Peran Sentral 13 Tokoh dalam Terwujudnya Sumpah Pemuda 1928

- Redaksi

Saturday, 28 October 2023 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peran Sentral 13 Tokoh dalam Terwujudnya Sumpah Pemuda 1928

SwaraWarta.co.id – Tonggak dari perumusan Sumpah Pemuda tidak terlepas dari peran penting para pemuda yang tergabung dalam Kongres Pemuda.

Sejumlah tokoh di dalam Kongres Pemuda berupaya untuk merumuskan gagasan untuk mempersatukan seluruh pemuda di seluruh Indonesia untuk sama-sama berjuang mempertahankan kedaulatan RI.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kongres tersebut akhirnya dirumuskan tiga poin utama dalam teks yang ditulis tangan oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas.

Teks yang setelahnya menjadi ikrar sakral yang terus dibacakan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di masa setelahnya.

Secara garis besar, tiga poin penting tersebut adalah: mengakui bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Baca Juga :  Mengapa Kita Harus Menuntut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi?

Dalam kongres pemuda yang merupakan tonggak sejarah Hari Sumpah Pemuda ini, ada 13 nama tokoh yang bisa dibilang sebagai tokoh pentingnya. Siapa saja, mereka, berikut daftarnya:

1. Soenario Sastrowardoyo

Merupakan penasihat panitia dalam perumusan teks sumpah pemuda, sekaligus menjadi pembicaranya. Soenario berasal dari Madiun, Jawa Timur.

2. Mohammad Yamin

Merupakan seorang sastrawan, budayawan, ahli hukum, juga politikus. Merupakan salah satu tokoh Jong Sumatranen Bond yang lahir di Minangkabau.

Mohammad Yamin merupakan tokoh yang mengusulkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan.

3. Amir Syarifuddin Harahap

Merupakan bendahara Kongres Pemuda yang ke-2, aktivis anti Jepang, juga anggota dari organisasi Jong Batak Bond.

4. Djoko Marsaid

Merupakan wakil ketua Kongres Pemuda II, yang tergabung dalam organisasi pemuda Jong Java.

Baca Juga :  Ragam Contoh Penerapan Asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang Tepat Adalah...

5. Soegondo Djojopoespito

Merupakan ketua pimpinan jalannya sidang Kongres Pemuda ke-2, terpilih menjadi ketua kongres setelah mendapatkan persetujuan dari Mohammad Hatta kali itu.

Soegondo juga menjadi bagian dari organisasi PPI atau Persatuan Pemuda Indonesia.

Nama-nama lainnya adalah:

6. Johannes Leimena (dokter dan politisi dari Jong Ambon).

7. Samidi Mangoensarkoro (aktivis pendidikan, juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1949-1950).

8. Johan Mohammad Cai (Keturunan China, Pembantu I Kongres Pemuda)

9. Rumondor Cornelis Lefrand Senduk (pokitikus adasal Minahasa, tergabung dengan perkumpulan Jong Celebes).

10. Mohammad Rochjani Su’ud (ahli hukum, ketua Pemoeda Betawi).

11. R. Katja Soengkana (Pembantu II Kongres Pemuda II, dari Jong Indonesie).

Baca Juga :  Hukum Eyelash, Benarkah dalam Islam diperbolehkan? Begini Catatannya...

12. W.R Soepratman (wartawan, violinis, juga komponis, pencipta lagu Indonesia Raya).

13. Dolly Salim (pelantun pertama lagu Indonesia Raya).

Itulah 13 tokoh pemuda yang mempunyai peran penting dalam Kongres Pemuda sebagai tonggak lahirnya Sumpah Pemuda.

Berita Terkait

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!
Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!
Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?
Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?
Apa yang Dimaksud dengan Hakikat Warga Negara? Uraikan Kewajiban dan Hak-hak Dasar yang Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia Menurut UUD 1945
Setelah Anda Membaca Modul dan Materi Inisiasi, Menurut Anda, Mengapa Anak dengan Gangguan Bahasa tidak Boleh Langsung Dianggap Malas Berbicara?
Mengenal Apa Itu Wantimpres: Fungsi, Tugas, dan Perannya di Indonesia

Berita Terkait

Thursday, 8 October 2026 - 10:17 WIB

Mengapa Pendidikan Nilai Menjadi Aspek Penting dalam Sistem Pendidikan Saat Ini? Berikut Penjelasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 16:10 WIB

Apa yang Dimaksud Transisi Layanan? Dan Mengapa Transisi Layanan Itu Penting? Berikut Ini Pembahasannya!

Wednesday, 7 October 2026 - 15:54 WIB

Tuliskan 11 Etika Dasar yang Digagas dalam Tulisan di Atas, Pahami dan Resapi Etika-etika Prinsip yang Harus Dijunjung Tinggi Guru Sebagai Pendidik?

Wednesday, 7 October 2026 - 15:39 WIB

Seseorang Guru Memperhatikan Bahwa Banyak Siswa di Kelasnya Sulit Bekerja Sama dalam Tugas Kelompok, Berdasarkan Konsep 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sunday, 4 October 2026 - 13:42 WIB

Jelaskan Secara Komprehensif Pengertian Advokasi Kebijakan Publik Menurut Modul, Serta Uraikan Tujuan, Strategi, dan Syarat Keberhasilan Advokasi dalam Konteks Demokrasi Partisipatif?

Berita Terbaru