Swarawarta.co.id – Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), memberikan tanggapan terkait pembatalan pameran lukisan Yos Suprapto di Galeri Nasional yang terjadi pekan lalu.
Menurut Jokowi, karya seni Yos Suprapto merupakan bagian dari ekspresi politik seorang seniman.
Jokowi menyatakan bahwa ia baru mengetahui pembatalan tersebut melalui ajudannya dan menilai bahwa karya seni bisa mencerminkan pandangan politik dari penciptanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya siang tadi saya baru dengar dari Mas Syarif (ajudan) mengenai itu. Menurut saya, mengenai itu kreativitas, seniman yang harus kita hargai dan juga bentuk sebuah aspirasi politik yang dituangkan dalam sebuah lukisan, yang harus kita hargai,” kata Jokowi.
Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokratis seharusnya memberikan penghargaan terhadap karya seni, termasuk jika sebuah lukisan dianggap mirip dengan dirinya.
“Ya harus kita hargai. Jadi kalau dipamerkan, ya kita kan apa, katanya negara demokrasi, he-he…. (Lukisan diduga mirip Bapak?) Saya kira nggak ada masalah,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembatalan pameran tersebut seharusnya tidak menghalangi kebebasan kreativitas seniman yang harus tetap dihormati.
“Ya saya kan nggak tahu lukisan yang mana yang boleh dipamerkan. Tapi saya kira itu bentuk kreativitas seniman yang harus kita hargai,” bebernya
SwaraWarta.co.id - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan Ramadan, umat Muslim disambut dengan bulan…
SwaraWarta.co.id - Setelah merayakan kemenangan di hari raya Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah…
SwaraWarta.co.id - Momen hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dipenuhi dengan kehangatan silaturahmi.…
SwaraWarta.co.id - Hasil veda ega pratama Moto3 di Brasil pada seri kedua Moto3 2026 mencatatkan babak…
SwaraWarta.co.id - Siapa bilang bermain media sosial hanya sekadar hobi? Di tahun 2026 ini, TikTok…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda merasa khawatir dokumen penting Anda disalin tanpa izin? Atau mungkin Anda…