Anthon Sihombing (Dok. Ist)
SwaraWarta.co.id – Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Anthon Sihombing, menilai bahwa Presiden Terpilih Prabowo Subianto telah cerdas dalam memilih menteri dan wakil menteri untuk kabinet pemerintahan 2024-2029.
Menurut Anthon, komposisi para menteri yang dipilih Prabowo cukup baik dan memberikan harapan untuk kemajuan Indonesia di masa depan.
“Saya melihat komposisi dari mereka-mereka yang dipanggil oleh Pak Prabowo sudah cukup baik dan memberi harapan akan kemajuan Indonesia ke depannya,” kata Anthon dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan bahwa gabungan antara anggota partai politik dan kalangan profesional menjanjikan, dan para menteri serta wakil menteri yang terpilih nantinya perlu memiliki target kerja yang jelas sesuai dengan visi dan misi pemerintahan.
Anthon menekankan beberapa hal penting yang perlu dicapai Indonesia ke depan, yaitu, Swasembada Pangan, Swasembada Sumber Daya Alam, Perhubungan, Pendidikan, Semangat Toleransi dan Penguatan Ketahanan dan Keamanan
Anthon optimis bahwa Prabowo memiliki kapasitas untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Ia percaya bahwa Indonesia akan semakin maju di bawah kepemimpinan Prabowo.
“Saya berkeyakinan Indonesia akan lebih maju lagi di bawah kepemimpinan Pak Prabowo,” ujar Anthon menambahkan.
SwaraWarta.co.id - Di era digital yang serba terhubung, kebocoran data pribadi menjadi ancaman nyata. Salah…
SwaraWarta.co.id - Jelaskan hakikat manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan spiritual. bagaimana hakikat tersebut menjadi…
SwaraWarta.co.id - Para Nakama yang tidak sabar menantikan kelanjutan pertarungan di Elbaf akhirnya bisa sedikit…
SwaraWarta.co.id – Mengapa Laksamana Muda Tadashi Maeda mengizinkan kediamannya dijadikan tempat pertemuan dan perumusan naskah…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana Anda menerapkan inspirasi tersebut untuk kemajuan penguasaan kompetensi? Inspirasi bisa datang kapan…
SwaraWarta.co.id - Jelaskan pengertian dan ruang lingkup filsafat ketuhanan serta perbedaannya dengan pendekatan teologis-dogmatis. bagaimana…