SwaraWarta.co.id – Bagaimana praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi KBC dan PM? Dalam dunia pendidikan modern, istilah Kurikulum Berbasis Capaian (KBC) dan Profil Mahasiswa (PM) menjadi pilar penting dalam mencetak lulusan yang kompeten.
Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menerjemahkan konsep tersebut ke dalam aksi nyata di kelas.
Praktik pembelajaran yang efektif tidak lagi hanya berfokus pada apa yang diajarkan, tetapi pada apa yang mampu dilakukan oleh siswa setelah proses belajar berakhir.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyelaraskan Capaian dengan Karakter
Integrasi antara KBC dan PM dimulai dari perencanaan instruksional yang matang. KBC menitikberatkan pada hasil akhir atau kompetensi konkret, sedangkan PM (seperti Profil Pelajar Pancasila atau standar karakter institusi) memberikan warna pada nilai-nilai yang harus dimiliki siswa.
Praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi ini biasanya terlihat melalui beberapa ciri utama:
- Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Mahasiswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah nyata. Di sini, KBC terpenuhi melalui produk yang dihasilkan, sementara PM terlihat dari cara mereka berkolaborasi dan berpikir kritis.
- Asesmen Otentik: Evaluasi tidak hanya dilakukan lewat ujian pilihan ganda. Dosen atau guru menggunakan portofolio, presentasi, atau simulasi yang menguji keterampilan teknis sekaligus kematangan sikap.
- Refleksi Mandiri: Integrasi PM sangat kuat dalam sesi refleksi. Siswa diajak untuk melihat kembali proses belajar mereka, menumbuhkan kesadaran diri (self-awareness) yang merupakan inti dari pengembangan karakter.
Peran Teknologi dan Lingkungan Belajar
Praktik yang integratif juga memanfaatkan teknologi untuk menciptakan ekosistem belajar yang transparan. Penggunaan platform digital memungkinkan pelacakan capaian kompetensi secara real-time. Selain itu, lingkungan belajar yang inklusif memastikan bahwa setiap mahasiswa, dengan latar belakang profil yang berbeda-beda, mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencapai standar kurikulum yang telah ditetapkan.
Secara singkat, praktik pembelajaran yang mencerminkan integrasi KBC dan PM adalah pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Ia bersifat dinamis, terukur secara kompetensi, namun tetap mengakar pada nilai-nilai karakter. Dengan mengawinkan kedua aspek ini, institusi pendidikan tidak hanya melahirkan tenaga kerja yang ahli, tetapi juga warga global yang berintegritas.

















