Berita

VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya

SwaraWarta.co.id – Sebuah video viral yang menampilkan seorang wanita menembak mati seekor burung hantu jenis Manguni di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi viral dan menuai kecaman luas.

Tindakan ini dilakukan dengan alasan bahwa satwa tersebut dianggap mengganggu ketenangan tidur malam.

Namun, di balik insiden ini, tersimpan pelajaran penting tentang kehidupan satwa nokturnal dan pentingnya penyelesaian masalah yang lebih bijak.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta Insiden yang Menggegerkan

Video viral tersebut diduga kuat terjadi di wilayah Kapan, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Dalam video, terlihat seorang wanita bersama beberapa pria menangkap hidup-hidup seekor burung hantu sebelum akhirnya ditembak mati dari jarak dekat. Wanita yang diduga bernama Fiyola Sau beralasan bahwa burung itu “terlalu kelewat batas” karena sering mengganggu tidur mereka di malam hari.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT menegaskan bahwa tindakan dalam video tersebut, terlepas dari status perlindungan satwanya, tidak sejalan dengan prinsip pelestarian alam.

Pihak berwenang menyatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian, dan pelaku bisa diancam dengan Pasal 337 KUHP tentang penganiayaan terhadap hewan.

Mengenal Burung Hantu: Bukan Pengganggu, Tapi Penjaga Ekosistem

Perlu dipahami bahwa burung hantu (Manguni) adalah hewan nokturnal yang secara alami aktif pada malam hari untuk berburu.

Suara khasnya yang terkadang terdengar “seram” adalah bagian dari cara mereka berkomunikasi dan menandai wilayah. Di banyak budaya, termasuk beberapa daerah di Indonesia, burung ini justru dikelilingi mitos dan dianggap pembawa pertanda.

Yang paling krusial, burung hantu memainkan peran ekologis yang sangat vital sebagai pengendali hama alami. Seekor burung hantu dapat memangsa hingga 1.300 ekor tikus dalam satu tahun.

Di sektor pertanian, kehadiran mereka sangat membantu dan bahkan lebih efektif serta ramah lingkungan dibandingkan penggunaan racun tikus. Dengan kata lain, membunuh burung hantu justru dapat mengakibatkan ledakan populasi tikus yang merusak tanaman.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Tom Bischof membawa energi muda ke lini tengah Bayern Munich

Biografi masa muda Tom Bischof dan awal karier sepak bola Melalui info Jalalive TV mari…

2 hours ago

Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis

SwaraWarta.co.id - Akibat dari skandal baru-baru ini yang menimpa petinggi BGN dan isu efisiensi, pertanyaan…

8 hours ago

Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!

SwaraWarta.co.id - Bagi masyarakat yang disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dari Senin hingga Jumat, akhir pekan…

8 hours ago

Cara Share Screen di Zoom Paling Mudah dan Anti Ribet, Pemula Wajib Tahu!

SwaraWarta.co.id - Pernah nggak sih kamu lagi ada jadwal presentasi kuliah, rapat kerjaan, atau sekadar…

8 hours ago

Bagaimana Jika Petugas Lapangan Sensus Menemukan Usaha Besar Non Prelist di Lokasi Pendataan Door to Door?

SwaraWarta.co.id - Bagaimana jika petugas lapangan sensus menemukan usaha besar non prelist di lokasi pendataan…

8 hours ago

Mengapa Kerukunan Antar Umat Beragama Sangat Penting dalam Masyarakat yang Majemuk? Simak Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa kerukunan antar umat beragama sangat penting dalam masyarakat yang majemuk? Indonesia adalah…

11 hours ago