Pendidikan

Hal Apa yang Perlu Diperhatikan dalam Penerapan Experiental Learning?

SwaraWarta.co.id – Hal apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan experinetal learning? Experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman menjadi metode yang semakin populer dalam dunia pendidikan dan pelatihan.

Metode ini menekankan pada proses belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya dari teori atau ceramah.

Namun, agar penerapannya efektif, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Tujuan Pembelajaran yang Jelas

Langkah pertama dalam penerapan experiential learning adalah merumuskan tujuan pembelajaran secara spesifik.

Tanpa tujuan yang jelas, peserta mungkin hanya “bermain” tanpa benar-benar belajar. Tujuan ini akan menjadi panduan dalam merancang aktivitas dan evaluasi hasil belajar.

  1. Desain Aktivitas yang Relevan

Aktivitas experiential learning harus sesuai dengan konteks materi yang diajarkan. Misalnya, untuk pembelajaran kepemimpinan, simulasi kerja tim atau permainan peran bisa menjadi pilihan tepat. Aktivitas harus cukup menantang, tetapi tidak membuat peserta merasa kewalahan.

  1. Refleksi yang Terstruktur

Pengalaman belajar tidak akan bermakna tanpa refleksi. Fasilitator perlu menyediakan waktu khusus agar peserta dapat merenungkan apa yang mereka alami, pelajari, dan bagaimana hal itu bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Teknik seperti diskusi kelompok kecil atau jurnal refleksi sangat bermanfaat dalam tahap ini.

  1. Peran Aktif Peserta

Experiential learning mengandalkan keterlibatan aktif peserta. Oleh karena itu, fasilitator harus mendorong setiap individu untuk terlibat secara penuh, baik dalam aktivitas maupun proses refleksi. Keterlibatan ini akan meningkatkan pemahaman dan retensi materi.

  1. Peran Fasilitator yang Tepat

Fasilitator bukan hanya penyampai materi, tetapi juga sebagai pemandu proses. Mereka harus mampu menciptakan suasana yang aman, mendukung, dan terbuka agar peserta merasa nyaman dalam berbagi pengalaman serta pendapat.

  1. Evaluasi dan Umpan Balik

Evaluasi dalam experiential learning tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Umpan balik yang konstruktif dari fasilitator maupun rekan belajar sangat penting untuk memperkuat pengalaman belajar.

Penerapan experiential learning memerlukan perencanaan matang dan keterlibatan aktif semua pihak. Dengan memperhatikan aspek-aspek di atas, metode ini dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berdampak jangka panjang.

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Cara Membuat Martabak Manis Anti Gagal dan Bisa Dilakukan di Rumah

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa tahap cara membuat martabak manis dengan mudah. Siapa yang bisa menolak…

2 days ago

Mengapa Waktu Revolusi Bulan Terhadap Bumi Lebih Pendek Dibanding Revolusi Bumi Terhadap Matahari?

SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan membahas mengapa waktu revolusi bulan terhadap bumi lebih pendek…

3 days ago

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

SwaraWarta.co.id - Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus memanas, Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Arab. Inti…

3 days ago

Langkah Pasti! Cara Hapus Akun Kredivo Secara Permanen dan Aman

SwaraWarta.co.id - Memutuskan untuk berhenti menggunakan layanan PayLater adalah langkah besar menuju kesehatan finansial yang…

3 days ago

Kreatif dan Ekonomis! Cara Membuat Kemoceng dari Tali Rafia yang Awet

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara membuat kemocengdari tali rafia? Menjaga kebersihan rumah tidak selalu harus mengeluarkan…

3 days ago

Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026

SwaraWarta.co.id – Ada beberapa orang terkaya di dunia di tahun 2026 saat ini. Khusus di…

3 days ago