Klarifikasi viral Dea Store Meulaboh: lima orang di dalam toko bukan pasangan mesum. Fakta kekerabatan terungkap, hoaks dibantah tegas.
Viralnya kabar penggerebekan di Toko Dea Star Ponsel yang sempat disebut Dea Store Meulaboh akhirnya mendapat klarifikasi tegas dari pihak setempat.
Narasi yang beredar di media sosial yang menyebut bahwa hanya dua orang, seorang karyawati dan pemilik toko, digerebek sedang berbuat mesum di dalam toko kini dibantah kuat oleh Ketua Pemuda Gampong Panggong, Kamarzan.
Dalam penjelasan resmi yang disampaikan pada Minggu (2/3/2026), Kamarzan mengungkapkan fakta bahwa pada saat penggerebekan Jumat (27/2/2026) dini hari, terdapat lima orang di dalam Toko Dea Store, bukan sekadar dua orang seperti yang viral sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berita yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan mesum di dalam toko. Namun, faktanya saat kejadian di dalam toko terdapat lima orang, dan tiga orangnya merupakan keluarga,” ujar Kamarzan dalam klarifikasinya, dikutip dari unggahan akun TikTok @acehworldtimes.
Dengan penjelasan ini, tuduhan perbuatan asusila yang sempat memicu kontroversi dan viral di berbagai platform media sosial menjadi tidak berdasar.
Informasi yang beredar sebelumnya dinilai hoaks dan telah mencoreng nama baik warga serta pihak yang bekerja di toko tersebut.
Kamarzan juga menyatakan bahwa persoalan tersebut telah diklarifikasi dan diselesaikan secara kekeluargaan pada hari yang sama, sehingga seharusnya tidak perlu menjadi isu yang meluas di jagat maya.
Ia menyayangkan pemberitaan tidak akurat yang sempat beredar dan meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi konten viral tanpa verifikasi.
Ia menambahkan bahwa narasi hoaks tersebut tidak hanya mencoreng nama baik Gampong Panggong, tetapi juga merugikan pemilik Toko Dea Star Ponsel, Shopee Cell, serta admin yang bekerja di sana.
Sebab fakta lapangan menunjukkan bahwa tidak ada indikasi pelanggaran norma agama atau tindakan asusila seperti yang sempat dikaitkan dengan kejadian itu.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial yang sering kali mempercepat penyebaran narasi sensasional tanpa dasar fakta kuat
Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pendiri program SejutaCita Future Leaders (SFL), Andhika Sudarman, menjadi…
Nama Andhika Sudarman saat ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah peserta program SejutaCita Future Leaders…
Kasus video intim yang melibatkan mahasiswi Faradilla Ayu Pramesti (Fara) dari Universitas Islam Negeri (UIN)…
Viralnya video Dea Store Meulaboh yang mengguncang jagat media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari…
Fenomena video Tataror kembali ramai diperbincangkan di media sosial seperti TikTok dan X setelah sejumlah…
SwaraWarta.co.id - Di era transformasi digital saat ini, kemampuan coding bukan lagi sekadar keahlian tambahan,…