Categories: Pendidikan

JELASKAN Tentang Pemikiran Empirisme Dari Hobbes Yang Bertolak Belakang Dengan Rasionalisme!

Thomas Hobbes, filsuf berpengaruh abad ke-17, memberikan kritik tajam terhadap rasionalisme, aliran filsafat yang menekankan akal budi sebagai sumber utama pengetahuan. Hobbes menentang pandangan rasionalis tentang ide-ide bawaan dan sebaliknya, ia mencetuskan pemikiran empirisme yang berpengaruh besar pada perkembangan filsafat selanjutnya.

Rasionalisme, yang dianut oleh filsuf seperti Descartes, berpendapat bahwa pengetahuan dasar sudah ada di dalam pikiran manusia sejak lahir. Pengetahuan ini kemudian dikembangkan melalui penalaran deduktif. Hobbes beranggapan pendekatan ini terlalu spekulatif dan kurang berdasar pada kenyataan.

Empirisme Hobbes: Pengalaman Indrawi sebagai Sumber Pengetahuan

Hobbes mengemukakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi. Ia menggunakan analogi “tabula rasa” atau “papan tulis kosong” untuk menggambarkan pikiran manusia saat lahir. Pikiran manusia, menurut Hobbes, awalnya kosong dan pengetahuan dibentuk melalui interaksi dengan dunia luar melalui pancaindra.

Proses ini dimulai dengan sensasi. Sensasi adalah tanggapan langsung terhadap rangsangan dari dunia luar yang ditangkap oleh pancaindra. Sensasi ini kemudian diolah oleh pikiran menjadi imajinasi, ingatan, dan akhirnya pengalaman. Pengalaman inilah yang membentuk pengetahuan kita.

Tahapan Kognisi menurut Hobbes

Hobbes menjelaskan proses kognisi secara sistematis, yang meliputi beberapa tahapan: Pertama, sensasi (sensation) sebagai tanggapan indrawi terhadap rangsangan. Kedua, imajinasi (imagination) yaitu sensasi yang tersimpan sementara dalam pikiran. Ketiga, ingatan (memory) yaitu imajinasi yang menetap lebih lama. Keempat, pengalaman (experience) merupakan akumulasi ingatan. Terakhir, penalaran (reasoning) yaitu pengolahan pengalaman untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih kompleks.

Penting untuk dicatat bahwa penalaran dalam pandangan Hobbes tetap bersifat mekanis dan materialistis, bukan spekulatif seperti yang dianut oleh rasionalis. Pengetahuan terbentuk secara bertahap, bukan merupakan wahyu atau intuisi.

Nominalisme Hobbes: Menolak Universalitas Abstrak

Hobbes juga seorang nominalis ekstrem. Ia menolak keberadaan konsep-konsep universal seperti “kebaikan” atau “keadilan” sebagai entitas terpisah dari objek-objek individual. Konsep-konsep universal, menurut Hobbes, hanyalah label atau nama (names) yang kita gunakan untuk memudahkan komunikasi dan pengelompokan.

Pandangan nominalis Hobbes ini berimplikasi pada penolakannya terhadap generalisasi abstrak yang tidak berakar pada pengalaman empiris. Kebenaran, menurut Hobbes, bersifat kontekstual dan selalu terkait dengan pengalaman konkret.

Implikasi Empirisme Hobbes dalam Ilmu Pengetahuan dan Politik

Empirisme Hobbes memiliki implikasi luas dalam ilmu pengetahuan. Ia menekankan pentingnya observasi, eksperimen, dan verifikasi empiris sebagai metode untuk memperoleh pengetahuan yang valid. Pengetahuan yang tidak dapat diuji secara empiris dianggap tidak sahih.

Dalam bidang politik, Hobbes menggunakan pendekatan empiris untuk memahami sifat manusia dan membangun teori negara. Ia berpendapat bahwa negara harus didasarkan pada pemahaman yang realistis tentang sifat manusia, bukan pada spekulasi metafisik. Penguasa yang kuat diperlukan untuk mencegah kekacauan dan perang saudara.

Perbandingan Empirisme Hobbes dengan Rasionalisme

Tabel perbandingan berikut merangkum perbedaan mendasar antara empirisme Hobbes dan rasionalisme:

Aspek Rasionalisme Empirisme Hobbes
Sumber Pengetahuan Akal budi, ide bawaan, intuisi Pengalaman inderawi, observasi, eksperimen
Pandangan tentang Ide Ada ide bawaan, konsep universal Tidak ada ide bawaan, semua dari pengalaman
Metode Spekulatif, deduktif Induktif, observasi, eksperimen
Konsep Universal Ada, bersifat mutlak Hanya nama (nominalisme), tidak mutlak

Kesimpulannya, empirisme Hobbes menawarkan pendekatan alternatif terhadap pengetahuan yang berpusat pada pengalaman indrawi dan pengujian empiris. Ia memberikan kontribusi signifikan pada perkembangan ilmu pengetahuan modern dan filsafat selanjutnya.

Meskipun Hobbes dikenal karena pandangannya yang materialistis dan pesimistis tentang manusia, pemikirannya yang menekankan pengalaman dan observasi tetap menjadi warisan berharga dalam tradisi filsafat Barat.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Kapan Cap Go Meh di Tahun 2026? Catat Tanggal dan Tradisinya!

SwaraWarta.co.id - Setelah semarak perayaan Tahun Baru Imlek berlalu, masyarakat Tionghoa biasanya menantikan satu momen…

10 minutes ago

Mudik Gratis Jasa Raharja 2026: Kapan Pendaftaran Dibuka?

SwaraWarta.co.id - Momen mudik atau pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan tradisi tahunan…

34 minutes ago

Postinor Obat Apa? Mengenal Fungsi, Cara Kerja, dan Aturan Pakainya

SwaraWarta.co.id - Bagi pasangan yang sedang menjalani program keluarga berencana atau ingin menunda kehamilan, pertanyaan…

42 minutes ago

5 Kelebihan POCO F8 Ultra: Sang Monster “True Flagship” dengan Inovasi Audio Bose

SwaraWarta.co.id – Apa saja kelebihan POCO F8 Ultra? POCO kembali mengguncang pasar smartphone tanah air…

49 minutes ago

Final Piala Asia Futsal 2026: Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Iran Malam Ini

SwaraWarta.co.id - Sejarah baru sedang dipertaruhkan malam ini! Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi raksasa Asia,…

1 day ago

5 Cara Menutup Kartu Kredit Bank Mega dengan Mudah dan Aman

SwaraWarta.co.id - Memutuskan untuk berhenti menggunakan kartu kredit adalah langkah besar dalam manajemen keuangan pribadi.…

1 day ago