Pendidikan

Bagaimana Praktik Pembelajaran yang Mencerminkan Integrasi KBC dan PM? Mari Kita Bahas!

SwaraWarta.co.id – Bagaimana praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi KBC dan PM? Dalam dunia pendidikan modern, istilah Kurikulum Berbasis Capaian (KBC) dan Profil Mahasiswa (PM) menjadi pilar penting dalam mencetak lulusan yang kompeten.

Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan konsep tersebut ke dalam aksi nyata di kelas.

Praktik pembelajaran yang efektif tidak lagi hanya berfokus pada apa yang diajarkan, tetapi pada apa yang mampu dilakukan oleh siswa setelah proses belajar berakhir.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyelaraskan Capaian dengan Karakter

Integrasi antara KBC dan PM dimulai dari perencanaan instruksional yang matang. KBC menitikberatkan pada hasil akhir atau kompetensi konkret, sedangkan PM (seperti Profil Pelajar Pancasila atau standar karakter institusi) memberikan warna pada nilai-nilai yang harus dimiliki siswa.

Praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi ini biasanya terlihat melalui beberapa ciri utama:

  • Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Mahasiswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah nyata. Di sini, KBC terpenuhi melalui produk yang dihasilkan, sementara PM terlihat dari cara mereka berkolaborasi dan berpikir kritis.
  • Asesmen Otentik: Evaluasi tidak hanya dilakukan lewat ujian pilihan ganda. Dosen atau guru menggunakan portofolio, presentasi, atau simulasi yang menguji keterampilan teknis sekaligus kematangan sikap.
  • Refleksi Mandiri: Integrasi PM sangat kuat dalam sesi refleksi. Siswa diajak untuk melihat kembali proses belajar mereka, menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness) yang merupakan inti dari pengembangan karakter.

Peran Teknologi dan Lingkungan Belajar

Praktik yang integratif juga memanfaatkan teknologi untuk menciptakan ekosistem belajar yang transparan. Penggunaan platform digital memungkinkan pelacakan capaian kompetensi secara real-time. Selain itu, lingkungan belajar yang inklusif memastikan bahwa setiap mahasiswa, dengan latar belakang profil yang berbeda-beda, mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencapai standar kurikulum yang telah ditetapkan.

Secara singkat, praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi KBC dan PM adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Ia bersifat dinamis, terukur secara kompetensi, namun tetap mengakar pada nilai-nilai karakter. Dengan mengawinkan kedua aspek ini, institusi pendidikan tidak hanya melahirkan tenaga kerja yang ahli, tetapi juga warga global yang berintegritas.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Apa Saja Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Simak Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id – Apa saja makna proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 bukan…

4 hours ago

Panduan Lengkap: Cara Hapus Akun Akulaku Secara Permanen dan Aman

SwaraWarta.co.id - Memiliki kontrol penuh atas data pribadi di platform keuangan digital adalah hal yang…

4 hours ago

Apa Peran Kelapa Parut dalam Memberikan Serat pada Jajanan Jawa Barat? Berikut ini Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id – Apa peran kelapa parut dalam memberikan serat pada jajanan Jawa Barat? Seperti diketahui,…

4 hours ago

Suhu 37 Apakah Normal? Kenali Batas Suhu Tubuh Sehat Anda

SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda merasa badan sedikit hangat, lalu saat dicek dengan termometer, angka menunjukkan…

1 day ago

Kapan Cap Go Meh di Tahun 2026? Catat Tanggal dan Tradisinya!

SwaraWarta.co.id - Setelah semarak perayaan Tahun Baru Imlek berlalu, masyarakat Tionghoa biasanya menantikan satu momen…

1 day ago

Mudik Gratis Jasa Raharja 2026: Kapan Pendaftaran Dibuka?

SwaraWarta.co.id - Momen mudik atau pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri merupakan tradisi tahunan…

1 day ago