Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu
SwaraWarta.co.id – Emas tetap menjadi primadona investasi bagi banyak orang karena nilainya yang cenderung stabil dan meningkat dalam jangka panjang.
Namun, seiring tingginya minat masyarakat, beredar pula produk logam mulia tiruan yang sangat mirip dengan aslinya.
Memahami cara membedakan emas asli dan palsu menjadi keterampilan wajib yang harus kamu miliki sebelum memutuskan untuk membeli perhiasan atau batangan. Jangan sampai niat hati ingin mengamankan aset, kamu justru terjebak membeli besi yang disepuh warna kuning keemasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Memastikan keaslian emas sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana di rumah.
Meskipun teknologi pemalsuan semakin canggih, emas murni memiliki karakteristik fisik yang sangat sulit ditiru secara sempurna oleh logam lain. Berikut adalah beberapa metode yang bisa kamu terapkan:
Langkah pertama yang paling mudah adalah mengamati permukaan emas. Emas asli biasanya memiliki stempel kecil yang menunjukkan kadar karat (seperti 10K, 14K, 18K, atau 24K) serta logo produsennya. Jika kamu melihat tanda “GP” (Gold Plated) atau “GF” (Gold Filled), itu berarti benda tersebut hanyalah logam biasa yang dilapisi emas. Gunakan kaca pembesar jika stempel tersebut terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.
Emas adalah logam mulia yang bersifat lunak. Semakin tinggi kadar karatnya, maka emas akan semakin lembut. Cobalah menggigit emas tersebut dengan tekanan sedang. Jika terdapat bekas gigitan yang tertinggal, kemungkinan besar emas tersebut asli. Namun, kamu harus hati-hati karena timah juga bersifat lunak dan sering digunakan sebagai bahan pemalsu.
Emas murni bukanlah logam magnetik. Artinya, emas tidak akan tertarik jika didekatkan dengan magnet. Kamu bisa mencoba mendekatkan magnet kuat ke arah emas yang ingin dicek. Jika emas tersebut menempel atau bergerak mengikuti magnet, bisa dipastikan bahwa benda tersebut mengandung campuran besi, nikel, atau kobalt yang tinggi, alias palsu.
Cara membedakan emas asli dan palsu berikutnya adalah dengan menggoreskannya ke permukaan keramik polos atau kertas. Jika emas digoreskan dan meninggalkan jejak hitam, maka emas tersebut kemungkinan besar palsu. Sebaliknya, emas asli tidak akan meninggalkan goresan gelap atau hanya meninggalkan jejak kuning keemasan yang samar.
Metode ini biasanya digunakan oleh para profesional, namun kamu juga bisa melakukannya dengan ekstra hati-hati. Dengan meneteskan sedikit asam nitrat pada bagian emas yang sedikit tergores, kamu bisa melihat reaksinya. Jika muncul warna hijau, artinya benda itu adalah logam kuningan yang dilapisi emas. Jika muncul warna susu, itu adalah perak yang dilapisi emas. Emas asli tidak akan menunjukkan reaksi warna apapun terhadap asam nitrat.
Jika kamu membeli emas batangan seperti Antam, kamu bisa menggunakan aplikasi resmi untuk memindai QR code yang ada pada kemasan CertiCard. Ini adalah cara paling valid di era digital untuk memastikan bahwa produk yang kamu pegang terdaftar secara resmi di sistem produsen.
Investasi emas membutuhkan ketelitian tinggi. Dengan mempraktikkan cara membedakan emas asli dan palsu di atas, kamu bisa lebih percaya diri saat bertransaksi. Selalu usahakan untuk membeli emas di butik resmi atau toko perhiasan yang memiliki reputasi baik agar keamanan investasimu tetap terjaga.
SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu merenung di tengah malam, menatap bintang-bintang, dan bertanya-tanya apakah semua ini…
SwaraWarta.co.id – Kenapa bayi sering gumoh? Melihat si kecil mengeluarkan kembali susu yang baru saja…
SwaraWarta.co.id - Di era digital yang berkembang pesat, teknologi kecerdasan buatan kini mampu menciptakan konten…
SwaraWarta.co.id - Nama Maia Estianty selalu menarik perhatian publik, termasuk soal kisah rumah tangganya dengan…
SwaraWarta.co.id - Banyak pengguna layanan finansial digital yang pada akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakan platform…
SwaraWarta.co.id – Disimak soal berikut sebutkan 10 cara berbakti kepada orang tua yang bisa ananda…