Pendidikan

Mengapa Pendidikan Pancasila Tetap Penting Dipelajari oleh Siswa Saat Ini, dan Bagaimana Hakikat Serta Tujuan Pembelajaran Tersebut Dapat Membentuk?

SwaraWarta.co.id – Mengapa pendidikan pancasila tetap penting dipelajari oleh siswa saat ini, dan bagaimana hakikat serta tujuan pembelajaran tersebut dapat membentuk cara berpikir, sikap, dan peran saudara sebagai warga negara?

Di tengah gempuran arus globalisasi dan banjir informasi tanpa filter, pertanyaan mengapa pendidikan Pancasila tetap penting dipelajari oleh siswa saat ini justru semakin relevan.

Sebagian kalangan mungkin menganggap Pancasila hanya sebagai hafalan di upacara bendera.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, di era di mana identitas kebangsaan mulai tergerus budaya asing dan polarisasi sosial semakin tajam, Pendidikan Pancasila menjadi “kompas moral” yang menentukan arah generasi muda.

Hakikat dan Tujuan Pembelajaran: Lebih dari Sekadar Teks

Hakikat pendidikan Pancasila bukanlah transfer pengetahuan masa lalu, melainkan pembentukan mekanisme berpikir. Tujuan utamanya adalah menanamkan cara berpikir kritis yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan persatuan. Di dunia maya yang penuh ujaran kebencian dan hoaks, siswa yang memahami esensi sila kedua dan ketiga akan lebih bijak dalam merespons perbedaan. Mereka tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong karena memiliki “benteng ideologis”.

Pembelajaran Pancasila hari ini tidak boleh lagi bersifat doktriner, tetapi harus kontekstual dan aplikatif.

Hakikatnya adalah membumikan nilai-nilai luhur dalam tindakan sehari-hari: gotong royong menjadi kerja tim di tugas sekolah, musyawarah menjadi kemampuan mendengarkan pendapat teman di media sosial, dan keadilan sosial menjadi kepedulian terhadap teman yang kesulitan akses internet.

Membentuk Cara Berpikir, Sikap, dan Peran sebagai Warga Negara

Lantas, bagaimana pembelajaran ini secara konkret membentuk kita? Pertama, pembentukan cara berpikir dialektis. Pancasila mengajarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Sebagai siswa, saya dididik untuk tidak hanya berpikir tentang nilai ujian (prestasi individu) tetapi juga bagaimana prestasi itu bisa berguna bagi lingkungan sekitar (nilai sosial).

Ini melahirkan sikap inklusif dan toleran sebuah sikap yang sangat mahal di era algoritma yang gemar mengkotak-kotakkan manusia.

Kedua, pendidikan ini mengokohkan peran saya sebagai warga negara digital yang bertanggung jawab. Ketika melihat berita yang menyudutkan suku atau agama tertentu, refleks saya bukan langsung membagikannya, melainkan mengingat sila “Persatuan Indonesia”.

Saya sadar, peran saya sebagai warga negara bukan hanya memilih pemimpin setiap lima tahun sekali, tetapi menjaga ruang digital agar tetap sehat dan beradab setiap hari.

Singkatnya, pendidikan Pancasila tetap penting karena ia adalah “perangkat lunak” kebangsaan yang harus terus diperbarui sesuai zaman.

Tanpa pemahaman hakikat Pancasila yang benar, generasi muda Indonesia hanya akan menjadi penonton pasif di negeri sendiri. Dengan Pancasila, kita menjelma menjadi aktor utama yang mampu berpikir kritis, bersikap santun, dan berperan aktif merajut kembali benang-benang kebhinekaan yang mulai terurai.

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Apakah PKH Sudah Cair Hari Ini 2026? Cek Faktanya di Sini!

SwaraWarta.co.id - Pertanyaan "apakah PKH sudah cair hari ini 2026?" menjadi salah satu topik paling…

15 minutes ago

Bocoran Harga dan Spesifikasi Oppo A7 Pro 5G: Baterai Jumbo 8.000 mAh, Siap Jadi “HP Badak” Baru!

SwaraWarta.co.id - Oppo kembali mengguncang pasar smartphone Indonesia dengan meluncurkan Oppo A7 Pro 5G. Ponsel ini…

4 hours ago

HEBOH! Link Video Bilqis Luvena Versi 12 Detik dan 27 Detik Viral, Ternyata Ini Fakta Aslinya!

SwaraWarta.co.id - Jagat media sosial TikTok dan X kembali dihebohkan dengan pencarian massal link video Bilqis…

6 hours ago

Bikin Iri! Bos Restoran China Ini Hadiahi Karyawannya Mobil BMW Rp800 Juta, Ternyata Ini Alasannya yang Bikin Haru!

SwaraWarta.co.id - Pernahkah Anda membayangkan mendapat hadiah mobil mewah dari bos hanya karena rajin bekerja?…

6 hours ago

Liburan ke Bali Berujung Bui! Kronologi Lengkap Penangkapan Buronan Penipuan Rp50 Miliar

SwaraWarta.co.id – Bagaimana kronologi penangkapan buronan penipuan Rp50 Miliar di Bali? Aksi kejar-kejaran lintas provinsi akhirnya…

6 hours ago

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

SwaraWarta.co.id - Bagaimana rincian penyaluran dana daerah Rp599 triliun oleh pemerintah? Pemerintah melalui Kementerian Keuangan…

23 hours ago