Tujuan Manusia Diciptakan dengan Bentuk yang Sebaik-baiknya
SwaraWarta.co.id – Pernahkah Anda bercermin dan menyadari betapa kompleks dan sempurnanya anatomi tubuh manusia? Dalam berbagai literatur spiritual, terutama dalam Al-Qur’an (Surah At-Tin: 4), disebutkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (Ahsanu Taqwim).
Namun, keistimewaan ini bukanlah tanpa alasan. Lalu, sebenarnya apa tujuan manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya?
Memahami alasan di balik kesempurnaan fisik dan akal kita sangat penting untuk menemukan makna hidup yang lebih dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjelaskan tujuan tersebut:
Manusia diberikan mandat sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi. Untuk mengelola alam semesta yang luas dan kompleks ini, diperlukan perangkat yang mumpuni.
Bentuk fisik yang tegak, tangan yang mampu melakukan gerakan presisi, serta otak yang mampu berpikir abstrak adalah modal utama. Kesempurnaan ini diberikan agar manusia mampu membangun peradaban, menjaga keseimbangan alam, dan menciptakan kemaslahatan bagi sesama makhluk.
Berbeda dengan makhluk lain yang hanya dibekali insting, manusia memiliki akal budi. Bentuk yang sempurna mencakup sistem saraf yang memungkinkan kita melakukan refleksi diri.
Tujuan dari kelebihan ini adalah agar manusia dapat menggunakan logika dan hati nurani untuk membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang merusak. Akal adalah alat untuk mengenal Sang Pencipta melalui tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.
Dalam pandangan teologis, tujuan utama penciptaan adalah untuk beribadah. Bentuk tubuh yang simetris dan fungsional memudahkan manusia untuk menjalankan pengabdian tersebut secara optimal.
Mulai dari melakukan gerakan fisik dalam ritual ibadah hingga menggunakan lisan untuk menyebarkan kebaikan, semuanya membutuhkan desain tubuh yang sempurna.
Kesempurnaan adalah sebuah ujian. Dengan diberikan “fasilitas” terbaik dibandingkan makhluk lain, manusia memikul tanggung jawab yang lebih besar. Bentuk yang sebaik-baiknya ini menuntut manusia untuk tetap rendah hati dan tidak sombong.
Jika manusia gagal menjaga kemuliaan perilakunya, ia berisiko jatuh ke derajat yang paling rendah (Asfala Safilin).
Jadi, apa tujuan manusia diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya? Jawabannya melampaui sekadar estetika fisik. Kita dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi wakil Tuhan dalam menebar kasih sayang, mengelola bumi dengan bijaksana, dan membuktikan kualitas spiritual kita melalui tindakan nyata. Kesempurnaan fisik hanyalah “wadah” bagi jiwa yang harus terus diasah menuju kebaikan.
SwaraWarta.co.id - Bagi para penggemar game simulasi pembangunan kota, TheoTown menawarkan kebebasan luar biasa dalam…
SwaraWarta.co.id – Apa ciri khas dari gotong royong? Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan…
SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara ganti nama di Google Meet. Di era digital saat ini,…
SwaraWarta.co.id - Dunia saat ini sedang berada dalam fase yang penuh ketidakpastian. Mulai dari ancaman…
SwaraWarta.co.id - Memasuki awal tahun 2026, banyak pekerja dan pelaku usaha mulai mencari informasi resmi…
SwaraWarta.co.id – Apa sajakah buah yang tidak baik untuk penderita ginjal? Menjaga kesehatan ginjal sangat…