Bagaimana Bentuk Sistem Kepercayaan pada Masa Bercocok Tanam
SwaraWarta.co.id – Masa bercocok tanam, sering disebut juga periode Neolitikum, merupakan salah satu tonggak terpenting dalam sejarah peradaban manusia.
Perubahan dari pola hidup nomaden (berburu dan meramu) menjadi menetap (bertani) tidak hanya mengubah cara manusia bertahan hidup, tetapi juga membentuk ulang sistem kepercayaan dan pandangan dunia mereka.
Pada masa ini, bentuk sistem kepercayaan menjadi lebih terstruktur dan berpusat pada unsur-unsur alam serta hubungan dengan para leluhur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua konsep kepercayaan utama yang sangat menonjol pada masa bercocok tanam adalah Animisme dan Dinamisme.
Karena kehidupan menetap dan kebutuhan akan kesuburan tanah, muncul pula praktik pemujaan roh leluhur. Para leluhur yang telah meninggal diyakini tidak sepenuhnya hilang, melainkan berpindah ke dunia gaib dan masih memiliki kekuatan untuk melindungi atau mencelakai keturunan mereka.
Kepercayaan ini memunculkan tradisi pendirian bangunan atau monumen batu besar (kebudayaan Megalitikum), seperti Dolmen (meja batu), Menhir (tugu batu), dan Sarkofagus (peti mayat batu), yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dan penghormatan kepada roh para pendahulu. Tujuan utama dari ritual ini adalah memohon kesuburan tanah, keselamatan, dan panen yang melimpah.
Sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam sangat erat kaitannya dengan siklus tanam dan panen. Ritual-ritual diadakan untuk memastikan kesuburan (fertilitas) tanah, memanggil hujan, atau mengusir hama. Ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang ketergantungan hidup mereka pada perubahan musim dan kemurahan alam.
Sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam adalah fondasi spiritual yang menggabungkan rasa hormat terhadap roh-roh alam (Animisme), pengakuan terhadap kekuatan misterius (Dinamisme), dan pemujaan kepada leluhur sebagai perantara. Bentuk-bentuk kepercayaan ini menjadi pedoman moral dan sosial bagi masyarakat agraris purba.
SwaraWarta.co.id – Kenapa Arab Saudi menyerang Yaman? Konflik Yaman memasuki babak baru yang tak terduga.…
SwaraWarta.co.id - Wonosobo, yang sering dijuluki sebagai "Kota di Atas Awan," tidak hanya menawarkan keindahan…
SwaraWarta.co.id - Bagi umat Muslim yang sering melakukan perjalanan jauh (musafir) atau sedang berada dalam…
SwaraWarta.co.id - Di tengah upaya pemerintah untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat, akses informasi mengenai bantuan…
SwaraWarta.co.id - Puisi rakyat merupakan bagian dari kesastraan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Berbeda…
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara menggunakan Mendeley? Menulis karya ilmiah, skripsi, atau tesis sering kali menjadi…