Berita

Penyebab Hutan Kalimantan Terbakar: Mengapa Paru-Paru Dunia Terus Membara?

SwaraWarta.co.id – Penyebab hutan Kalimantan terbakar merupakan masalah tahunan yang terus berulang dan membawa dampak serius bagi lingkungan serta kesehatan masyarakat.

Kalimantan, yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia karena kekayaan vegetasinya, kerap terbungkus kabut asap tebal setiap kali musim kemarau tiba. Meski banyak yang mengira pemicu utamanya adalah terik matahari, kenyataannya situasi ini jauh lebih kompleks.

Fenomena bencana alam ini tidak terjadi begitu saja secara alami, melainkan melibatkan kombinasi antara ulah manusia dan kondisi ekosistem lokal yang memang rentan.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Kebakaran Hutan di Kalimantan Selalu Berulang?

Kebakaran yang meluas di tanah Borneo hampir selalu memicu pertanyaan besar: mengapa peristiwa ini seperti tradisi tahunan yang sulit dihentikan? Jawabannya terletak pada dinamika pemanfaatan lahan dan karakteristik tanah di wilayah tersebut. Sebagian besar kebakaran justru bersumber dari aktivitas darat yang disengaja maupun kelalaian yang tak terkontrol.

Pembedahan Faktor Pemicu Utama Kebakaran

Untuk memahami krisis ini secara menyeluruh, kamu perlu melihat beberapa poin penting yang menjadi pemicu berulangnya bencana asap ini:

  • Praktik Pembukaan Lahan Murah (Slash and Burn): Metode menebas dan membakar vegetasi masih menjadi pilihan favorit karena jauh lebih hemat biaya dan cepat dibandingkan menggunakan alat berat. Sayangnya, api dari pembukaan lahan skala kecil maupun industri sering kali merembet tanpa kendala.
  • Karakteristik Lahan Gambut yang Rawan: Kalimantan memiliki wilayah gambut yang sangat luas. Saat musim kemarau, lapisan gambut yang mengering menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Uniknya, api di lahan gambut bisa menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terlihat, sehingga sangat sulit dipadamkan dan bisa menyebar ke area lain tiba-tiba.
  • Pengeringan Gambut Lewat Kanal: Pembangunan kanal atau parit untuk mengeringkan lahan gambut agar bisa ditanami vegetasi komersial membuat permukaan tanah kehilangan kelembapan alaminya. Gambut yang kering secara drastis ini menjadi seperti spons penampung minyak yang siap meledak kapan saja saat terkena percikan api.
  • Dampak Cuaca Ekstrem dan El Niño: Iklim global yang kian tidak menentu turut mempeparah keadaan. Fenomena El Niño memicu kemarau panjang yang membuat kekeringan di Kalimantan makin parah, sehingga percikan api sekecil apa pun—seperti buangan puntung rokok bisa memicu kebakaran besar.
  • Pengawasan dan Penegakan Hukum: Luasnya wilayah Kalimantan membuat pengawasan terhadap aktivitas ilegal menjadi tantangan besar. Celah ini sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan secara sembarangan tanpa memikirkan konsekuensi lingkungan.

Mengubah Pola dan Menjaga Ekosistem

Memahami pemicu masalah ini adalah langkah awal untuk mencari solusi permanen. Perlindungan lahan gambut melalui pembasahan kembali (rewetting) serta penerapan aturan hukum yang tegas terhadap pembakar hutan menjadi harga mati. Kalau kamu ingin melihat Kalimantan kembali hijau dan bebas dari kabut asap, edukasi serta kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan harus terus disuarakan dari sekarang.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Mengapa ASN dan Organisasi Publik Dituntut untuk Memiliki Nilai Adaptif di Era Digital? Simak Begini Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa ASN dan organisasi publik dituntut untuk memiliki nilai adaptif menjadi pertanyaan krusial…

53 minutes ago

Apakah 25 Agustus 2026 Libur? Berikut Jadwal Resminya!

SwaraWarta.co.id – Apakah 25 Agustus 2026 libur? Bagi Anda yang sudah mulai merencanakan agenda liburan…

60 minutes ago

Apa Itu Tertemper? Memahami Istilah Khas Dunia Perkeretaapian Indonesia

SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda membaca berita kecelakaan kereta api dan menemukan kata "tertemper"? Istilah ini…

1 day ago

Cara Cek Desil Berapa Lewat HP: Panduan Lengkap Pakai NIK KTP

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara cek desil berapa lewat HP? Ingin tahu posisi kesejahteraan keluarga Anda…

1 day ago

Kenapa Telinga Berdenging Tiba-tiba? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

SwaraWarta.co.id - Kenapa telinga berdenging secara tiba-tiba sering kali bikin kita panik dan hilang fokus…

1 day ago

Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online dan Offline, Praktis Tanpa Antre!

SwaraWarta.co.id - Cara pindah faskes BPJS Kesehatan sebenarnya jauh lebih mudah dari yang sering orang…

1 day ago