Kecantikan dan Perhiasan dalam Islam: Kebutuhan Dasar Manusia yang Disukai oleh Allah

- Redaksi

Tuesday, 10 September 2024 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.idKecantikan dan keinginan untuk memperindah diri adalah naluri dasar manusia yang sudah tertanam sejak penciptaan Adam.

Seiring waktu, manusia selalu mencari cara untuk memenuhi kebutuhan ini.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi kesombongan tidak akan masuk surga.” Seorang pria bertanya, “Wahai Rasulullah, setiap dari kami pasti suka memakai pakaian bagus dan sepatu yang indah.”

Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan.” [HR. Muslim]

Rasulullah SAW sangat menyukai wewangian dan sering memakai parfum.

Beliau selalu membawa sebotol parfum yang digunakan secara rutin.

Dalam sebuah riwayat, beliau bersabda, “Ada tiga hal yang aku cintai di dunia ini: wanita, wewangian, dan penyejuk mataku terletak pada shalat.” [HR. Ahmad]

Baca Juga :  Diskusikan Mengapa Pemahaman Tentang Persepsi Konsumen Penting dalam Pemasaran! Jelaskan Menggunakan Contoh! Simak Jawabannya di Sini

Selain parfum, Rasulullah SAW juga memiliki tempat celak (antimony) untuk matanya.

Beliau rutin mengolesi kepala dan jenggotnya dengan minyak, serta menyisirnya dengan rapi.

Rasulullah SAW juga memiliki pakaian khusus yang dipakai saat bertemu dengan tokoh-tokoh penting dan pemimpin suku. Semua ini dilakukan dalam batas-batas yang diizinkan oleh syariat.

Adapun Islam tidak melarang seseorang untuk berhias, selama hal itu dilakukan dengan wajar dan tidak melampaui batas.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai nikmat yang disediakan untuk manusia, “Dan Dialah yang menundukkan lautan agar kamu dapat memakan darinya daging segar dan mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai.

Dan kamu melihat kapal-kapal berlayar melaluinya, agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl: 14)

Baca Juga :  Supervisi Pendidikan: Pengertian dan Langkah-Langkahnya

Dalam ayat ini, Allah menekankan bahwa salah satu karunia-Nya adalah perhiasan yang dikeluarkan dari laut dan dapat dipakai manusia sebagai tanda kecantikan dan kebesaran-Nya.

Ini menunjukkan bahwa berhias, dalam batas tertentu, adalah bagian dari nikmat Allah yang layak untuk disyukuri.

Lebih jauh lagi, Allah melarang manusia untuk mengharamkan sesuatu yang tidak ada dalil pengharamannya.

Firman Allah, “Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik?’ Katakanlah: ‘Perhiasan itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus untuk mereka di hari kiamat.’ Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 32)

Ayat ini memperjelas bahwa segala bentuk kecantikan dan perhiasan yang halal diciptakan untuk dinikmati oleh orang-orang yang beriman.

Baca Juga :  Kunci Jawaban! Bagaimana Islam Memandang Pentingnya Budaya Akademik dalam Kehidupan Seorang Muslim?

Hal ini diizinkan dalam kehidupan dunia ini, dan akan menjadi nikmat yang lebih besar lagi bagi mereka di akhirat.

Islam tidak memandang kecantikan sebagai sesuatu yang harus dihindari, melainkan sesuatu yang harus dikelola dengan baik sesuai dengan aturan syariat.

Kesimpulannya, keinginan untuk memperindah diri adalah bagian dari fitrah manusia yang telah diatur oleh Islam. Kecantikan dan perhiasan diperbolehkan asalkan dilakukan tanpa melanggar ketentuan agama.

Rasulullah SAW sendiri memberi contoh dengan menjaga kebersihan diri, memakai pakaian yang baik, dan menggunakan parfum.

Islam menekankan pentingnya kesederhanaan, tetapi tidak mengabaikan kebutuhan manusia untuk memperindah diri sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan.***

Berita Terkait

Apakah Benar April 2026 Sekolah Daring? Cek Faktanya!
Bagaimana Menjawab Taqabbalallahu Minna Wa Minkum? Begini Cara Menjawabnya dengan Benar!
Apa itu Koperasi Merah Putih? Mengenal Pilar Ekonomi Berbasis Nasionalisme
Mengenal Istilah Shemale: Definisi, Asal-Usul, dan Konteks Penggunaannya
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP 2026 Secara Online, Jangan Sampai Salah Langkah!
BAGAIMANA SOLUSI PEMERATAAN PEMBANGUNAN AGAR TIDAK MENIMBULKAN KONFLIK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT?
5 Cara Print Info GTK 2026: Valid dan Anti Terpotong
Peluang Kerja Internasional Terbuka Lebar, Banyak Profesional Mulai dari Kampung Inggris

Berita Terkait

Saturday, 21 March 2026 - 08:22 WIB

Bagaimana Menjawab Taqabbalallahu Minna Wa Minkum? Begini Cara Menjawabnya dengan Benar!

Tuesday, 17 March 2026 - 13:00 WIB

Apa itu Koperasi Merah Putih? Mengenal Pilar Ekonomi Berbasis Nasionalisme

Saturday, 14 March 2026 - 13:56 WIB

Mengenal Istilah Shemale: Definisi, Asal-Usul, dan Konteks Penggunaannya

Saturday, 14 March 2026 - 10:56 WIB

Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP 2026 Secara Online, Jangan Sampai Salah Langkah!

Thursday, 12 March 2026 - 09:34 WIB

BAGAIMANA SOLUSI PEMERATAAN PEMBANGUNAN AGAR TIDAK MENIMBULKAN KONFLIK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT?

Berita Terbaru