adil dan konsisten terhadap pelanggaran lalu lintas serta pemberian sanksi yang tegas kepada pelanggar diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.

Secara keseluruhan, tragedi kecelakaan bus pariwisata di Jalan Ciater, Kabupaten Subang, menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk lebih waspada dan bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Peran serta aktif dari semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih baik dan aman bagi seluruh pengguna jalan.***

Berita Terkait

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!
Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya
Polytron G3 dan G3+ Resmi Meluncur! Mobil Listrik Pertama Karya Anak Bangsa dengan Jarak Tempuh 402 Km
Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern
Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern
Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!
Kapan Jadwal Pelaksanaan TKA SD 2026? Simak Tanggal Penting dan Tahapannya di Sini!
Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS

Berita Terkait

Saturday, 28 February 2026 - 13:01 WIB

Berapa Besaran Zakat Fitrah di Tahun 2026? Berikut Besaran Resmi dari BAZNAS!

Saturday, 28 February 2026 - 12:45 WIB

Mengapa Indonesia Memilih Impor Mobil dari India? Ini 3 Alasan Utamanya

Friday, 27 February 2026 - 18:39 WIB

Isuzu Panther Reborn 2026 Resmi Bangkit! SUV Legendaris Kini Lebih Irit, Tangguh, dan Modern

Friday, 27 February 2026 - 18:35 WIB

Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur! Harga Rp240 Juta, MPV Legendaris Kini Lebih Irit dan Modern

Friday, 27 February 2026 - 10:56 WIB

Masih Nihil? Ini Dia Penyebab TPG Guru Madrasah PPG 2025 Belum Cair!

Berita Terbaru

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

Teknologi

Cara Cek Pulsa Smartfren Terbaru di Tahun 2026

Saturday, 28 Feb 2026 - 12:53 WIB