Dorongan Tegas untuk Presiden Prabowo Terkait Dugaan Korupsi Minyak Mentah di Pertamina

- Redaksi

Thursday, 6 March 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

swarawarta.co.id – Presiden Prabowo Subianto mendapat desakan untuk mengambil langkah tegas dalam menangani dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga. 

Kasus ini disebut merugikan negara dengan jumlah signifikan dan berdampak langsung pada masyarakat luas.

Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai Presiden Prabowo perlu mengevaluasi Menteri BUMN Erick Thohir.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pemimpin tertinggi di BUMN, Erick dianggap kurang cermat hingga kecolongan dalam pengawasan.

Senada dengan Wasisto, Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah juga mendorong Prabowo untuk bersikap tegas terhadap bawahannya.

“Saya pikir kasus korupsi di Pertamina perlu mendapat perhatian serius dari Presiden karena nominalnya yang terbesar sepanjang sejarah korupsi di Indonesia. Untuk Erick Thohir lebih kepada ketidakcermatan dalam menganalisa laporan hasil kinerja dan juga pengawasan/audit terhadap pelaksanaan tugas dan tanggungjawab direksi,” kata Wasisto, Rabu (5/3).

Baca Juga :  Jajaran Lapas Pematangsiantar Ikuti Apel Bersama Menteri Hukum dan HAM secara Virtual

Menurutnya, ketegasan tersebut diperlukan demi menjaga kepentingan rakyat dan memastikan transparansi dalam penegakan hukum.

“Kelalaian Erick Tohir sebagai pengelola BUMN yang alami kerugian karena tindakan kejahatan atau korupsi, membuat Erick layak diusut sekaligus didesak mundur,” kata Dedi.

Dedi juga meminta Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk menindak semua pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

“Bagaimanapun Erick Tohir tidak dapat lepas dari tanggungjawab korupsi di Pertamina, dan di badan usaha lainnya terlebih kasusnya adalah kerugian negara,” ucap Dedi.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam penyelidikan, termasuk menjawab spekulasi yang mengaitkan nama pengusaha Boy Thohir dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Erick Thohir menyatakan siap melakukan evaluasi menyeluruh di tubuh PT Pertamina.

Baca Juga :  Tanpa Anwar Usman, MK Gelar " Gugatan Ulang" Batas Usia Capres Cawapres Hari Ini

Kementerian BUMN juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi konkret.

Erick menegaskan bahwa dirinya akan bersikap kooperatif dalam proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Ia juga berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola di BUMN guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Kasus ini menjadi perhatian publik, dan langkah tegas dari pemerintah diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan pelat merah tersebut.

Berita Terkait

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!
Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?
Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!
Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!
OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya
Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!
Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 09:20 WIB

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!

Wednesday, 21 October 2026 - 07:15 WIB

Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?

Tuesday, 20 October 2026 - 07:52 WIB

Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!

Monday, 19 October 2026 - 10:19 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

Berita Terbaru