Inilah Adab-Adab Makan dalam Islam yang Wajib Diketahui!

- Redaksi

Friday, 13 September 2024 - 02:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adab-adab Makan dalam Islam.Doc.lst

Adab-adab Makan dalam Islam.Doc.lst

SwaraWarta.co.id- Dalam Islam, adab makan merupakan hal penting yang perlu diketahui oleh umat Muslim. Meskipun tampak sederhana, ketentuan ini dapat dijadikan pedoman untuk meraih berkah dan manfaat. Islam mengatur segala hal sesuai dengan porsinya, termasuk dalam aspek makan dan minum sehari-hari. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah memberikan banyak contoh mengenai etika dan sopan santun saat makan. Oleh karena itu, sebagai pengikutnya, kita dianjurkan untuk mengikuti ajaran terkait adab makan tersebut.

Adab- adab Makan dalam Islam

Berikut adalah beberapa adab dan sopan santun saat makan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw:

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Membaca Doa

Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk mengucapkan niat dan berdoa sebelum memulai aktivitas, termasuk saat makan. Umat Muslim umumnya mengetahui doa sebelum dan sesudah makan. Selain itu, Nabi Saw juga memulai makan dengan ucapan tertentu.

2. Tidak Makan Berlebihan

Allah Swt memerintahkan agar hamba-Nya tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk makan. Hal ini tercermin dalam firman-Nya pada bagian akhir Surat Al-A’raf ayat 31.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

“…Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-A’raf Ayat 31)

Baca Juga :  Menjelajahi Wangi Maskulin Parfum Pria Bvlgari

Senada dengan ketentuan di atas, Rasulullah Saw juga menganjurkan hal yang sama untuk umatnya. Beliau pernah bersabda: “Tidak ada yang lebih jahat daripada orang yang memadati perutnya dengan makanan untuk menguatkan badannya. Jika perlu ia makan, hendaklah perutnya diisi sepertiga makanan, sepertiga air (minuman), dan sepertiga lagi untuk udara (bernafas).” (HR At-Tirmidzi)

3. Gunakan tangan kanan

Adab berikutnya adalah memakai tangan kanan ketika makan. Ibnu ‘Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

“Jika di antara kalian makan, hendaklah dia makan salah seorang dengan tangan kanannya. Dan jika dia minum, hendaklah dia minum dengan tangan kanan. Karena setan itu selalu makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.” (HR Muslim)

Sebagai pengecualian, apabila ada uzur yang menyebabkan seseorang tidak dapat makan atau minum dengan tangan kanan, baik berupa sakit, luka, maupun masalah lainnya, dia boleh makan atau minum dengan tangan kiri.” (Syaikh an-Nawawi, dalam penjelasan Shahih Muslim)

4. Jangan mencela makanan

Nabi Saw juga mengajarkan agar umatnya tidak mencela atau memilih-milih makanan. Beliau sangatlah menghargai setiap jenis makanan yang diberikan dan selalu bersyukur atas nikmat tersebut.

مَا عَابَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعاَماً قَطُّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَ إِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Baca Juga :  Pentingnya Hijab dan Larangan Berinteraksi Bebas dengan Non-Mahram dalam Islam

“Rasulullah Saw tidak pernah mencela makanan. Apabila beliau berselera (menyukai makanan yang telah dihidangkan) beliau memakannya. Jika tidak suka (tidak berselera), maka beliau meninggalkannya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

5. Duduk ketika makan

Rasulullah Saw pernah bersabda: “Aku tidak makan sambil bersandar. Aku adalah seorang hamba, maka aku minum seperti minumnya hamba dan makan pun seperti makannya seorang hamba.” Namun, apabila ada kondisi tertentu seperti sakit atau tidak memungkinkan untuk duduk, orang yang bersangkutan tetap diperkenankan makan dengan cara yang dia bisa. Intinya, tidak perlu sampai membebaninya.

6. Makan Menggunakan Jari

Meskipun saat ini banyak tersedia alat makan modern dan canggih, Rasulullah Saw lebih menyukai makan dengan tangan dan jari. Beliau menilai cara ini lebih sesuai dengan fitrah manusia.

7. Jangan Meniup Makanan

Jika makanan atau minuman panas, sebaiknya didinginkan terlebih dahulu. Tidak diperbolehkan meniup makanan atau minuman yang panas.

8. Makan bersama

Nabi Saw sangat suka makan bersama. Biasanya, beliau selalu mencari para sahabatnya untuk diajak makan bersama. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda: “Makanan dua orang cukup untuk dimakan tiga orang, makanan tiga orang cukup dimakan empat orang.” (HR Al-Bukhari, Muslim)

9. Mengunyah makanan dengan baik

Makanan harus dikunyah dengan baik sebelum menelannya. Hal ini nantinya ditujukan agar membantu melancarkan pencernaan. Pada sebuah hadis, Nabi Saw bersabda: “Kecilkan suapan dan baguskan mengunyahnya.” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah mengunyah makanannya sebanyak 33 kali.

Baca Juga :  Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong Antara Mobil dengan Motor, Dua Korban Meninggal

10. Jika makanan telah dihidangkan, dahulukan daripada salat

Nabi SAW selalu mendahulukan makan daripada salat, dengan catatan jika makanan telah dihidangkan. Beliau pernah bersabda: “Apabila makan malam telah dihidangkan dan salat telah ditegakkan, maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa (pergi salat) sampai makanmu selesai.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Terkait alasannya, Rasulullah menganjurkan demikian supaya hati terasa tenang, khusyuk, dan tidak memikirkan makanan saat shalat. Namun, bisa juga mempertimbangkan tingkat rasa lapar yang dirasakan. Jika rasa lapar sangat terasa dan makanan telah dihidangkan, maka hendaknya mendahulukan makan. Akan tetapi, jika lapar tidak begitu terasa, maka lebih utama untuk sholat, lalu setelah itu menyantap makanan yang telah dihidangkan.

11. Berdoa setelah makan Setelah selesai makan

Rasulullah Saw mengucapkan bacaan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah) sebagai tanda syukur atas makanan yang diberikan. Selain itu, umat Muslim juga dapat membaca doa setelah makan yang biasa diajarkan sejak kecil.

Dengan mengikuti adab-adab ini, kita dapat mempraktikkan cara makan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Penulis : Vahira Mona Luthfita, Jurnalis Magang

Berita Terkait

Kapan Jadwal Pelaksanaan TKA SD 2026? Simak Tanggal Penting dan Tahapannya di Sini!
Apa yang Dimaksud dengan Institutional Branding Pada Pemerintah Daerah? Simak Pembahasannya Berikut Ini!
Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS
Menjalani Ibadah di Bulan Suci: Sudah Berapa Hari Puasa Berjalan?
Cara Membayar Fidyah Puasa untuk Ibu Hamil yang Perlu Dipahami
Bolehkah Keramas Saat Puasa? Simak Hukum dan Tipsnya Agar Tetap Segar
Terungkap! Jejak Kelam KDRT Ibu Tiri Nizam Syafei yang Sempat Damai Kini Berujung Maut
Heboh! Link Video Ibu Kost Halmahera Diduga Ibu Kost Rudapaksa Anak Kos Viral Dicari-Cari, Benarkah Videonya Asli? Select 81 more words to run Humanizer.

Berita Terkait

Thursday, 26 February 2026 - 16:50 WIB

Kapan Jadwal Pelaksanaan TKA SD 2026? Simak Tanggal Penting dan Tahapannya di Sini!

Thursday, 26 February 2026 - 16:38 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Institutional Branding Pada Pemerintah Daerah? Simak Pembahasannya Berikut Ini!

Thursday, 26 February 2026 - 16:17 WIB

Iran Tegaskan Menolak Negosiasi dengan Donald Trump: Sikap Tegas di Tengah Tekanan AS

Wednesday, 25 February 2026 - 13:34 WIB

Cara Membayar Fidyah Puasa untuk Ibu Hamil yang Perlu Dipahami

Wednesday, 25 February 2026 - 13:13 WIB

Bolehkah Keramas Saat Puasa? Simak Hukum dan Tipsnya Agar Tetap Segar

Berita Terbaru

Cara Menutup Kartu Kredit Bank Mega

Teknologi

Cara Menutup Kartu Kredit Bank Mega dengan Mudah dan Aman

Thursday, 26 Feb 2026 - 16:29 WIB