Jarang diketahui, Ini Keunikan Makam Bale Batur Ponorogo

- Redaksi

Sunday, 4 February 2024 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Makam Bale Batur Ngebel Jawa Timur
( Dok. Istimewa

SwaraWarta.co.id – Di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ada seorang tokoh perempuan yang sangat dikenal oleh warga setempat, yaitu Nyai Latung yang eerat dengan makam bale batur. 

Legenda Naga Baruklinting sangat erat kaitannya dengan dirinya, karena dalam cerita yang berkembang di masyarakat terlebih Nyai Latung berhasil diselamatkan oleh Naga Baruklinting dari banjir bandang sehingga tidak heran makam bale batur populer. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlepas dari makam bale batur, Nyai Latung adalah seorang warga biasa dan berasal dari kalangan jelata.

Makam Nyai Latung sendiri diyakini oleh masyarakat berada di tengah Pasar Bale Batur Ngebel, tepat di bawah sebuah pohon besar dan tua. 

Baca Juga :  Pada Tanggal 1 September 2023, PT Karya Cipta Membeli Investasi Jangka Pendek Yang Berupa 10%

Meski makamnya sudah lapuk, masih banyak peziarah yang datang untuk melihatnya. 

Dalam konteks Telaga Ngebel yang menjadi objek wisata andalan di Kabupaten Ponorogo, Nyai Latung juga memainkan peran yang sangat penting dalam legenda asal-usulnya.

Cerita legenda mengatakan bahwa Nyai Latung adalah satu-satunya orang yang dengan ikhlas memberikan makan kepada seorang bocah bernama Baru Klinting. 

Bocah tersebut dikisahkan sebagai jelmaan dari seekor ular raksasa yang mencabut sebuah lidi hingga mengeluarkan mata air dan menjadi Telaga Ngebel.

Nyai Latung diceritakan menjadi orang yang selamat setelah banjir bandang melanda daerah tersebut. 

Hal itu karena sebelum Baru Klinting mencabut lidi, Nyai Latung sudah diberi tahu bahwa akan ada banjir besar yang akan menenggelamkan desa tersebut.

Baca Juga :  Pembangunan Pendidikan di Indonesia Masih Belum Merata Sepenuhnya

Namun, menurut penuturan sang juru kunci Bale Batur, makam tersebut adalah makam tiban, yang tidak diketahui sejak kapan keberadaannya. 

Bahkan beberapa juru kunci sebelumnya yang merawat lokasi tersebut juga tidak mengetahui kapan persisnya makam itu ada. 

Meskipun tidak diketahui sejak kapan makam tersebut ada, namun masyarakat sekitar tetap yakin bahwa itu adalah makam Nyai Latung.

Di lokasi tersebut juga terdapat makam Mbah Bale Batur, namun cerita ataupun legenda mengenai tokoh ini tidak terlalu dikenal oleh warga setempat.

Meskipun merupakan makam tiban, namun lokasi tersebut masih sering dikunjungi oleh para peziarah dengan tujuan yang berbeda-beda. 

Ada yang datang untuk berdoa, mendoakan, atau ngalap berkah supaya permintaannya dikabulkan oleh Allah.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Menjaga Kelestarian Lingkungan? Ini 5 Langkah Mudah yang Bisa Dilakukan

Keunikan lainnya dari lokasi tersebut adalah tradisi Ringgitan atau Wayang Kulit semalam suntuk yang selalu dilaksanakan oleh warga setempat setiap bulan Suro. 

Selain itu, Pasar Bale Batur juga selalu ramai setiap hari pasaran yakni Pon, Wage, dan Legi, dan beroperasi sejak dini hari hingga malam hari atau bahkan 24 jam pada hari tertentu.

Pada musim buah-buahan, Pasar Bale Batur selalu ramai oleh para pedagang buah dari berbagai penjuru wilayah yang mencari dagangan, terutama durian.

Berita Terkait

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini
Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!
BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!
Mengapa Urban Farming Cocok Sebagai Awal Karier Green Jobs Bagi Milenial Kota? Begini Penjelasannya!
Mengapa Kalian Harus Memiliki Jiwa Toleran Terhadap Orang Lain? Begini Alasannya!
Mengapa Manusia Bisa Tergelincir ke Tempat yang Serendah-rendahnya? Berikut Penjelasannya!

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 21:04 WIB

JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan

Friday, 20 February 2026 - 09:42 WIB

Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Thursday, 19 February 2026 - 15:10 WIB

130.000 Won Berapa Rupiah? Simak Kurs Won Korea Terbaru Hari Ini

Thursday, 19 February 2026 - 15:03 WIB

Apa Faktor Utama yang Menyebabkan Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2026? Mari Kita Bahas!

Sunday, 15 February 2026 - 11:49 WIB

BAGAIMANA PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL SEJAK AWAL KEMUNCULAN HINGGA SAAT INI? SIMAK PEMBAHASANNYA BERIKUT INI!

Berita Terbaru