Pendidikan

Cara Menghitung Laba Bersih: Panduan Lengkap untuk Pemula

SwaraWarta.co.id – Memahami kesehatan finansial bisnis adalah kunci kesuksesan. Di antara semua metrik keuangan, cara menghitung laba bersih merupakan hal mendasar yang wajib dikuasai setiap pemilik usaha.

Laba bersih adalah indikator utama untuk melihat apakah bisnis Anda benar-benar menghasilkan uang atau justru mengalami kerugian.

Apa itu Laba Bersih?
Laba bersih (net profit) adalah jumlah uang yang tersisa setelah seluruh pendapatan (revenue) dikurangi semua biaya dan pengeluaran bisnis dalam periode tertentu. Angka inilah yang menunjukkan profitabilitas sebenarnya dari usaha Anda.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumus dan Cara Menghitung Laba Bersih

Rumus menghitung laba bersih sangat sederhana:

Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Biaya

Namun, dalam praktik akuntansi yang lebih detail, perhitungannya dijabarkan sebagai berikut:

  1. Hitung Pendapatan Kotor: Kumpulkan semua pendapatan yang diperoleh bisnis dari penjualan barang atau jasa.
  2. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP): Jumlahkan semua biaya langsung yang terkait dengan produksi barang atau jasa yang dijual, seperti biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.
  3. Hitung Laba Kotor: Kurangi HPP dari Pendapatan Kotor.
    • Laba Kotor = Pendapatan Kotor – HPP
  4. Hitung Total Beban Operasional dan Lainnya: Jumlahkan semua beban tidak langsung, seperti gaji karyawan, sewa, utilitas (listrik, air), pemasaran, dan bunga pinjaman.
  5. Hitung Laba Bersih: Kurangi Total Beban dari Laba Kotor.
    • Laba Bersih = Laba Kotor – Total Beban Operasional & Lainnya

Contoh Simulasi Perhitungan:

Sebuah toko online memiliki:

  • Pendapatan Kotor: Rp 100.000.000
  • HPP: Rp 40.000.000
  • Beban Operasional: Rp 35.000.000

Perhitungannya:

  • Laba Kotor = Rp 100.000.000 – Rp 40.000.000 = Rp 60.000.000
  • Laba Bersih = Rp 60.000.000 – Rp 35.000.000 = Rp 25.000.000

Dari contoh ini, laba bersih perusahaan adalah Rp 25 juta.

 

Menguasai cara menghitung laba bersih adalah langkah penting dalam mengelola keuangan bisnis. Dengan mengetahui angka pastinya, Anda dapat mengevaluasi kinerja, menyusun strategi yang lebih baik, dan mengambil keputusan yang tepat untuk pertumbuhan usaha.

Lakukan perhitungan ini secara rutin (bulanan atau triwulan) untuk memantau kondisi finansial bisnis Anda dengan akurat.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Jangan Sampai Salah! NIK Kepala Unit Keluarga di Coretax Diisi Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Saat mengisi data di sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak, banyak wajib pajak dibuat bingung…

27 minutes ago

Banyak yang Salah Isi! Nama Bank/Institusi Penerima Investasi Kode 0301 SPT Tahunan Ternyata Begini Cara Benarnya

Saat mengisi SPT Tahunan di sistem Coretax, banyak wajib pajak kebingungan pada bagian kode 0301…

2 hours ago

Pegadaian Tutup Lebaran 2026? Catat Tanggal Libur dan Jadwal Buka Kembali agar Tidak Salah Datang

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak masyarakat mulai mencari informasi penting terkait layanan keuangan, termasuk…

4 hours ago

Daftar Nomor NPWP Sekuritas untuk Lapor SPT di Coretax: Stockbit, BCA Finance, Indopremier, hingga Bank Panin!

Pelaporan pajak tahunan kini semakin mudah dengan hadirnya sistem Coretax DJP dari Direktorat Jenderal Pajak.…

4 hours ago

Geger! Video Ojol Bali Viral Diduga Libatkan WNA Australia, Ini Fakta yang Bikin Warganet Heboh

Jagat media sosial kembali diramaikan oleh beredarnya video ojol Bali viral yang disebut-sebut melibatkan seorang…

5 hours ago

20 Ucapan Selamat Mudik Lebaran yang Unik dan Lucu, Bikin Perjalanan Makin Seru!

SwaraWarta.co.id – Kali ini kita akan mengulas mengenai apa saja ucapan selamat mudik lebaran yang…

5 hours ago