Wisata

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu Bandung: Gambaran Cinta Tak Pakai Logika

Swarawarta.co.id – Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung berapi yang terkenal di Jawa Barat, tepatnya di utara Kota Bandung.

Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.084 meter di atas permukaan laut dan dikenal dengan bentuknya yang unik menyerupai perahu terbalik.

Nama Tangkuban Perahu sendiri berasal dari bahasa Sunda, di mana “tangkuban” berarti terbalik, dan “perahu” berarti perahu.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Legenda Sangkuriang dalam Gunung Tangkuban Perahu

Salah satu aspek paling menarik dari Gunung Tangkuban Perahu adalah kisah legendaris yang menyertainya, yaitu legenda Sangkuriang.

Dalam cerita rakyat ini, Sangkuriang adalah seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang wanita cantik bernama Dayang Sumbi. 

Tanpa mengetahui bahwa Dayang Sumbi adalah ibunya sendiri, Sangkuriang melamarnya.

Dayang Sumbi, yang menyadari kebenarannya, mencoba menggagalkan niat Sangkuriang dengan memberikan syarat yang mustahil untuk dipenuhi.

Ia meminta Sangkuriang membangun sebuah danau dan perahu dalam satu malam.

Dengan kekuatan supranaturalnya, Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikan tugas tersebut.

Namun, Dayang Sumbi menipu Sangkuriang dengan membuatnya percaya bahwa hari telah pagi, sehingga ia marah dan menendang perahu yang hampir selesai.

Perahu tersebut terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Aktivitas Vulkanik dan Letusan

Secara geologis, Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung berapi aktif yang telah mengalami beberapa letusan dalam sejarahnya.

Letusan pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1826, dan hingga kini gunung tersebut masih menunjukkan aktivitas vulkanik berupa semburan gas belerang dan uap panas.

Pengunjung yang datang ke kawasan ini sering kali merasakan aroma khas belerang yang tercium dari kawah gunung, terutama Kawah Ratu, yang merupakan kawah terbesar.

Karena statusnya sebagai gunung berapi aktif, Tangkuban Perahu terus dipantau oleh Badan Vulkanologi Indonesia.

Beberapa letusan kecil terjadi dalam dekade terakhir, namun aktivitasnya tetap dalam batas aman untuk wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alamnya.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Mengupas Tuntas Kontroversi MSG: Apakah MSG Aman Dikonsumsi atau Simpan Bahaya Tersembunyi?

Siapa yang tidak suka dengan rasa gurih yang mampu membuat hidangan terasa lebih lezat? Seringkali,…

3 hours ago

Sebutkan Ciri-Ciri Teks Negosiasi yang Benar

SwaraWarta.co.id – Disimak baik-baik, kali ini kita akan membahas soal sebutkan cir-ciri teks negosiasi. Dalam…

3 hours ago

Mauro Zijlstra Semakin Dekat dengan Klub Persija Jakarta

SwaraWarta.co.id - Mauro Zijlstra semakin dekat dengan Persija Jakarta. Berdasarkan pemberitaan dari media olahraga terkemuka…

5 hours ago

Bagaimana Cara Kita Menghargai Jasa Para Pahlawan di Era Modern? Simak Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara kita menghargai jasa para pahlawan? Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini…

6 hours ago

Bagaimana Anda Menerapkan Inspirasi Tersebut untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi? Ketik Minimal 1 Penerapan untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi!

SwaraWarta.co.id – Bagaimana Anda menerapkan inspirasi tersebut untuk kemajuan penguasaan kompetensi? Dalam perjalanan profesional, inspirasi…

6 hours ago

Menurut Kalian Bagaimana Cara Berselancar di Internet yang Aman?

SwaraWarta.co.id – Menurut kalian bagaimana cara berselancar di internet yang aman? Di era digital yang…

8 hours ago