Categories: Berita

Harga Beras Semakin Mahal, Anggota Ombudsman RI Buka Fakta Mengejutkan

Ilustrasi beras untuk program SPHP (Dok. Istimewa)

SwaraWarta.co.id – Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika, menyatakan masih ada dugaan mengapa harga beras masih mahal meski Perum Bulog telah mengeluarkan banyak beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). 

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu dugaannya adalah adanya kemungkinan penyalahgunaan beras SPHP yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, namun malah dijual kembali sebagai beras komersial. 

Perlu dilakukan investigasi untuk memastikan beras SPHP benar-benar disalurkan dengan tepat.

“Karena kami tidak pernah mengawasi (harga beras) di pasar, di ritel, di konsumen itu seperti apa,” kata Yeka saat melakukan inspeksi, di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Jumat.

Program SPHP dibuat oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan beras di pasar dan menekan kenaikan harga beras agar terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah. 

Beras SPHP berasal dari cadangan beras pemerintah di gudang Bulog dan dikemas dalam kemasan 5 kg yang harganya lebih murah dibandingkan beras lain di pasaran.

Dua dugaan lainnya yang masih mungkin terjadi adalah adanya gangguan produksi beras dalam negeri serta penyelewengan dalam penyaluran beras SPHP. 

“Produksi yang bermasalah atau memang ada penyelewengan di dalam penyaluran beras SPHP,” ujarnya.

Yeka juga menyoroti kemasan karung beras Bulog SPHP yang tampak sama persis dengan beras komersial, padahal kualitas keduanya tidak jauh berbeda.

“Tadi kelihatan karung beras SPHP dan beras komersial tak jauh beda, jadi ini saran buat Bulog ya agar kemasannya dibedakan,” Ungkapnya.

Beras SPHP diharapkan dapat tersedia merata di seluruh wilayah Indonesia dengan harga yang beragam sesuai zona. 

Masyarakat bisa membeli beras SPHP di pasar tradisional, ritel modern, outlet Perum Bulog, pemerintah daerah, dan toko yang menjadi mitra Perum Bulog. 

Badan Pangan Nasional mengatakan rencana penyaluran beras SPHP tahun 2024 diperkirakan mencapai 1,2 juta ton untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

13 hours ago

Ole Romeny Tercengang! Gairah Suporter Indonesia Ternyata Beda Jauh dari Eropa, Ini Pengakuannya Setelah Juara FIFA Asean Cup 2026

SwaraWarta.co.id - Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, baru saja mengukir sejarah bersama skuad Garuda dengan…

19 hours ago

Apa Itu Herbig-Haro dan Bagaimana Cara Memotretnya? Mari Kita Bahas Secara Seksama!

SwaraWarta.co.id - Apa itu herbig-haro dan bagaimana cara memotretnya? Menjelajahi keindahan langit malam selalu menyimpan…

20 hours ago

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!

SwaraWarta.co.id - Kenapa Sara Wijayanto cerai? Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Setelah…

23 hours ago

Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

SwaraWarta.co.id - Jagat media sosial Malaysia sedang dihebohkan dengan gerakan boikot besar-besaran terhadap produk Indonesia.…

1 day ago

BOCORAN One Piece Chapter 1195: Zoro Kuasai Haki Raja, Sanji Hadapi Kelemahan Terbesar!

SwaraWarta.co.id - Para nakama, persiapkan diri kalian! Spoiler One Piece Chapter 1195 akhirnya bocor dan…

2 days ago