KKP: Garam Sabu Raijua Berkualitas Ekspor Meski Dikelola Tradisional

- Redaksi

Tuesday, 20 August 2024 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi garam yang berkualitas ekspor (Dok. Ist)

Ilustrasi garam yang berkualitas ekspor (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan bahwa produksi garam dari Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, memiliki kualitas ekspor meskipun masih diolah secara tradisional.

Baca Juga: Harga Beras Melonjak, Produksi Garam Lampaui Batas

Victor Gustaaf Manoppo, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, mengatakan bahwa pengelolaan garam di Sabu Raijua bisa ditingkatkan dengan skala yang lebih besar agar dapat memenuhi kebutuhan garam nasional.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekalipun pembuatannya masih tradisional, kualitas garam di Sabu Raijua memiliki kualitas nomor satu (super/premium) dengan kadar NaCl 98,23 persen setara dengan garam impor,” kata Victor sebagaimana dikutip dari siaran resmi KKP di Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Tekankan Pentingnya Kerja Keras dan Pengabdian kepada Rakyat

Kabupaten Sabu Raijua memiliki potensi garam yang cukup besar, yaitu seluas 2.015 hektar yang tersebar di enam kecamatan.

Dengan menggunakan teknologi geomembran dan didukung oleh iklim semi-arid dengan musim kemarau yang panjang, wilayah ini sangat ideal untuk produksi garam.

Victor juga menambahkan bahwa pengelolaan garam perlu ditingkatkan melalui pemetaan lahan yang potensial, perbaikan sistem pemasaran, penguatan kelembagaan, serta penerapan sistem produksi yang lebih efektif dan efisien.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan membuka lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan menyebutkan bahwa potensi produksi garam di Kabupaten Sabu Raijua bisa mencapai 300.000 ton per tahun. Jika dikelola dengan baik, produksi garam ini bisa mendukung perekonomian sektor kelautan di daerah tersebut.

Baca Juga :  Heboh, Satpam di Bogor Meninggal Dunia di Sekolah

“Garam di Sabu Raijua dihasilkan dengan teknologi full geomembran untuk menghasilkan garam dengan kadar yang terbaik di Indonesia sehingga mampu digunakan untuk semua industri baik dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Baca Juga: Tips Mengurangi Bau dalam Kulkas, Ibu-ibu Wajib Tahu!

Selain faktor iklim yang mendukung, masyarakat di Sabu Raijua juga telah terlatih dalam produksi garam, dan masih ada peluang untuk memperluas usaha tambak garam di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!
Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya
Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!
Apa Alasan Presiden Prabowo Meresmikan Ratusan Satuan Militer dan Enam Kodam Baru pada HUT ke-81 TNI?
2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi
Mengenal Sosok Angkasawan Malaysia: Apakah Nama Penuh Sheikh Muszaphar?
PENGUMUMAN KSR RUANGGURU 2026: Berikut Jadwal Lengkapnya yang Wajib Kamu Catat!
Saat Hutan Kita Terbakar, Siapa yang Sebenarnya Memanen Keuntungan?

Berita Terkait

Friday, 9 October 2026 - 07:17 WIB

Kenapa Sara Wijayanto Cerai? Ternyata Ini Faktor di Balik Layar yang Jarang Diketahui!

Friday, 9 October 2026 - 06:00 WIB

Viral! Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Indonesia, Ini Pemicu dan Daftar Lengkapnya

Thursday, 8 October 2026 - 09:47 WIB

Mau Bansos Cair 2027? Jangan Sampai Kelewatan, Begini Cara Daftar Perlinsos yang Benar!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:57 WIB

Apa Alasan Presiden Prabowo Meresmikan Ratusan Satuan Militer dan Enam Kodam Baru pada HUT ke-81 TNI?

Tuesday, 6 October 2026 - 16:42 WIB

2 Cara Mengecek BSU 2026 Cair 900rb di HP dengan Cepat Melalui Portal Resmi

Berita Terbaru