Kasus tragis kematian Nizam Syafei, seorang anak berusia 12 tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah sisa-sisa kehidupan sang anak terungkap melalui berbagai kabar yang beredar. Tragedi ini memicu perhatian luas masyarakat karena sejumlah fakta pahit yang muncul di balik peristiwa tersebut.
Awalnya, masyarakat mengetahui bahwa Nizam meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh ibu tirinya, yang bernama TR. Kasus ini kemudian menjadi perdebatan hangat karena sebelumnya ibu tiri tersebut pernah dilaporkan atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), namun sempat berakhir dengan perdamaian di antara pihak keluarga.
Kini, kasus tersebut berkembang hingga mencakup laporan hukum yang jauh lebih serius karena berujung pada kematian Nizam. Berikut rangkuman lengkapnya agar masyarakat memahami konteks dan fakta di balik tragedi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hubungan antara Nizam dan ibu tirinya bukan sepenuhnya harmonis. Sebelumnya, ibu tiri Nizam sempat dilaporkan oleh pihak keluarga — utamanya oleh pihak yang merasa dirugikan — karena dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Laporan itu dibuat sebelum tragedi maut yang kemudian terjadi.
Namun, laporan tersebut berakhir dengan mediasi dan perdamaian antara keluarga Nizam dan ibu tirinya. Perdamaian itu kemudian membuat proses hukum sempat berhenti dan dianggap selesai sementara.
Sayangnya, kejadian ini tidak berakhir damai. Peristiwa tragis yang menimpa Nizam beberapa waktu setelah itu membuka kembali fakta pahit tentang dinamika keluarga tersebut.
Ketika laporan awal mengenai KDRT dicabut dan perdamaian tercapai, banyak pihak berharap bahwa situasi keluarga dapat membaik. Namun, kenyataannya cerita yang menyusul jauh lebih menyakitkan. Setelah beberapa waktu berlalu, Nizam ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat tragis.
Bocah tersebut meninggal dunia dengan luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Dalam video yang sempat beredar — yang memperlihatkan Nizam sebelum meninggal — ia menyatakan bahwa ia dipaksa minum air panas oleh sang ibu tiri. Pernyataan itu lalu menjadi sorotan publik karena mencerminkan derita seorang anak yang seharusnya mendapatkan kasih sayang.
Polres Sukabumi kini tengah menyelidiki dugaan tindakan tersebut menggunakan pendekatan scientific crime investigation (SCI) untuk mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi sebelum Nizam meninggal dunia.
Kasus ini berkembang pesat setelah dilakukan penyelidikan awal. Tidak hanya ibu tiri yang dilaporkan, ibu kandung dan pihak keluarga lainnya juga terlibat secara hukum untuk mencari keadilan bagi Nizam.
Setelah Nizam meninggal, ibu kandungnya, Lisnawati, tidak hanya melaporkan ibu tiri atas dugaan pembunuhan berencana. Ia juga melaporkan mantan suaminya — ayah kandung Nizam — atas dugaan pembiaran atau kelalaian selama kondisi kesehatan anaknya memburuk sebelum akhirnya meninggal dunia.
Laporan kepada pihak kepolisian itu diajukan karena pihak ibu kandung merasa bahwa anaknya tidak mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak ketika berada di bawah pengasuhan ayahnya. Di dalam laporan tersebut, ia menggugat bahwa kondisi yang terjadi merupakan bentuk pengabaian terhadap keselamatan Nizam.
Kuasa hukum Lisnawati menjelaskan bahwa laporan itu dilandasi oleh dugaan pelanggaran Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak yang mengatur tentang kekerasan terhadap anak dan ancaman hukumannya yang bisa mencapai 20 tahun penjara bagi pelakunya.
Kasus kematian Nizam juga mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena memenuhi kriteria sebagai tindakan kekerasan serius terhadap anak di bawah umur. KPAI menilai bahwa insiden ini bukan sekadar peristiwa rumah tangga biasa, tetapi merupakan tindakan yang patut diselidiki secara menyeluruh.
Organisasi ini menyerukan agar pihak penyidik mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan pelaku yang bertanggung jawab mendapat sanksi sesuai hukum yang berlaku, serta agar kejadian serupa tidak terulang pada keluarga lain di Indonesia.
Meski berbagai laporan telah dibuat, penyidik Polres Sukabumi sampai saat ini masih melakukan pendalaman bukti dan saksi untuk memastikan unsur pidana dalam kasus ini. Hingga berita ini ditulis, dugaan hukum terhadap ibu tiri dan ayah kandung masih dalam tahap penyelidikan dan kajian bukti forensik.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan mengambil keputusan sebelum hasil pemeriksaan medis forensik dan fakta hukum lainnya lengkap dikumpulkan, sehingga proses hukum berjalan profesional dan adil bagi semua pihak yang terlibat.
Kematian Nizam bukan hanya menjadi tragedi pribadi bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi sorotan masyarakat luas tentang pentingnya perlindungan anak dalam rumah tangga. Kasus ini menjadi contoh bahwa konflik keluarga yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dapat berujung pada konsekuensi fatal.
Selain itu, perseteruan hukum antara orang tua kandung dan ayah kandung bersama ibu tiri menunjukkan kompleksitas hubungan keluarga yang harus ditangani dengan hati-hati oleh pihak berwajib, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat.
Kisah tragis kematian Nizam Syafei akibat dugaan kekerasan oleh ibu tiri membuka tirai sebuah dinamika keluarga yang kelam dan penuh pertanyaan. Meskipun awalnya kasus ini pernah berakhir damai melalui mediasi, tragedi yang menimpa Nizam menunjukkan bahwa hal tersebut tidak menyelesaikan persoalan mendasar yang terjadi di lingkungan keluarga.
Kini, kasus tersebut berkembang menjadi laporan hukum terhadap ibu tiri dan ayah kandung korban, serta mendapat perhatian serius dari lembaga perlindungan anak. Penyidikan masih berjalan untuk memastikan fakta lengkap serta siapa pihak yang bertanggung jawab atas tragedi memilukan ini.
SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara membayar fidyah puasa untuk ibu hamil? Menjalankan ibadah puasa di bulan…
SwaraWarta.co.id – Ada beberapa ide bisnis takjil dengan modal kecil yang Anda coba. Bulan Ramadhan…
SwaraWarta.co.id - Saat cuaca sedang terik, tubuh seringkali merasa gerah dan kepala terasa berminyak. Bagi…
SwaraWarta.co.id - Dunia teknologi kembali dihebohkan dengan berbagai rumor mengenai Apple iPhone 18 Pro Max.…
Beberapa hari terakhir, warganet di media sosial kembali diramaikan oleh perbincangan soal video yang disebut-sebut…
Beberapa hari terakhir, media sosial kembali diramaikan oleh sebuah video yang dikaitkan dengan nama “Winda…