Rating Google Dea Store Meulaboh rendah, netizen soroti sikap minus sales dan pelayanan. Ini respons publik dan dampaknya.
Viralnya video Dea Store Meulaboh yang mengguncang jagat media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Narasi yang sempat beredar luas tentang dugaan penangkapan “pasangan mesum” di dalam toko smartphone tersebut kini dibantah keras oleh Ketua Pemuda Gampong Panggong, Kamarzan, yang menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan telah merugikan banyak pihak.
Dalam klarifikasi yang disampaikan pada Minggu (2/3/2026), Kamarzan didampingi oleh pemilik toko — yang sebelumnya ramai disebut sebagai Dea Store tetapi nama aslinya Dea Star Ponsel — serta pihak keluarga lain. Ia menjelaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga hendak melakukan perbuatan mesum adalah tidak benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan Kamarzan, pada saat kejadian pagi hari itu terdapat lima orang di dalam toko, dan tiga di antaranya adalah anggota keluarga, sehingga tuduhan yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta.
Kamarzan menegaskan bahwa insiden tersebut telah ditangani dan diklarifikasi sejak awal, serta dinyatakan selesai secara kekeluargaan tanpa ada unsur tindak pidana atau pelanggaran norma yang ditemukan.
“Kami sangat menyayangkan beredarnya informasi yang tidak benar dan sangat merugikan banyak pihak. Klarifikasi sudah dilakukan sejak awal kejadian dan permasalahan telah clear,” ujarnya seperti dikutip dari akun Instagram @aceh.viral.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pemberitaan tidak akurat di media sosial telah mencoreng nama baik Gampong Panggong, serta merugikan pemilik toko Dea Star Ponsel, Shopee Cell, dan admin toko yang bekerja di tempat tersebut.
Kamarzan mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial, terutama yang bersumber dari akun anonim atau tidak jelas identitasnya, karena hal tersebut dapat menimbulkan fitnah dan dampak negatif sosial.
Ia juga menekankan pentingnya verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat memperoleh gambaran yang utuh dan tidak terpengaruh oleh narasi hoaks yang sempat viral, serta tidak lagi menyebarkan informasi tidak benar yang dapat merugikan orang lain.
SwaraWarta.co.id - Apa dampak bagi manusia dari lingkungan yang rusak karena sampah plastik? Sampah plastik…
SwaraWarta.co.id - Apa alasan Prabowo Subianto copot kepala BGN Dadan Hindayana? Langkah tegas diambil oleh…
SwaraWarta.co.id – Mengapa sidik jari tidak berfungsi? Pernahkah Anda merasa frustrasi karena sensor sidik jari…
SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara menumbuhkan perilaku disiplin dan saling menghargai dalam menjalankan ibadah pada diri…
SwaraWarta.co.id - Bagaimana cara memberikan dorongan kepada teman kita untuk beramal baik dan menjauhi amal…
SwaraWarta.co.id - Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan, apa yang dimaksud dengan penyusutan…