Lifestyle

8 Weton Tibo Lungguh dalam Primbon Jawa, Konon Dikaitkan dengan Kedudukan dan Kemuliaan

Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, weton kelahiran kerap dikaitkan dengan karakter, rezeki hingga perjalanan hidup seseorang. Salah satu istilah yang cukup populer dalam pembahasan Primbon Jawa adalah Tibo Lungguh.

Secara sederhana, istilah tibo lungguh dapat dimaknai sebagai “jatuh lalu duduk”. Dalam penafsiran tradisional, istilah tersebut dikaitkan dengan kedudukan, kehormatan, kepercayaan, dan posisi sosial seseorang.

Orang yang masuk dalam kategori Tibo Lungguh dipercaya memiliki peluang memperoleh kedudukan atau tanggung jawab tertentu dalam kehidupannya. Namun, pemaknaan tersebut merupakan bagian dari tradisi Primbon Jawa dan tidak dapat dijadikan kepastian mengenai masa depan seseorang.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Arti Tibo Lungguh?

Dalam bahasa Jawa, kata lungguh berarti duduk. Dalam konteks Primbon Jawa, istilah tersebut kemudian memiliki makna yang lebih luas, yaitu kedudukan atau posisi yang terhormat.

Karena itu, Tibo Lungguh sering dikaitkan dengan seseorang yang dipercaya mempunyai jalan menuju kedudukan, jabatan, penghormatan, atau kepercayaan dari orang lain.

Penafsiran mengenai weton Tibo Lungguh biasanya menggunakan perhitungan neptu, yaitu nilai yang melekat pada hari kelahiran dan pasaran Jawa.

Sistem weton sendiri merupakan perpaduan antara tujuh hari dalam satu pekan dan lima hari pasaran Jawa, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

8 Weton yang Disebut Tibo Lungguh

Berdasarkan artikel Radar Pati yang mengutip kanal YouTube Wasiat, terdapat delapan weton yang disebut masuk dalam kategori Tibo Lungguh.

Berikut daftarnya:

1. Minggu Pon

Minggu Pon memiliki jumlah neptu 12, berasal dari nilai hari Minggu sebesar 5 dan pasaran Pon sebesar 7.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, weton ini dikaitkan dengan karakter yang dapat membawa seseorang memperoleh kepercayaan dan penghormatan dari lingkungan.

Minggu Pon juga sering menjadi bagian dari pembahasan mengenai weton yang mempunyai peluang mendapatkan kedudukan atau posisi tertentu.

2. Senin Wage

Senin Wage merupakan salah satu kombinasi weton yang disebut dalam kelompok Tibo Lungguh.

Dalam kepercayaan tradisional Jawa, karakter seseorang berdasarkan weton tidak hanya dilihat dari hari kelahirannya, tetapi juga dari nilai pasaran yang menyertainya.

Karena itu, Senin Wage menjadi salah satu weton yang diperhitungkan dalam berbagai pembacaan Primbon Jawa.

3. Selasa Wage

Selasa Wage mempunyai neptu 7, yang berasal dari nilai Selasa sebesar 3 dan Wage sebesar 4.

Weton ini kerap dikaitkan dengan pribadi yang rendah hati dan tidak mudah mencari perhatian. Dalam penafsiran tradisional, sifat tersebut justru dapat menjadi modal untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Sejumlah sumber mengenai Tibo Lungguh juga memasukkan Selasa Wage sebagai salah satu weton yang dikaitkan dengan kedudukan dan keberuntungan.

4. Selasa Pahing

Selasa Pahing mempunyai jumlah neptu 12, yakni Selasa bernilai 3 dan Pahing bernilai 9.

Dalam berbagai penafsiran weton, pemilik Selasa Pahing kerap digambarkan mempunyai karakter yang aktif, mudah bergaul, dan memiliki kemampuan tertentu yang dapat berkembang apabila diarahkan dengan baik.

Karakter tersebut kemudian dikaitkan dengan peluang memperoleh kepercayaan maupun posisi tertentu dalam lingkungan sosial.

5. Rabu Legi

Rabu Legi memiliki jumlah neptu 12, dengan Rabu bernilai 7 dan Legi bernilai 5.

Weton ini juga disebut dalam sejumlah pembahasan mengenai Tibo Lungguh.

Dalam tradisi Primbon Jawa, perpaduan hari dan pasaran dianggap mempunyai karakteristik masing-masing. Karena itu, Rabu Legi sering ditafsirkan melalui kombinasi nilai neptu dan karakter yang menyertainya.

6. Kamis Pahing

Kamis Pahing memiliki jumlah neptu 17, yang berasal dari Kamis bernilai 8 dan Pahing bernilai 9.

Kamis Pahing menjadi salah satu weton yang cukup sering disebut ketika membahas Tibo Lungguh. Sumber lain juga menggambarkan pemilik weton ini sebagai pribadi yang sederhana, tulus, terbuka, dan memiliki kecenderungan menjadi pengayom.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, kemampuan membangun kepercayaan tersebut kemudian dikaitkan dengan peluang mendapatkan tanggung jawab maupun kedudukan.

7. Kamis Wage

Kamis Wage memiliki jumlah neptu 12, terdiri dari nilai Kamis 8 dan Wage 4.

Dalam pembahasan weton, kombinasi tersebut dikaitkan dengan karakter tertentu yang dipercaya dapat memengaruhi perjalanan kehidupan seseorang.

Kamis Wage juga tercantum dalam sejumlah sumber yang membahas kategori Tibo Lungguh.

8. Sabtu Kliwon

Sabtu Kliwon memiliki jumlah neptu 17, yaitu Sabtu bernilai 9 dan Kliwon bernilai 8.

Dalam penafsiran tradisional, pemilik weton ini sering digambarkan memiliki karakter yang rendah hati, adil, dan senang membantu.

Sifat tersebut dipercaya dapat membuat seseorang memperoleh dukungan dan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Dalam beberapa pembahasan Tibo Lungguh, Sabtu Kliwon juga dimasukkan sebagai salah satu weton yang mempunyai kaitan dengan kedudukan dan rezeki.

Mengapa Tibo Lungguh Dikaitkan dengan Kedudukan?

Kata lungguh memiliki arti duduk atau kedudukan. Karena itu, istilah Tibo Lungguh dalam penafsiran Primbon Jawa mempunyai hubungan dengan gambaran seseorang yang memperoleh tempat atau posisi tertentu.

Dalam konteks budaya Jawa, kedudukan tidak selalu berarti jabatan formal. Maknanya dapat mencakup penghormatan, kepercayaan, tanggung jawab, maupun posisi sosial seseorang di tengah masyarakat.

Beberapa sumber mengenai Primbon juga menjelaskan bahwa lungguh dapat dimaknai sebagai simbol kehormatan atau pangkat dalam konteks perhitungan tradisional.

Apakah Weton Tibo Lungguh Pasti Membawa Kesuksesan?

Tidak bisa disimpulkan demikian.

Primbon Jawa merupakan bagian dari warisan budaya dan sistem kepercayaan tradisional. Penafsiran weton tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat memastikan seseorang akan mendapatkan jabatan, kekayaan, atau kehidupan tertentu hanya berdasarkan tanggal kelahirannya.

Karena itu, istilah Tibo Lungguh lebih tepat dipahami sebagai bagian dari cara masyarakat Jawa dahulu memaknai kehidupan melalui simbol, perhitungan hari, dan pasaran.

Dalam kehidupan nyata, kedudukan dan keberhasilan seseorang tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti pendidikan, keterampilan, kesempatan, lingkungan, keputusan pribadi, serta usaha yang dilakukan.

Weton dan Neptu dalam Primbon Jawa

Untuk memahami pembahasan Tibo Lungguh, penting mengenal istilah neptu.

Neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada masing-masing hari dan pasaran dalam sistem kalender Jawa.

Nilai hari yang umum digunakan adalah:

  • Minggu: 5
  • Senin: 4
  • Selasa: 3
  • Rabu: 7
  • Kamis: 8
  • Jumat: 6
  • Sabtu: 9

Sementara nilai pasaran terdiri dari:

  • Legi: 5
  • Pahing: 9
  • Pon: 7
  • Wage: 4
  • Kliwon: 8

Jumlah nilai hari dan pasaran tersebut kemudian menghasilkan neptu weton seseorang. Perhitungan ini digunakan dalam berbagai tradisi Primbon Jawa, termasuk pembacaan karakter maupun perjodohan.

Tibo Lungguh sebagai Bagian dari Budaya Jawa

Pembahasan mengenai weton hingga saat ini masih menarik perhatian masyarakat, terutama karena menjadi bagian dari warisan budaya Jawa.

Tibo Lungguh menjadi salah satu istilah yang menarik karena maknanya berhubungan dengan kedudukan dan kehormatan. Delapan weton yang disebut dalam pembahasan tersebut adalah Minggu Pon, Senin Wage, Selasa Wage, Selasa Pahing, Rabu Legi, Kamis Pahing, Kamis Wage, dan Sabtu Kliwon.

Meski demikian, pembacaannya sebaiknya ditempatkan dalam konteks budaya dan tradisi. Weton dapat menjadi pengetahuan mengenai warisan budaya Jawa, tetapi tidak semestinya digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan masa depan atau mengambil keputusan penting dalam kehidupan.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Bagaimana Kondisi Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Sepanjang Tahun 2025, Serta Faktor Apa yang Memengaruhi Pergerakan Indikator-indikator Tersebut?

SwaraWarta.co.id - Bagaimana kondisi inflasi dan nilai tukar Rupiah sepanjang tahun 2025, serta faktor apa…

30 minutes ago

3 Rekomendasi Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Kaki, Ada Hoka hingga New Balance

Memilih sepatu olahraga ternyata tidak cukup hanya melihat apakah modelnya terlihat keren atau sedang populer.…

34 minutes ago

Klasemen Terbaru Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 31 Medali dan Naik ke Posisi 13

Kontingen Indonesia kembali mencatat perkembangan positif dalam klasemen sementara Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hingga pembaruan…

42 minutes ago

Klasemen Lengkap Asian Games 2026: Indonesia Naik ke Posisi 13 dengan 31 Medali

Kontingen Indonesia berhasil memperbaiki posisi di klasemen sementara perolehan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hingga…

45 minutes ago

Viral! Pria Paruh Baya Berbuat Mesum dengan Wanita Diatas Motor di Pinggir Jalan Tanah Abang, Cek Fakta Sebenarnya

SwaraWarta.co.id - Sebuah unggahan di media sosial menjadi perhatian publik karena menyoroti seorang pria berusia…

1 hour ago

GRATIS! LINK LIVE STREAMING INDONESIA VS BANGLADESH, LAGA PENENTUAN NASIB SKUAD GARUDA

SwaraWarta.co.id – Bagaimana cara akses link live streaming Indonesia vs Bangladesh? Pertandingan krusial antara Timnas…

2 hours ago