Apa Itu Ideologi Terbuka
SwaraWarta.co.id – Pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang kaku dan dogmatis.
Namun, tahukah kamu bahwa esensi sebenarnya dari Pancasila adalah ideologi terbuka? Konsep ini membuatnya unik.
Sebagai sebuah ideologi, Pancasila tidak lahir dari doktrin tunggal, melainkan dari nilai-nilai luhur yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia. Ia adalah cerminan dari budaya, agama, dan adat istiadat yang beragam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara sederhana, ideologi terbuka adalah sebuah sistem pemikiran yang sifatnya fleksibel dan dinamis. Ia tidak bersifat dogmatis dan dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman serta berbagai pemikiran baru.
Pancasila berbeda dengan ideologi lain seperti komunisme atau liberalisme yang bersifat tertutup dan cenderung dogmatis. Ideologi tertutup seringkali memaksakan ajarannya tanpa ruang untuk dialog atau adaptasi.
Lalu, apa saja ciri-ciri yang membuat Pancasila pantas disebut sebagai ideologi terbuka? Ini adalah poin-poin penting yang membedakannya.
Pertama, nilai-nilai dasar Pancasila bersifat universal dan abadi, tidak terikat oleh waktu dan tempat. Nilai-nilai seperti Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial tetap relevan.
Kedua, nilai-nilai instrumental dan praksisnya dapat beradaptasi dengan dinamika masyarakat. Contohnya, undang-undang atau kebijakan pemerintah bisa berubah.
Konsep ini sangat penting agar Pancasila tidak menjadi fosil sejarah yang tidak relevan. Dengan sifatnya yang terbuka, Pancasila dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat.
Ia juga mampu menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Tanpa sifat terbuka ini, Pancasila akan sulit menjadi pedoman di era modern yang penuh perubahan.
Dengan demikian, Pancasila sebagai Ideologi Terbuka memungkinkan kita untuk terus berefleksi dan berinovasi. Ia tidak membatasi, melainkan memberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang.
Pancasila adalah warisan berharga yang harus kita jaga dan implementasikan. Sifatnya yang terbuka menjamin bahwa ia akan terus relevan.
Dengan memahami konsep ini, kita dapat melihat bahwa Pancasila bukanlah dogma, melainkan sebuah kompas moral. Ia membimbing kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Jadi, jangan ragu untuk terus mempelajari dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia adalah fondasi kuat yang tak lekang oleh zaman.
SwaraWarta.co.id - Insiden memilukan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, ketika seorang pengemudi ojek online…
SwaraWarta.co.id – Sebuah insiden memilukan terjadi saat demo di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025), ketika…
SwaraWarta.co.id - Pernah merasa insecure karena noda-noda gelap yang ditinggalkan oleh jerawat? Tenang, kamu tidak…
SwaraWarta.co.id - Donat kentang, siapa yang bisa menolaknya? Camilan manis nan legit ini memang selalu…
SwaraWarta.co.id – Persib Bandung secara resmi mengumumkan perekrutan gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, sebagai amunisi…
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu merasa frustrasi saat mencari barang yang sangat dibutuhkan, tapi ternyata stoknya…