Apakah yang Dimaksud dengan Lalai Mendirikan Sholat? Berikut Pembahasannya!

- Redaksi

Sunday, 30 November 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apakah Boleh Sholat Subuh Jam 6

Apakah Boleh Sholat Subuh Jam 6

SwaraWarta.co.id – Apakah yang dimaksud dengan lalai mendirikan sholat? Sholat merupakan tiang agama (imaduddin) dan ibadah yang paling utama dalam Islam, menjadi pembeda antara seorang muslim dan non-muslim. Kewajibannya telah ditetapkan secara tegas, baik di dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang kita mendengar atau bahkan menjumpai fenomena lalai mendirikan sholat.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kelalaian ini, dan apa dampaknya bagi seorang Muslim?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Definisi Kelalaian dalam Sholat

Secara bahasa, lalai (dari kata Arab ghaflah) berarti lupa, abai, atau tidak peduli. Dalam konteks ibadah sholat, lalai mendirikan sholat dapat diartikan dalam dua kategori utama:

  1. Meninggalkan Sholat Secara Total
Baca Juga :  Jelaskan Detail Suntikan Dana Rp400 Triliun ke Bank Himbara dan Dampaknya? Simak Penjelasannya Berikut ini!

Kategori ini merujuk pada seseorang yang tidak melaksanakan sholat lima waktu sama sekali (meninggalkan sholat karena ingkar atau karena malas).

  • Ingkar (Mengingkari Kewajiban): Jika seseorang meninggalkan sholat karena meyakini bahwa sholat tidak wajib, mayoritas ulama (jumhur) menghukumi orang tersebut telah keluar dari Islam (kafir).
  • Malas (Karena Kelalaian/Kesibukan): Jika seseorang meninggalkan sholat karena malas atau terlalu sibuk, namun ia tetap meyakini kewajibannya, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama (seperti Imam Ahmad) juga menghukumi kafir, sementara ulama lainnya (seperti Imam Syafi’i, Maliki, dan Hanafi) menghukuminya sebagai fasiq (pendosa besar) yang wajib dihukum dan diperintahkan bertaubat.
  1. Lalai dalam Pelaksanaannya (Sahuw dan Tarkul Khusyu’)

Ini adalah kategori kelalaian yang lebih halus, yaitu mereka yang tetap sholat, namun melakukannya dengan tidak sempurna atau tanpa khusyu.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’un ayat 4-5:

Baca Juga :  Bagaimana Makhluk Hidup dalam Suatu Ekosistem Berkaitan Satu dengan Lainnya

“Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya.”

Ulama menafsirkan lalai dari sholatnya di sini bukan berarti meninggalkannya, melainkan:

  • Menunda Waktu: Selalu mengakhirkan sholat hingga mendekati habis waktu atau bahkan terlewat, tanpa alasan syar’i.
  • Tidak Khusyu’: Melakukan gerakan sholat hanya sebagai rutinitas tanpa menghadirkan hati, pikiran, dan kekhusyukan.

Dampak Negatif Lalai Sholat

Kelalaian ini membawa dampak yang sangat serius, baik di dunia maupun di akhirat.

  1. Gugurnya Jaminan Allah: Sholat adalah perjanjian antara hamba dan Rabb-nya. Meninggalkannya dapat menghilangkan jaminan perlindungan dan hidayah dari Allah.
  2. Dihukumi Pendosa Besar: Bagi yang meninggalkan sholat karena malas, ia tergolong dalam dosa besar yang wajib diiringi dengan taubat nasuha dan segera mengganti sholat yang terlewat (qadha).
  3. Ancaman Neraka: Al-Qur’an menyebutkan ancaman neraka Wail bagi mereka yang lalai dari sholatnya dan neraka Saqar bagi mereka yang meninggalkan sholat.
Baca Juga :  Jelaskan Pentingnya Bermazhab dalam Fiqih? Berikut ini Pembahasannya!

Pentingnya Menjaga Sholat Tepat Waktu

Untuk menghindari kelalaian, seorang Muslim harus berusaha menjaga sholat tepat waktu dan melaksanakannya dengan khusyu. Mengutamakan panggilan Allah di atas urusan dunia adalah kunci untuk meraih kebahagiaan sejati. Lalai mendirikan sholat adalah pintu menuju kelalaian dalam aspek agama lainnya.

 

Berita Terkait

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!
Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!
Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 16:48 WIB

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

Friday, 9 October 2026 - 10:23 WIB

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Berita Terbaru