IHSG BEI Merosot Seiring Tren Pelemahan Pasar Saham Asia dan Global

- Redaksi

Monday, 5 August 2024 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Dari dunia bursa saham, pada penutupan perdagangan Senin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan.

IHSG melemah 248,47 poin atau 3,40 persen, bertengger di level 7.059,64. Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga turun 28,65 poin atau 3,12 persen ke posisi 890,70.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koreksi pada pasar saham Asia dan tekanan aksi jual turut mempengaruhi pelemahan IHSG.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam laporannya di Jakarta, Senin, mengungkapkan bahwa perilaku hati-hati para pelaku pasar dipicu oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kurang menggembirakan.

Pada akhir pekan sebelumnya, data nonfarm payrolls AS hanya meningkat 114.000, jauh di bawah perkiraan yang sebesar 175.000.

Baca Juga :  Lowongan PT Reska Multi Usaha (Kai Services) Untuk SMA/SMK Posisi Packaging Food Regional Nganjuk

Selain itu, tingkat pengangguran atau unemployment rate naik menjadi 4,3 persen, di atas ekspektasi yang hanya sebesar 4,1 %.

Angka-angka ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi AS, bahkan resesi, sehingga pasar menjadi lebih waspada.

Di sisi lain, ekonomi Indonesia juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II 2024 mencapai 5,05 % year on year (yoy), sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11 persen.

Meskipun demikian, perlambatan ini masih dinilai wajar mengingat faktor musiman yang mempengaruhi aktivitas ekonomi dalam negeri.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sudah berada di zona merah dan bertahan di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, kondisi ini tidak berubah hingga perdagangan saham ditutup.

Baca Juga :  KPU Jelaskan Alasan Panelis Tidak Ikut Mengutarakan Pertanyaan dalam Debat Capres Cawapres

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami penurunan.

Sektor energi mencatat penurunan terdalam sebesar 9,49 %, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 4,69 persen dan 3,73 %.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar adalah DART, SONA, CAMP, HELI, dan LABS.

Sementara itu, saham-saham yang mencatat penurunan terbesar meliputi BREN, SSIA, CUAN, SMGA, dan TINS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.351.094 kali transaksi dengan total volume perdagangan mencapai 24,94 miliar lembar saham, senilai Rp14,28 triliun.

Dari keseluruhan perdagangan, sebanyak 62 saham menguat, 592 saham melemah, dan 134 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Di pasar saham regional Asia, tren pelemahan juga terlihat. Indeks Nikkei di Jepang turun 4.451,29 poin atau 12,40 persen ke level 31.458,40.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Selama 3 Jam, Tebing Setinggi 20 Meter di Trenggalek Timpa Rumah Warga

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 247,15 poin atau 1,46 % ke posisi 16.698,35.

Indeks Shanghai di Tiongkok turun 44,64 poin atau 1,54 persen ke level 2.860,69. Sementara itu, indeks Strait Times di Singapura melemah 137,78 poin atau 4,07 persen ke level 3.243,66.

Pelemahan yang terjadi di bursa saham Asia dan global ini menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap IHSG,

mencerminkan sentimen pasar yang dipengaruhi oleh data ekonomi global yang tidak sesuai harapan serta kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di negara-negara besar.

Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan memperhatikan perkembangan ekonomi global dan domestik dalam mengambil keputusan investasi.***

Berita Terkait

HEBOH! Link Video Bilqis Luvena Versi 12 Detik dan 27 Detik Viral, Ternyata Ini Fakta Aslinya!
Bikin Iri! Bos Restoran China Ini Hadiahi Karyawannya Mobil BMW Rp800 Juta, Ternyata Ini Alasannya yang Bikin Haru!
 Liburan ke Bali Berujung Bui! Kronologi Lengkap Penangkapan Buronan Penipuan Rp50 Miliar
Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!
Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024
BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!
Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!
Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Sunday, 11 October 2026 - 10:42 WIB

HEBOH! Link Video Bilqis Luvena Versi 12 Detik dan 27 Detik Viral, Ternyata Ini Fakta Aslinya!

Sunday, 11 October 2026 - 10:33 WIB

Bikin Iri! Bos Restoran China Ini Hadiahi Karyawannya Mobil BMW Rp800 Juta, Ternyata Ini Alasannya yang Bikin Haru!

Sunday, 11 October 2026 - 10:27 WIB

 Liburan ke Bali Berujung Bui! Kronologi Lengkap Penangkapan Buronan Penipuan Rp50 Miliar

Saturday, 10 October 2026 - 17:39 WIB

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

Saturday, 10 October 2026 - 11:33 WIB

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

Berita Terbaru